Selasa, 19 Agustus 2014

TERKADANG HIDUP HARUS UBAH HALUAN (BUKAN MEMILIH YANG KITA SUKAI TAPI APA YANG LEBIH KITA BUTUHKAN)



Saya duduk sendiri menikmati sore hari ini di taman kantor saya, mencoba menikmati sore hari ini sambil menikmati segelas kopi dan roti di tangan saya. Mencoba menghilangkan rasa kantuk mata ini dengan segelas kopi dengan roti saya rasa itu cukup baik.

Sayup-sayup terdengar pembicaraan 2 orang wanita di sebelah saya, kelihatannya sedang membicarakan pekerjaan. Tanpa bermaksud menguping tapi memang terdengar oleh saya, yah saya dengarkan pembicaraan mereka berdua. Teman yang satunya sambil menikmati sesapan rokok di tangan kanannya sembari mendengar curhatan sahabatnya.

Dapat saya tarik kesimpulan dari pembicaran mereka sepertinya temannya yang sedang mencurahkan hatinya ini membicarakan tentang keputusannya untuk mundur dari karirnya, karena harus konsentrasi mengurus anaknya. Meski sulit untuk melepas pekerjaannya karena perempuan ini sepertinya punya niat tulus untuk membantu suaminya mencari penghasilan juga tapi karena dia sudah punya dua orang anak pada akhirnya dia harus mundur dari karirnya. Perempuan ini menangis karena sepertinya belum siap juga melepas pekerjaannya.

Entah karena suka karena biasa bekerja atau karena tuntutan hidup yang membuat ia harus juga berjuang untuk membantu keluarga, sayapun tidak tahu hanya menebak-nebak saja.  Teman yang satunya yang memberi saran dengan santainya sambil menghisap rokoknya membantunya untuk menenangkan dia. Teman yang sangat baik menurutku. Temannya memberi saran kepada temannya itu meski tidak bekerja sebagai wanita karir tapi ada hal yang bisa dia lakukan (Dia : untuk temannya)

Misalnya seperti membuka usaha, atau berjualan. Atau kalau nanti anak-anak sudah besar kamu bisa cari kerjaan lagi (ujar temannya). Pembicaraan mereka berdua membuatku tersenyum sendiri. Saya akui saat ini banyak perempuan yang bekerja keras dan kuat menghadapi segalanya. Bukan karena untuk kepuasan diri sendiri. Tapi banyak hal lain yaitu niat perempuan bekerja karena ingin bantu orang tua, membantu meringankan beban suami, menyenangkan anak-anaknya untuk bisa belikan mainan dengan hasil uangnya sendiri. Atau memang suaminya tidak bekerja, jadi perempuan yang mengambil alih.  Saya mengerti berat memang rasanya hal seperti ini jika sudah biasa bekerja tiba-tiba harus berhenti bekerja.

Tapi terkadang kita harus memilih jalan yang pada akhirnya memang kurang kita sukai mungkin saja jalan itu justru yang terbaik buat kita. Seperti pembicaraan kedua perempuan tadi. Saya mengerti perempuan sekarang banyak yang mandiri. Karena kehidupan yang menuntut mereka pula untuk survive di jaman sekarang. Banyak perempuan-perempuan tangguh yang berdiri di tengah ombak dahsyat yang menerpa. Saya salut sekali. Ada yang bekerja sambil berdagang, ada yang berumah tangga sambil membuka toko kue atau usaha baju atau apapun itu, ada yang bekerja dan di rumahnya membuka usaha jahitan. Dan lain-lain. Bukan hanya sekedar sebagai ibu rumah tangga saja. Yang hanya di dapur, sumur dan kasur hehe:p namun perempuan sekarang ini banyak melakukan aktivitas luar biasa. Bahkan ada perempuan yang sampai duduk di kursi kepemimpinan. Banggalah Pria-pria harusnya kepada perempuan hebat.

Bahkan karena sibuknya terkadang perempuan yang berkarir lupa kalau mereka harus juga menikah. Pada akhirnya meski awalnya karir dipilih, saya mengerti bahwa kodrat wanita jika sudah menikah adalah taat dan patuh oleh perintah suami. Jika suami sudah sangat mampu menghidupi dan berpesan untuk di rumah saja apapun itu kita harus tunduk dan patuh oleh suami. Namun mesti di ingat juga oleh para pria jika keadaan belum mencukupi ada baiknya sama-sama bekerja untuk saling membantu satu sama lain. Lain halnya jika pria sudah merasa bisa cukup membahagiakan istri, mampu secara lahir dan batin memenuhi hak-hak istrinya dan mendukung istrinya dan ridho lilahi ta’ala utk berhenti bekerja namun memberi kesempatan untuk bisa mendukung segala usaha istrinya. Karena lelaki yang baik bukanlah lelaki yang memaksakan kehendak atau mementingkan kepentingan dirinya sendiri yah.

Dan jangan sampai juga anak-anak terbengkalai. Karena apapun itu anak-anak butuh kasih, butuh cinta, butuh perhatian. Jangan tidak dapat perhatian dari keduanya. Jika sudah membentuk keluarga maka harus saling bekerja sama satu sama lain. Karena keluarga itu adalah team, kalau kata papah saya ada yang jadi kapten (Nahkoda), ada yg jd asisten kapten, dan ada para anak buah kapal. Jadi ingat film kapten phillip. Begitulah bisa digambarkan kehidupan berkeluarga itu.

Jalan hidup bukan kita yang menentukan tapi Allah SWT yang menentukan. Yakin jika JODOH, REZEKI DAN MAUT Sudah di gariskan oleh Allah SWT. Terkadang bukan memilih apa yang kita sukai tapi lebih memilih apa yang lebih kita butuhkan. Jadi teringat kalau ada teman-teman yang terpaksa melepas title yang sesuai jurusannya harus memilih kerjaan yang tidak sesuai dengan jurusannya dulu, ataupun melepas titlenya hanya untuk menjadi ibu rumah tangga selanjutnya, saya juga termasuk lho. Saya jurusannya Public Relation tapi pekerjaan saya sama sekali bukan PR, tapi administrasi, credit control. Saya sangat benci angka, tapi tetap saja sebenci-bencinya saya dengan Angka, tetap pekerjaan saya ketemunya juga angka. Justru banyak main angka sekarang ini. Bahkan banyak hal yang terjadi dengan posisi kerja saya saat ini, saya mengalami pasang surut gelombang. Kadang tenang, kadang bergelombang. Itulah jika kita masih bekerja pada orang lain.

Tapi pekerjaan saya sekarang ini membawa saya menjadi orang yang jauh lebih baik, jauh lebih berhasil. Alhamdulilah. Yah begitulah…terkadang Apa yang kita sukai belum tentu baik, tapi justru yang tidak kita sukai ternyata membawa kebaikan buat diri kita sendiri. Seperti halnya kisah perempuan tadi. Dia harus melepas karirnya karena memang anak-anak jauh lebih butuh perhatian lebih dari perannya sebagai seorang ibu. Dan mungkin dia bisa melakukan hal yang luar biasa sebagai ibu rumah tangga dengan aktivitas lainnya misalnya berdagang, berjualan atau ikut kursus masak buat kue atau apapun itu yang membuatnya lebih bisa mendapat banyak waktu untuknya sendiri dan keluarganya.

 Dedicated to : All my strongest women friends:) thanks to inspire me, love and kiss and big hug

Senin, 14 April 2014

PANTAI PERAWAN YANG TERSEMBUNYI ( PANTAI CIPUTIH-UJUNGKULON)



Day 1 (28 Desember 2013)

Pagi ini  28 Desember 2013 pukul 05.00 pagi, saya bersiap-siap untuk pergi bersama teman-teman ke Pantai Ciputih di Ujungkulon. Baru dengar nama pantai itu sepertinya di telinga saya. Ide travelling ini ajakkan dari teman saya yang bernama Prambani Ami dan Kania Maulina, 2 orang sahabat saya yang satu masih bekerja di PT. Huawei dan satunya dulu pernah kerja di Huawei (Kantor Lama saya). Ide travelling ini sudah di bahas 1 bulan sebelumnya. Perjalanan trip ini hanya untuk relaxing holiday selama 2 hari 1 malam, bersantai ke tempat yang tenang jauh dari keramaian kota.

Nama pantai ciputih memang baru saya dengar, akhirnya dengan berbekal browsing-browsing sebelum hari “H”nya saya memutuskan untuk ikut. Karena ternyata pantainya terlihat menarik saat saya browsing di internet.

Saya dan kania berangkat pukul 05.30 pagi, diantar ke Halte busway di Ragunan oleh ibunya kania. Di sana kita janjian dengan Ami teman kami yang sudah menunggu. Sampai di halte ragunan saya, kania dan ami melanjutkan perjalanan kembali menggunakkan busway dengan bawaan tas backpack kami yang sudah siap menuju rumah teman kami selanjutnya rumah Alvons.

Perjalanan pagi yang sangat lancar dan indah, tidak ada hambatan, hanya saja kami bertiga cukup dibuat pusing dengan busway yang mengarah rumah alvons. Ada kira-kira 3 kali bolak balik halte karena bingung dengan busway yang menuju rumah alvons. Selain itu busway yang kami naiki juga sepertinya bermasalah, sehingga jalannya lambat sekali seperti keong kalau menurut saya :p .

Sekitar 3 jam perjalanan yang kami habiskan dari ciputat menuju rumah alvons. Sampai pada akhirnya kami bertemu alvons juga di seven eleven. Di sana selain alvons yang lain sudah menunggu, ada Donna Samosir, dan Steven (temannya ami) yang tinggal di muara angke. Well…akhirnya yang pergi ada sekitar 6 orang.

Perjalanan menuju ciputih-ujungkulon dilanjutkan dengan kendaraan alvons, dia bawa mobil yang cukup dengan kita semua. Bismillah kita berangkattt cinttt….hehe. diperjalanan kita ngobrol, kenalan, karena saya kurang mengenal donna Samosir meski ternyata dia juga dari Huawei juga hehe. Dan saya berkenalan dengan steven teman ami yang tattonya super duper kuerenn hehe. I like your tattoo steve.

Perjalanan ke ciputih ujungkulon menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam dengan mobil, jika tidak ada kendala. Pantai ciputih identik dengan pantainya yang alami dan masih perawan dengan hamparan pasirnya yang putih bersih., jernih dan alami. Pantai ciputih menawarkan pesonanya yang luar biasa. Pantai ini bagaikan surga yang tersembunyi bagi para pelancong. Pantai ciputih terletak di pandeglang banten, di kecamatan sumur Kabupaten Pandeglang, dapat ditempuh melalui jalur serang, pandeglang, panimbangan, cibaliung, sumur dengan jarak dari pusat kota 112 KM. pantai ciputih ini dekat dengan Taman Nasional Ujung kulon.

Sekitar 5 jam perjalanan yang kami tempuh dengan melewati medan jalan yang bisa dibilang jalanannya dalam kondisi hancur, belum ada perbaikan akhirnya kami pun tiba di rumah penginapan kami di ciputih. Kami tiba di ciputih pukul 12:00 Siang. Kami tiba di penginapan Yang namanya rumah penginapan Honje. Rumah Penginapan ini terletak pas dekat dengan pantai Ciputih. Di depan penginapan kami itu adalah pantai ciputih yang bersih dan indah sekali.

Rumah Honje Bungalow Merah
Ami bergaya sebelum ke pantai

Penginapan Honje ini sangat bagus, memberikan kesan yang homy, natural, menyatu dengan alam, dengan design rumah kayu yang terletak tidak jauh dengan pantai ciputihnya. Dan bisa di bilang penginapan ini sangat private dan berasa punya pantai sendiri di dekat rumah. Penginapan honje hanya punya 2 bungalow, yg merah dan yang biru,

Rumah Honje Merah ada tempat Santai berjemur

Rumah Honje Biru

Kamar dgn tempat tidur kelambu dan ruang santai keluarga di bwh

 Penginapan kami yang berwarna merah, dengan fasilitas 3 kamar, 2 kamar atas dan 1 kamar bawah, dan 3 kamar mandi yang terletak 2 di atas dan 1 di bawah di dalam kamar. 2 kamar atas memiliki 2 bedroom single, dan kamar bawah punya 1 bedrom deluxe yang bisa untuk 2 atau 3 orang. Masing-masing tempat tidur dipasangkan kelambu. Selain kamar ada juga dapur dan ruang makan yang menjadi satu dengan ruang keluarga yang dilengkapi dengan Televisi Parabola. Jadi untuk keluarga yang mau kesini saya rasa ini tempat yang sangat cocok untuk relaxing holiday bersama keluarga,teman-teman atau pasangan yang baru menikah untuk bulan madu. 

Pantai Ciputih

Pantai Ciputih View

Rate Harga penginapan honje untuk permalam adalah 2 juta untuk bungalow merah dan 1 juta untuk bungalow biru, belum termasuk makan pagi, siang dan malam, serta sewa Extra bed. Untuk makan perhari saat itu 3 kali makan (Pagi, siang dan malam) Rp.150.000 per orang. Dan biaya itu juga belum termasuk penyebrangan ke pulau kecil untuk melakukan snorkeling. Menyebrang ke pulau kecil (nama pulaunya saya lupa) itu biasanya Cuma kasih bapak pengendara perahu boatnya untuk bensin. Karena di penginapan sudah ada fasilitas perahu penyebrangannya dan lifevest, serta permainan sepeda dan perahu kano.

Sepeda Fasilitas dari Honje

Kano Fasilitas Honje

Sampai di Honje, kami juga langsung di sambut dengan welcome drink (Juice buah) dan makan siang yang memang sudah di order dari jauh hari. Makan siangnya enak, rata-rata menunya ada makanan laut seperti udang, cumi, atau ikan.Ditambah juga dengan sayur mayur serta hidangan dessert seperti es buah. 

Makanan Khas Dari Honje

Selesai makan, kami langsung bersiap-siap untuk snorkeling, saya, kania, Ami, Dona, Alvons dan Steven bersiap-siap dengan Jaket Pelampung kami (Life vest) untuk menyebrang ke pulau kecil yang di sebutkan oleh pemandu Guide kami dengan menggunakan perahu boat ukuran sedang yang bisa menampung 13 orang penumpang.


Siap-Siap menyebrang

Perahu Boat utk menyebrang

Di Perahu Boat

Akhirnya Perahu Boat kami pun jalan menyisir pantai , kami pun disambut dengan ombak-ombak kecil yang lumayan buat deg-deg’an. (maklum Jarang naik perahu boat) Hohooo. Cipratan air laut yang asin pun menciprati kami semua yang ada di boat. Di laut pun kami banyak melihat usaha nelayan. Banyak semacam keramba-keramba di tengah laut yang kata nelayan itu untuk menjaring ikan, teripang, udang dan lain2.

Tidak berapa lama perahu boat kami sampai di pulau kecil yang di tuju. Disini banyak sekali kerang-kerang, Bintang laut yang bagus-bagus. Disini pun pantainya bersih, pasirnya subhanaallah putih banget. Benar-benar ciptaan Allah yang sangat indah. Di pulau ini saya dan teman-teman snorkeling, ya allah luar biasa pemandangan di dalam laut sana, banyak ikan badut yang berenang-renang dengan warna yang indah. Disini juga saya dan teman saya main kano sampai ke tengah laut. Lumayan buat jantung berdebar, yang saya takutkan adalah ombak besar yang bisa membuat perahu terbalik. Tapi alhamdulilah saat itu air laut dan cuaca sangat bersahabat dengan kami semua.

Main Kano


Di pulau lain utk snorkling dan main air

Ami, Steven, Donna, kania, Gita, Alvons

Pasirnya putih bersih, masih perawan:D

 
Steven snorkling

Terumbu Karang di dalam pantai ciputih

Ada sekitar 2 jam kami ber’enam bersenang-senang di pulau tersebut, sampai tidak terasa cuaca semakin terik, membuat kulit kami terpanggang sinar matahari. Setelah puas, bapak yg mengendarai perahu kami membawa kami mengitari pulau-pulau lain. Seperti pulau umang, dan beberapa pulau lainnya.

Sampai akhirnya kami kembali ke penginapan kami sore hari. Sangat menyenangkan sekali hari ini. Setelah kami mandi dan beres-beres setelah dari snorkeling, saya dan teman-teman menghabiskan waktu santai dengan berjemur di teras rumah. Ada yang bersantai di atas, ataupun kami main sepeda atau berayun di bangku ayunan sambil ngobrol-ngobrol santai.

Berjemur

Main Ayunan

 
Nyantai-nyantai sore hari

Hingga akhirnya malampun datang. Malam harinya kami makan malam dan setelah itu main petasan yang sudah kami siapkan dari Jakarta. Seru deh, karena selain main petasan kami main kembang api dan berfoto-foto. Fotografernya ada Ami dan Alvons hehe. Karena yang Narsis itu saya dan kania:p

Teknik fotografi Alvons dan Ami bagus, salut punya teman-teman yang hobby foto dan bisa membuat seni yang bagus. Hingga foto-foto kami disini pun banyak yang bagus-bagus.

Sunset Di ciputih

 
Main Kembang Api buat Tulisan "HONJE"

Sampai akhirnya kami puas main kembang api dan petasan, kami melanjutkan main kartu di ruang keluarga. Sambil ngerjain Ami dan yang lainnya. Tidak terasa semakin malam dan kami istirahat untuk esok harinya.

 

Day 2 (29 Desember 2013)

Pagi harinya ada yang sudah bangun dan ada yang belum, saya dan teman-teman sarapan pagi. Sarapan paginya nasi goreng dan ayam goreng. Lumayan juga sarapannya di tepi pantai ditemani angin sepoi-sepoi laut. Romantisss hehe. Setelah sarapan ada yang berjalan-jalan di sekitar pantai sampai ujung pantai. Ada yg hobby foto mengambil beberapa foto, ada yang naik sepeda,berjemur di tepi pantai dan ada juga yang masih main kano.

Berjemur

Foto- Foto ceria

Liatt ada Perahu besar All : "mana..mana!!"

Hingga Akhirnya waktu membawa kami sampai siang hari dan kami harus bersiap-siap kembali ke Jakarta siangnya juga. Akhirnya disinilah akhir perjalanan saya dan teman-teman di pantai ciputih, selama 2 hari.oh iya Trip ke ciputih ini cukup murah per orang saja untuk penginapan dan makan serta transport selama 2 hari 1 malam hanya Rp.700 ribu rupiah kurang lebih. itu sudah semua lhoo. murah khan?? ayoo pergi ke ciputih, pantainya bagus deh, ga nyesel:)

Saya dan teman-teman akhirnya packing dan berangkat kembali ke Jakarta. Sampai jumpa ciputih Nice Holiday…..

Sampai Jumpa Ciputih:) Nice Holidayyyyy!!!

Sampai di Jakarta itu jam 05.30 sore

 

Thanks to : Alvons, Kania, Prambani Ami, Donna Samosir, Steven and All crew Pantai Ciputih