Senin, 14 April 2014

PANTAI PERAWAN YANG TERSEMBUNYI ( PANTAI CIPUTIH-UJUNGKULON)



Day 1 (28 Desember 2013)

Pagi ini  28 Desember 2013 pukul 05.00 pagi, saya bersiap-siap untuk pergi bersama teman-teman ke Pantai Ciputih di Ujungkulon. Baru dengar nama pantai itu sepertinya di telinga saya. Ide travelling ini ajakkan dari teman saya yang bernama Prambani Ami dan Kania Maulina, 2 orang sahabat saya yang satu masih bekerja di PT. Huawei dan satunya dulu pernah kerja di Huawei (Kantor Lama saya). Ide travelling ini sudah di bahas 1 bulan sebelumnya. Perjalanan trip ini hanya untuk relaxing holiday selama 2 hari 1 malam, bersantai ke tempat yang tenang jauh dari keramaian kota.

Nama pantai ciputih memang baru saya dengar, akhirnya dengan berbekal browsing-browsing sebelum hari “H”nya saya memutuskan untuk ikut. Karena ternyata pantainya terlihat menarik saat saya browsing di internet.

Saya dan kania berangkat pukul 05.30 pagi, diantar ke Halte busway di Ragunan oleh ibunya kania. Di sana kita janjian dengan Ami teman kami yang sudah menunggu. Sampai di halte ragunan saya, kania dan ami melanjutkan perjalanan kembali menggunakkan busway dengan bawaan tas backpack kami yang sudah siap menuju rumah teman kami selanjutnya rumah Alvons.

Perjalanan pagi yang sangat lancar dan indah, tidak ada hambatan, hanya saja kami bertiga cukup dibuat pusing dengan busway yang mengarah rumah alvons. Ada kira-kira 3 kali bolak balik halte karena bingung dengan busway yang menuju rumah alvons. Selain itu busway yang kami naiki juga sepertinya bermasalah, sehingga jalannya lambat sekali seperti keong kalau menurut saya :p .

Sekitar 3 jam perjalanan yang kami habiskan dari ciputat menuju rumah alvons. Sampai pada akhirnya kami bertemu alvons juga di seven eleven. Di sana selain alvons yang lain sudah menunggu, ada Donna Samosir, dan Steven (temannya ami) yang tinggal di muara angke. Well…akhirnya yang pergi ada sekitar 6 orang.

Perjalanan menuju ciputih-ujungkulon dilanjutkan dengan kendaraan alvons, dia bawa mobil yang cukup dengan kita semua. Bismillah kita berangkattt cinttt….hehe. diperjalanan kita ngobrol, kenalan, karena saya kurang mengenal donna Samosir meski ternyata dia juga dari Huawei juga hehe. Dan saya berkenalan dengan steven teman ami yang tattonya super duper kuerenn hehe. I like your tattoo steve.

Perjalanan ke ciputih ujungkulon menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam dengan mobil, jika tidak ada kendala. Pantai ciputih identik dengan pantainya yang alami dan masih perawan dengan hamparan pasirnya yang putih bersih., jernih dan alami. Pantai ciputih menawarkan pesonanya yang luar biasa. Pantai ini bagaikan surga yang tersembunyi bagi para pelancong. Pantai ciputih terletak di pandeglang banten, di kecamatan sumur Kabupaten Pandeglang, dapat ditempuh melalui jalur serang, pandeglang, panimbangan, cibaliung, sumur dengan jarak dari pusat kota 112 KM. pantai ciputih ini dekat dengan Taman Nasional Ujung kulon.

Sekitar 5 jam perjalanan yang kami tempuh dengan melewati medan jalan yang bisa dibilang jalanannya dalam kondisi hancur, belum ada perbaikan akhirnya kami pun tiba di rumah penginapan kami di ciputih. Kami tiba di ciputih pukul 12:00 Siang. Kami tiba di penginapan Yang namanya rumah penginapan Honje. Rumah Penginapan ini terletak pas dekat dengan pantai Ciputih. Di depan penginapan kami itu adalah pantai ciputih yang bersih dan indah sekali.

Rumah Honje Bungalow Merah
Ami bergaya sebelum ke pantai

Penginapan Honje ini sangat bagus, memberikan kesan yang homy, natural, menyatu dengan alam, dengan design rumah kayu yang terletak tidak jauh dengan pantai ciputihnya. Dan bisa di bilang penginapan ini sangat private dan berasa punya pantai sendiri di dekat rumah. Penginapan honje hanya punya 2 bungalow, yg merah dan yang biru,

Rumah Honje Merah ada tempat Santai berjemur

Rumah Honje Biru

Kamar dgn tempat tidur kelambu dan ruang santai keluarga di bwh

 Penginapan kami yang berwarna merah, dengan fasilitas 3 kamar, 2 kamar atas dan 1 kamar bawah, dan 3 kamar mandi yang terletak 2 di atas dan 1 di bawah di dalam kamar. 2 kamar atas memiliki 2 bedroom single, dan kamar bawah punya 1 bedrom deluxe yang bisa untuk 2 atau 3 orang. Masing-masing tempat tidur dipasangkan kelambu. Selain kamar ada juga dapur dan ruang makan yang menjadi satu dengan ruang keluarga yang dilengkapi dengan Televisi Parabola. Jadi untuk keluarga yang mau kesini saya rasa ini tempat yang sangat cocok untuk relaxing holiday bersama keluarga,teman-teman atau pasangan yang baru menikah untuk bulan madu. 

Pantai Ciputih

Pantai Ciputih View

Rate Harga penginapan honje untuk permalam adalah 2 juta untuk bungalow merah dan 1 juta untuk bungalow biru, belum termasuk makan pagi, siang dan malam, serta sewa Extra bed. Untuk makan perhari saat itu 3 kali makan (Pagi, siang dan malam) Rp.150.000 per orang. Dan biaya itu juga belum termasuk penyebrangan ke pulau kecil untuk melakukan snorkeling. Menyebrang ke pulau kecil (nama pulaunya saya lupa) itu biasanya Cuma kasih bapak pengendara perahu boatnya untuk bensin. Karena di penginapan sudah ada fasilitas perahu penyebrangannya dan lifevest, serta permainan sepeda dan perahu kano.

Sepeda Fasilitas dari Honje

Kano Fasilitas Honje

Sampai di Honje, kami juga langsung di sambut dengan welcome drink (Juice buah) dan makan siang yang memang sudah di order dari jauh hari. Makan siangnya enak, rata-rata menunya ada makanan laut seperti udang, cumi, atau ikan.Ditambah juga dengan sayur mayur serta hidangan dessert seperti es buah. 

Makanan Khas Dari Honje

Selesai makan, kami langsung bersiap-siap untuk snorkeling, saya, kania, Ami, Dona, Alvons dan Steven bersiap-siap dengan Jaket Pelampung kami (Life vest) untuk menyebrang ke pulau kecil yang di sebutkan oleh pemandu Guide kami dengan menggunakan perahu boat ukuran sedang yang bisa menampung 13 orang penumpang.


Siap-Siap menyebrang

Perahu Boat utk menyebrang

Di Perahu Boat

Akhirnya Perahu Boat kami pun jalan menyisir pantai , kami pun disambut dengan ombak-ombak kecil yang lumayan buat deg-deg’an. (maklum Jarang naik perahu boat) Hohooo. Cipratan air laut yang asin pun menciprati kami semua yang ada di boat. Di laut pun kami banyak melihat usaha nelayan. Banyak semacam keramba-keramba di tengah laut yang kata nelayan itu untuk menjaring ikan, teripang, udang dan lain2.

Tidak berapa lama perahu boat kami sampai di pulau kecil yang di tuju. Disini banyak sekali kerang-kerang, Bintang laut yang bagus-bagus. Disini pun pantainya bersih, pasirnya subhanaallah putih banget. Benar-benar ciptaan Allah yang sangat indah. Di pulau ini saya dan teman-teman snorkeling, ya allah luar biasa pemandangan di dalam laut sana, banyak ikan badut yang berenang-renang dengan warna yang indah. Disini juga saya dan teman saya main kano sampai ke tengah laut. Lumayan buat jantung berdebar, yang saya takutkan adalah ombak besar yang bisa membuat perahu terbalik. Tapi alhamdulilah saat itu air laut dan cuaca sangat bersahabat dengan kami semua.

Main Kano


Di pulau lain utk snorkling dan main air

Ami, Steven, Donna, kania, Gita, Alvons

Pasirnya putih bersih, masih perawan:D

 
Steven snorkling

Terumbu Karang di dalam pantai ciputih

Ada sekitar 2 jam kami ber’enam bersenang-senang di pulau tersebut, sampai tidak terasa cuaca semakin terik, membuat kulit kami terpanggang sinar matahari. Setelah puas, bapak yg mengendarai perahu kami membawa kami mengitari pulau-pulau lain. Seperti pulau umang, dan beberapa pulau lainnya.

Sampai akhirnya kami kembali ke penginapan kami sore hari. Sangat menyenangkan sekali hari ini. Setelah kami mandi dan beres-beres setelah dari snorkeling, saya dan teman-teman menghabiskan waktu santai dengan berjemur di teras rumah. Ada yang bersantai di atas, ataupun kami main sepeda atau berayun di bangku ayunan sambil ngobrol-ngobrol santai.

Berjemur

Main Ayunan

 
Nyantai-nyantai sore hari

Hingga akhirnya malampun datang. Malam harinya kami makan malam dan setelah itu main petasan yang sudah kami siapkan dari Jakarta. Seru deh, karena selain main petasan kami main kembang api dan berfoto-foto. Fotografernya ada Ami dan Alvons hehe. Karena yang Narsis itu saya dan kania:p

Teknik fotografi Alvons dan Ami bagus, salut punya teman-teman yang hobby foto dan bisa membuat seni yang bagus. Hingga foto-foto kami disini pun banyak yang bagus-bagus.

Sunset Di ciputih

 
Main Kembang Api buat Tulisan "HONJE"

Sampai akhirnya kami puas main kembang api dan petasan, kami melanjutkan main kartu di ruang keluarga. Sambil ngerjain Ami dan yang lainnya. Tidak terasa semakin malam dan kami istirahat untuk esok harinya.

 

Day 2 (29 Desember 2013)

Pagi harinya ada yang sudah bangun dan ada yang belum, saya dan teman-teman sarapan pagi. Sarapan paginya nasi goreng dan ayam goreng. Lumayan juga sarapannya di tepi pantai ditemani angin sepoi-sepoi laut. Romantisss hehe. Setelah sarapan ada yang berjalan-jalan di sekitar pantai sampai ujung pantai. Ada yg hobby foto mengambil beberapa foto, ada yang naik sepeda,berjemur di tepi pantai dan ada juga yang masih main kano.

Berjemur

Foto- Foto ceria

Liatt ada Perahu besar All : "mana..mana!!"

Hingga Akhirnya waktu membawa kami sampai siang hari dan kami harus bersiap-siap kembali ke Jakarta siangnya juga. Akhirnya disinilah akhir perjalanan saya dan teman-teman di pantai ciputih, selama 2 hari.oh iya Trip ke ciputih ini cukup murah per orang saja untuk penginapan dan makan serta transport selama 2 hari 1 malam hanya Rp.700 ribu rupiah kurang lebih. itu sudah semua lhoo. murah khan?? ayoo pergi ke ciputih, pantainya bagus deh, ga nyesel:)

Saya dan teman-teman akhirnya packing dan berangkat kembali ke Jakarta. Sampai jumpa ciputih Nice Holiday…..

Sampai Jumpa Ciputih:) Nice Holidayyyyy!!!

Sampai di Jakarta itu jam 05.30 sore

 

Thanks to : Alvons, Kania, Prambani Ami, Donna Samosir, Steven and All crew Pantai Ciputih

Senin, 07 April 2014

NEGERI EKSOTIK-THAILAND


Penjelajahan saya kali ini tidak berhenti sampai disini saja, kali ini saya dan teman travelling saya rosliani mempersiapkan adventure baru. Mau tau kemana? Bangkok Thailand....yah...kami berdua akan memulai trip kami ke Thailand. Saya dan ros memulai trip ke Thailand ini pada tanggal 07 Juni 2013 sampai dengan 10 Juni 2013. 4 hari 3 malam kami akan menjelajahi Bangkok-Thailand. 
Kami berdua akan berangkat dengan Maskapai Tiger Air, hari ini tanggal 6 juni aku selesai packing, sebenarnya ini trip yang buruk, karena kondisi kesehatan saya yang sedikit menurun sejak 2 hari kemarin karena saya mengalami flu berat. Segala cara sudah saya lakukan untuk menyembuhkan diri ini, mulai dari obat flu segala merk, obat batuk sampai obat oles, namun flu tidak kunjung reda juga. Rasa demam pun juga tidak hentinya. Mana nantinya penerbangan saya dan teman adalah penerbangan pagi-pagi buta (baca : pagi hari sekali) sayapun juga harus menginap rumah ros di pancoran karena kondisi rumah saya yang terlalu jauh takut telat dan tertinggal pesawat.
Saat itu saya sedang dekat dengan seorang teman bernama Afwan Zaki, saya menyapa dia saat itu lewat BBM dan dia juga menanyakan kabar saya apakah sudah sembuh, karena saat saya sakit flu ini afwan sudah dekat dengan saya. Saya jadi ingat saya minum obat batuk saat di mobilnya. Saat itu saya pamitan kepadanya, dan afwan tiba-tiba menelfon dan menawarkan untuk mengantar saya ke rumah Rosliani teman saya. Dengan senang hati sekali saya menerima bantuannya. Padahal saya takut merepotkan afwan. Karena afwan saat itu habis pulang kerja, pasti sangat letih sekali. Namun afwan bersikeras untuk mengantar.
Sesampainya afwan dirumah saya, saya menyuruh dia untuk istirahat dulu sambil ngobrol-ngobrol dan mencicip beberapa Mini Danish Pastry (Mini Danish Pastry : Kue) yang saya beli di Carrefour yang nantinya juga akan menjadi bekal perjalanan saya di bandara. Setelah tidak beberapa lama langsung saya izin kepada mbak saya (Mbak : Pembantu) karena orang tua saya saat itu sedang pergi keluar dan saya sudah izin juga sebelumnya. Seluruh bawaan saya mulai dari tas ransel saya, Tripod Kamera dan Tas Santai saya masukkan ke mobil afwan. Mbak rany dan anaknya eril pun melepas kepergian saya ke Thailand. Dan afwan pun mengantar saya ke rumah Rosliani di pancoran untuk menginap disana.
Perjalanan pun membawa saya dan afwan ke rumah ros di pancoran. Lumayan macet saat itu, karena hari ini adalah hari kerja. Dan masih banyak karyawan yang pulang dari kantornya. Saya dan afwan pun cukup di buat pusing dengan beberapa halte yang berpatokan dengan rumah ros. Ada beberapa kali berputar-putar disekitar situ tapi tidak ketemu dengan Halte yang ros sebutkan. Hingga akhirnya bisa menemukannya juga setelah 3 kali putaran. Setelah bertemu dengan ros, afwan pun juga berkenalan dengan ros, dan sayapun pamit padanya dan mengucapkan terima kasih karena kesediaaannya dan kebaikkannya mau mengantarkan saya. Afwan pun kembali pulang. Dan saya bersama ros menginap dirumahnya untuk siap berpetualang besok.

Day 1 (Jum’at 07 Juni 2013)

         Pagi hari yang indah, pukul 04.00 subuh dini hari, saya dan ros bangun. Ini pertama kalinya lagi saya bangun jam segini. Biasanya sih jam 06.00 atau 06.30. benar-benar pagi, indah, masih fresh, semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Selesai mandi dan berkemas-kemas, kita berdua pun pamit kepada ibunya ros. Ibu ros pun mendoa’kan kami berdua supaya selamat dalam perjalanan. Saya berjalan menyusuri gang-gang sempit di rumah ros, sampai akhirnya menuju jalan besar. Karena kami berdua menunggu taxi datang, ada sekitar 20 menit menunggu taxi, karena taxi juga sempat berputar-putar karena jalan yang membingungkan. Dan….bismillahnirahmanirahim Thailanddd…we cominggg!!! :D
         Perjalanan ibukota dengan masih menyalanya lampu-lampu dan kepadatan pun sudah di mulai. Taxi kami masuk ke dalam jalan tol dan di jalanpun ros bercerita tentang perjalanannya waktu ke semeru dan berhasil mencapai puncak mahameru. Subhannallah temanku ini sangat tangguh, karena 3 hari yang lalu dia habis pulang dari pendakian ke Semeru dan berhasil mencapai puncak mahameru. Ingin rasanya seperti kak ros ini, fisiknya sangat tangguh sekali.
         Namun sayang saya harus mengukur kemampuan saya sendiri. Hebat kak ros, dia 3 hari lalu habis mendaki dan sekarang melanjutkan perjalanan kembali ke Thailand bersama saya. Seperti tidak pernah lelah. Kak ros ini masih single juga loh, umurnya 2 tahun di atas saya, namun dia menjalankan hidupnya dengan bahagia. Dia bilang mau keliling dunia dan Indonesia dulu baru deh tuh mikirin nikah-nikahan hahaha…kak ros sangat menginspirasi saya. Rasa semangatnya yang membuat saya juga tidak akan pernah menyerah.
       Saking enaknya ngobrol tidak terasa Taxi yang membawa kami berdua Alhamdulilah sampai di bandara Soeta (Soekarno Hatta). Sampai di bandara langsung kami berdua check-in di counter Tiger Air. Masih ada waktu, kami berdua pun sarapan dulu. Dan tidak lupa saya  minum obat supaya sehat dan sembuh.
 Setelah sarapan langsung kami berdua menunggu di ruang tunggu untuk keberangkatan, dan pada pukul 06.00 Gate pun di buka, penumpang mulai masuk ke dalam pesawat. Perjalanan ini adalah perjalanan kedua saya di tahun 2013 setelah KL-Malaysia. Sampai akhirnya pukul 07.00 pagi pesawat Tiger Air No Penerbangan RI 900 lepas landas menuju Bangkok-Thailand. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam
      Pukul 10.25 waktu Bangkok-Thailand kami berdua tiba di Suvarnabhumi Airport, tidak ada perbedaan waktu antara Bangkok dengan Indonesia. Jamnya sama. Langsung kami ke bagian imigrasi untuk pengecheckan dokumen, antrian imigrasi benar-benar panjang, sepertinya memang banyak turis yang datang ke Thailand ini. Bandaranya bagus banget, luas dan bersih, tulisan-tulisan Thailand pun terpampang di setiap billboard.       

 
           Setelah melewati imigrasi kami langsung menuju pintu keluar, namun kami butuh peta, dan kak ros bertanya pada petugas, OMG…petugas disini benar-benar tidak bisa menguasai bahasa inggris yang baik dan benar. Mereka tidak mengerti bahasa inggris kami, padahal kami berdua sudah menggunakan bahasa inggris paling mudah. Satu informasi penting, Thailand tidak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi mereka. Jadi mereka masih menggunakan bahasa asli. Ini yang menyulitkan beberapa turis yang datang ke Thailand.
        Akhirnya kami berdua menemukan peta di bagian Information. Setelah mendapatkan peta langsung kami turun ke lantai bawah untuk menuju ke Phaya Thai menggunakan Kereta Express.












 


     Kereta Phaya Thai Express Line ini sungguh cepat..kami berdua dibawa melihat-lihat Thailand dari Atas. Pemandangan yang sungguh indah.
Sampai di Phaya Thai kami berdua langsung mencari BTS Sky Route yang mengarah ke National Stadium Station. BTS itu semacam MRT sama seperti Express line namun ini Fisiknya lebih mini dari Express Line. Setelah beli tiket langsung kami berdua naik BTS.
    Sampai di National Stadium Station saat itu pukul 11.30 perut sudah terasa keroncongan (Baca : Lapar) sekali. Namun kami harus tahan. Sementara kami mengganjalnya dengan beberapa kue dan biscuit yang sudah menjadi bekal perjalanan kami berdua. Karena kami berdua belum menemukan lokasi hotel kami yang kami berdua booking. Hotel kami berdua adalah Sawasdhee inn yang berlokasi di jalan Khao san Road.
      Kami berdua bertanya dengan warga setempat, lagi-lagi kendala bahasa inggris yang tidak bisa mereka mengerti, jadi terpaksa kami harus pakai bahasa tubuh haha. Sampai kak ros pun menyebut beberapa kali nama jalan Khao san road. Akhirnya ada pelajar yang menunggu di halte bis bisa mengerti bahasa inggris. Dia bilang kami berdua harus menaiki bis yang warnanya pink bernomer 27 kalau tidak salah untuk menuju ke Khao san Road. Sampai akhirnya kami menunggu di halte. dan pelajar tersebut menunjuk bis tersebut, saya dan kak ros pun mengucap terima kasih dan menaiki bis.
     Di bis kami berdua sempat berfoto-foto, Bis nya pun lucu banget, kondekturnya (Baca : org yang minta bayaran ongkos) wanita, berpakaian seragam rapih dan membawa tempat koin semacam tempat pensil ternyata itu tempat koin-koin dan tempat uang yang uangnya nanti di lipat rapih disitu. Terib, teratur dan kursi bis pun tidak banyak jadi kalau bis sudah penuh tidak di paksakan untuk naik seperti bis di Indonesia. Bis melewati jalan-jalan yang kalau di lihat nama jalannya pun lucu-lucu sekali deh. Di setiap sudut jalan pada bangunan di kota Bangkok kami melihat banyak tempat sembahyang atau kuil-kuil budha, semacam pelataran kecil, dan setiap warga yang lewat mereka memberi salam dengan menyatukan tangan dan menunduk kea rah kuil tersebut, meskipun mereka tidak dalam keadaan dekat kuil missal di dalam mobil atau di perjalanan. Benar-benar warga yang spiritual sekali.
     Sampai akhirnya bis yang membawa kami sampai di jalan Khao san Road. Dari sinilah saya dan kak ros harus berjalan kaki menyusuri jalan trotoar dan kami berdua harus menyebrang menuju hotel kami yang letaknya di sebrang jalan. Cara menyebrang pun sangat tertib, karena kami harus menekan tombol untuk pejalan kaki dan baru setelah lampu lalu lintas menggambarkan penyebrang jalan kami boleh menyebrang jalan. Tertib bukan.
      Udara di kota Bangkok saat itu sangat terik dan panas sekali. Panasnya luar biasa, ingin segera berganti baju dan mandi. Setelah cukup lama berputar-putar akhirnya saya dan ros menemukan tempat penginapan kami. Hotel Sawasdhee Inn yang berada di jalan Khaosan Road dekat dengan SATJA PONG LAW OFFICEE dan halte bisnya bernama TROK RONG MAI. Sampai di Hotel saya dan kak ros langsung check in. Hotel disini khusus untuk backpacker, sehingga tidak ada lift hanya ada tangga, kamarnya lumayan pakai AC meski ACnya kalah sama udara panas saat itu.  Saya dan kak ros saja setelah sampai di kamar mau pingsan rasanya karena panas dan lelah serta lapar. Sampai di kamar kami berdua mandi dulu, rapih-rapih dan siap untuk keluar lagi menyusuri kota Bangkok.
Karena kami berdua sudah kelaparan saat itu kami berdua hanya bisa makan yang ada, karena perjalanan selanjutnya cukup jauh jadi mau tidak mau kami berdua makan makanan yang terletak di sekitar hotel, rata-rata semua menu menggunakan BABI. Kami berdua muslim, cukup susah rasanya mencari yang tanpa babi. Sehingga kami berdua harus bernegosiasi dengan si penjual. Dengan menyajikan kami tanpa babi. Meski penjual bertanya : “Are u Muslim??  We can serve without Pork if you want, but if you not striks” maxudnya, : Apa kamu muslim? Kami bisa sajikan tanpa babi tapi mungkin minyaknya pakai babi. Kalau kamu gak terlalu striks sekali kita bisa sediakan. Yaa baiklah….yang penting tidak ada daging babinya yang utuh, mungkin secara wajan atau minyak mungkin bekas memasak dan terkena daging babi. Secara kami berdua sudah tidak kuat. Dan harus makan.
     Sampai akhirnya penjual menyajikan menu mie kwetiauw goreng dan Capcay Ala Thailand. Melihatnya cukup enak, menelannya agak susah yah. Karena kami membayangkan wajan,sodet dan peralatan tsb yang bekas memasak babi. Tapi Bismillah kami telan juga itu makanan. Dan ternyata enak HaHaHa…..meski kenyangnya agak aneh. Selagi makan kami berdua berkenalan dengan Bule (Baca : Turis Barat) dia berasal dari swedia. Ternyata dia sudah cukup lama di Bangkok. Karena dia menyukai udaranya dan makanannya. Mirip seperti di Indonesia dia bilang. Cukup lama kami berdua berbincang-bincang dengan bule tersebut. Sampai pada akhirnya kami harus pamit untuk melanjutkan perjalanan kami. 
Hari semakin sore, saya dan kak ros mulai melanjutkan perjalanan menuju MBK Center, MBK adalah Mall di kota Bangkok yang cukup terkenal besar. Semacam pusat perbelanjaan seperti ITC. Disini semua ada, mulai dari baju, souvenir kelas mahal sampai bawah dan juga oleh-oleh khas Thailand. Untuk ke MBK kami harus naik Bis yang ke arah National Stadium, karena MBK letaknya disana bersama dengan Museum Madam Tusaud Di MBK kami bertemu dengan teman kak ros yang kerja di Bangkok. Orangnya juga menyenangkan, senang rasanya punya teman-teman baru yang bisa saling berkenalan. Di MBK kami berdua sampai malam, di MBK ada makanan halal yaitu KFC. Jadi tidak begitu was-was makan disini.

Di MBK saya dan kak ros berbelanja, saya membeli beberapa kaos khas Thailand untuk adik-adik dan teman saya afwan, souvenir-souvenir lucu seperti gantungan kunci, kulkas dan pajangan-pajangan lucu untuk orang rumah.kak ros juga mendapatkan barang yang dia inginkan yaitu Tas Carriel merk Deutscer.  Selesai makan dan berbelanja di MBK saya dan kak ros pamitan dengan temannya, saat itu sudah malam sekali dan kami berdua cukup lama menunggu bis, sampai akhirnya saya dan kak ros memutuskan untuk mencoba transportasi Tuk Tuk . menyenangkan sekali naik tuk-tuk, tuk-tuk mengantar kami berdua ke hotel kami. Sampai di hotel kami berdua istirahat untuk esok harinya lagi.

Day 2 (Sabtu 08 Juni 2013) :
Pagi pagi sekali kami bangun, dan bersiap-siap untuk perjalanan berikutnya menuju Museum Lilin Madam Tusaaud yang terletak di dekat MBK, paginya kami berdua sarapan dulu di hotel, seperti biasa sarapan selalu khas dengan daging babi, lebih amannya saya dan kak ros memesan roti bakar dengan selai mentega dan strawberry, teh hangat dan telor omelette tanpa menggunakan bacon atau sosis babi. Setelah selesai sarapan saya dan kak ros mulai berjalan ke halte seperti kemarin untuk naik bis dengan rute yang sama seperti kemarin kami ke MBK
Lumayan lama menunggu bisnya karena ini hari libur, banyak yang bepergian juga. Dengan sabarnya kami berdua menunggu bis, kenarsisan pun di mulai, kami berdua berfoto-foto untuk menghilangkan jenuh. Hingga akhirnya bis kami datang, lalu kami mulai menuju ke madam tusaaud. Sampai di madam tusaaud pukul 09.00 Pagi, masih belum di buka, mulai di bukanya jam 10.00 pagi. Sehingga saya dan kak ros menunggu di depan dan kembali berfoto-foto 




Sampai akhirnya waktu mulai menunjukkan pukul 10.00, pintu madam tusaaud mulai di buka. Saya dan kak ros pun bergegas masuk dan menuju loket antrian. Setelah tiket kami berdua di cap oleh petugas. Kami membeli tiket Madam Tusaaud ini lewat online jadinya lebih murah harganya hanya sekitar 400 ribu kalau di rupiahkan. Karena jika membeli langsung bisa 800 ribuan.  Di depan museum madam tusaaud terpampang replika dari lilin aktor terkenal hollywood, Tom Cruise, segera saja kami berdua foto-foto.
                Di dalam museum madam tussaud ini banyak replika aktor atau artis yang sungguh mirip dengan aslinya terbuat dari lilin, disini juga kita bisa melihat bagaimana mereka menciptakan manusia lilin yang benar-benar sama seperti aslinya mulai dari rambut, mata, hidung dan postur tubuh lainnya. 

 


Tidak begitu lama kami di museum madam tusaaud, setelah berkeliling dan foto-foto dengan beberapa tokoh-tokoh terkenal, Saya dan kak ros mulai menuju ke tempat tujuan berikutnya yaitu Pasar Cathucak
Untuk menuju pasar cathucak kami harus naik  BTS bisa juga dengan menggunakan bis atau MRT Sky Train, saat itu kami menggunakan MRT menuju station Mo Chit. Pasar cathucak adalah pasar rakyat yang hanya di buka di hari sabtu dan minggu saja. Mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 WB. Sampai di cathucak dari jembatan atas kami bisa melihat keramaian pasar. Banyak pedagang yang menggelar dagangannya mulai dari sepatu, baju, slayer, tas dll. Semuanya unik-unik. Dan bisa di tawar. Semuanya di jual dengan harga lumayan murah. Mirip seperti kaki lima di tanah abang ini kalau menurut saya. 

Di Cathucak ini saya dan kak ros juga mencicipi makanannya seperti Roti Mataba yang isinya pisang, sebenarnya pilihannya macam-macam, ada pakai telur dan lain-lain.  ini enak banget deh. Harganya pun juga murah banget Cuma 30 ribu kalau di rupiahkan. Yang jualannya wanita muslim. Lalu kita minum air kelapa juga. Dan juga kami mencicipi tom yam gong. Menyenangkan sekali jalan, belanja dan makan disini, di pasar cathucak kami sampai sore hari. Sampai hujan turun membasahi pasar cathucak.
Saya dan kak ros belanja lumayan banyak disini. Karena lebih murah disini dibandingkan di MBK Mall kemarin. Setelah hari terasa makin malam saya dan kak ros pulang menuju hotel kembali dan istirahat untuk hari esoknya lagi


                                                                                             
Roti Mataba di cathucak
Rosliani beli es kelapa 40 bacht:)
Roti Mataba Pisang di cathucak
Pasar Cathucak dari pemandangan di jembatan 








DAY 3 (MINGGU 09 JUNI 2013)
Minggu ini kami bangun lebih pagi, karena perjalanan di hari ketiga ini akan lebih banyak berkunjungnya, rencana kami di hari ketiga ini adalah kuil Watchanasongkram, Grand Palace, Sungai Chao Phraya, dan Kuil Wat Pho yang terdapat Patung The Big Budha. Jadi kami harus menghemat waktu.
Selesai sarapan pagi, kami langsung menyusuri gang-gang kecil di sekitar hotel kami, banyak pedagang yang pagi-pagi sudah menggelar dagangannya. Ada yang menjual baju, aksesoris, celana, souvenir, ternyata kuil watchanasongkram terletak di belakang hotel kami. Jadi tidak begitu jauh.
Setelah sampai di watchanasongkram kami berfoto-foto kembali, di Thailand memang banyak sekali kuil. Karena memang warga Thailand penganut agama Budha. 



Setelah ke watchanasongkram, langsung kami menuju Grand Palace, Grand palace pun juga ternyata tidak begitu jauh dengan dengan penginapan kami. Menyusuri jalan menuju grand palace kami menemukan bangunan-bangunan lucu dan bernilai sejarah. Sehingga tidak luput kami berfoto-foto untuk mengabadikannya.




 






Sampai di grand palace pukul 10.30 WB, dan saat itu belum di buka untuk umum, karena ini hari minggu kuil sedang di pakai untuk sembahyang. Jadi saya dan kak ros harus menunggu sampai buka jam 12.00, untuk ke grand palace kita harus menggunakan pakaian yang sopan. Grand palace merupakan istana raja Thailand. Ada beberapa kuil-kuil besar dan kecil di dalamnya.
Selama menunggu saya dan kak ros duduk di taman dimana banyak burung dara beterbangan. Disini harus extra hati-hati karena ada penjual jagung untuk beri makan burung, bilamana dia menawarkan sebaiknya tolak dengan halus, karena bagi turis kita bisa di bohongi karena harga jagungnya bisa mahal sekali. Lebih baik tidak usah membelinya.
Sampai jam 12.00 akhirnya saya dan ros masuk ke grand palace harga tiket masuk ke grand palace adalah 500 bacht bila di rupiahkan adalah kurang lebih Rp. 180.000 ribuan kurang. Di dalamnya turis-turis sangat banyak sekali. Bilamana ada turis yang menggunakan pakaian yang terbuka wajib menggunakan kain. Karena masuk ke grand palace benar-benar harus sopan dan tidak bisa sembarangan.







                Setelah ada sekitar satu jam di Grand Palace Temple, saya dan ros memutuskan untuk kembali ke hotel dulu. Karena sungguh cuaca sangat panas sekali, baju kami sudah basah semua dan kami harus mandi supaya bisa sedikit adem untuk badan kami. Cuacanya lebih panas daripada di Jakarta loh.
              Sampai di hotel, kami mandi dan makan siang, makan siang saat itu seadanya untung saya bawa abon kering dari Jakarta, jadi bisa makan pakai nasi. Jadi makan siang saat itu nasi telor dan abon. Setelah makan siang, kami lanjut lagi menuju sungai chao phraya dan kuil wat pho.
              Perjalanan ke sungai Chao phraya kita harus naik bis menuju MBK, lalu naik BTS Skytrain menuju Saphan Taksin station. 













Sampai di saphan taksin, baru kita menuju dermaga yang disana sudah merupakan sungai chaophraya, banyak perahu dan boat yang menawarkan turis untuk menyusuri sungai chap phraya. Sungai chao phraya atau di sebut “Menam chao phraya” adalah sungai terpanjang dan terpenting di Negara Thailand. Panjangnya 372 km mengalir dari utara Thailand menuju ke teluk Thailand.(teluk siam) di selatan. Sungai ini membentuk lembah chao phraya atau “basin chao phraya”. Dengan menyusuri sungai ini kita bisa melihat kemegahan dan eksotisme Bangkok yang indah di sekitar sungai ini. Bahkan kita bisa melihat kuil-kuil yang berdiri megah di kota Bangkok dari sungai ini. 







Setelah sampai di dermaga Tha Tien, saya dan ros langsung berjalan menyusuri sekitaran tempat ini, karena ternyata kuil yang akan menjadi tempat pemberhentian terakhir kami berdua hari ini (Wat Pho) tidak jauh dari sini ternyata. Tidak lama berjalan melewati beberapa pedagang-pedagang di dermaga ini. Akhirnya kami berdua sampai ke Wat Pho Temple.
Wat Pho adalah kuilnya budha yang letaknya di Phra Nakhon District Thailand. Letaknya tidak begitu jauh juga dengan Grand Palace. Kuil ini terkenal akan pijatan Thai Massage Traditional. Wat Pho merupakan temple terbesar dan tertua di Bangkok. Di dalamnya banyak terdapat kuil-kuil kecil dan besar, juga termasuk Patung Budha sendiri yang besar dan panjangnya 160 ft. di sebut juga dengan The Reclining Budhha.
             Di dalam sini banyak yang berdoa untuk mendapatkan ketenangan, kemakmuran dan kesejahteraan. Mayoritas adalah penganut agama budha. Di dalam sini juga kita harus berpakaian sopan. Ada hal unik disini. Banyak yang setelah berdoa melemparkan koin ke bejana yang sangat panjang sekali. Konon jika kita masukkan koin sampai ke bejana terakhir, nanti kita akan mendapatkan umur yang panjang dan kemakmuran. Menurut mitos seperti itu. 
 Setelah mengelilingi patung budha besar di ruangan ini dan mengambil beberapa foto-foto untuk kenang-kenangan saya dan ros melanjutkan untuk mengitari sekitar Wat Pho yang memiliki banyak sekali anak-anak kuil. Dan beberapa bangunan khas Thailand. Kalau di lihat-lihat sebenarnya bangunan khas wat pho ini tidak jauh berbeda dengan Kota padang loh, karena memiliki menara-menara yang mirip seperti rumah-rumah di sumatera. 

 





Untuk masuk ke dalam Wat Pho tidak begitu mahal di bandingkan ke Grand Palace, tiket Masuk hanya 100 Baht itupun dapat Minum Gratis. Bila di rupiahkan hanya sekitar Rp. 32.000 rupiah.
 


 





Jika ke Wat Pho saya sarankan memakai baju kaos dan sandal santai saja, karena perjalanan di dalamnya lumayan jauh dan butuh waktu lama untuk mengitarinya, jangan lupa membawa Topi dan kacamata hitam, karena saat itu cuaca disana sangat panas. Selesai mengitari semua kuil-kuil di sekitaran Wat Pho saya dan ros kembali beranjak untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya
Kami berdua menunggu bis tujuan kami yang akan membawa kami kembali ke khao san road hotel tempat kami tinggal. Lumayan lama menunggu bis ini, karena agak jarang bisnya, dan saat itu hari sudah sore menjelang malam. Di sini saya merasakan lumayan lelah. Ada sekitar 2 jam menunggu bis yang akan membawa kami kembali ke hotel, akhirnya bis pun tiba. Saya dan ros istirahat sejenak di bis, sambil makan beberapa cemilan yang kami bawa. Ternyata bis yang kami naiki melewati belakang Grand palace dan tidak terlalu jauh ternyata wat pho dengan grand palace. Saya dan ros pun tertawa terheran-heran, karena sebenarnya jalan kaki pun bisa sampai dengan cepat. Sampai akhirnya di bis saya bicara pada ros bahwa kaki saya tidak sanggup melanjutkan perjalanan, saya sepertinya harus berpisah dengan ros.
Saya akan kembali ke hotel dan ros melanjutkan perjalanan ke Pat Phong, untuk melihat aksi waria menari dan beberapa penari streaptease disana serta pasar malamnya. Saya pun turun dari bis dan pamitan pada ros kembali hotel.
Ada hal yang unik saat saya hendak berjalan menuju kembali ke hotel. Ternyata ada keluarga kerajaan yang akan melewati jalan khao san road. Saya heran kenapa semua pejalan kaki dan semua kendaraan berdiam diri di tempatnya, dan saya mendengar ada lagu kerajaan yang di putar di pengeras suara jalan. Saat itu saya tidak tahu kalau cara menghormati raja di suatu Negara seperti itu. Saya sebagai turis yang tidak mengerti tetap berjalan saja, lalu tiba-tiba saya di peluit polisi sana di suruh berhenti diam di tempat. Saya sangat malu dan ada rasa takut juga. Akhirnya saya berhenti berjalan dan diam mendengarkan lagu kebangsaan mereka.
Setelah lagu kebangsaan sudah berhenti, iring-iringan mobil kerajaan kembali berjalan dan mobil-mobilpun kembali berjalan, para pejalan kaki pun berjalan kembali. Wow…saya baru tahu, kalau begitu lah cara mereka menghormati seorang pemimpin. Semua harus berhenti, meski sedang jalan, makan atau berbicara semua harus diam di tempat. Ini pengalaman seru yang nanti akan saya ceritakan pada teman-teman saya.
Sampai di hotel saya mandi dan istirahat sejenak. Saat itu waktu menunjukkan pukul 01.00 malam. Saya terbangun dari tidur saya. Saya khawatir teman saya ros belum kembali. Akhirnya saya memutuskan untuk turun ke lobby untuk whatsapp ros atau BBM dia menanyakan dimana dia. Karena ini Negara orang, waspada itu penting. Saya Cuma takut terjadi sesuatu saja. Di lobby saya membuka tab saya dan mengakses WIFI untuk bs chat. Alhamdulilah ternyata ros masih di pat phong, dia sedang asyik-asyik sendirian disana melihat waria menari dan beberapa penari telanjang hahaha.
Tidak beberapa lama ros kembali ke hotel pukul 02.00 malam, dia membawa beberapa belanjaan yang dia temui disana. Seandainya kaki saya tidak sakit saya pasti ikut dan jika kondisi saya sehat pasti saya melanjutkan perjalan bersama ros. Di hotel dia cerita banyak dan seru sekali, sampai-sampai saya tertawa mendengar cerita dia. Kak ros memang lucu terkadang.
Akhirnya malam pun membawa kami istirahat karena kelelahan dan kami berdua tidur dengan nyenyak untuk bisa fresh esok harinya.

DAY 4 ( SENIN, 10 JUNI 2013)
               
              Kami bangun pukul 08.00 pagi hari ini, hari ini kami harus kembali ke Jakarta-Indonesia, Negara kami tersayang. Rindu sekali dengan masakan Indonesia. Karena makan kami kurang berkualitas disini. Hanya Tom Yom goong saja yang enak dan roti mataba nya yang saya temui di pasar cathuchak dan MBK Mall nya.
Saya dan ros segera packing barang-barang kami dan belanjaan kami. Perjalanan kali ini sungguh menyenangkan sekali karena saya bisa mengenal budaya tiap-tiap Negara. Yang pada akhirnya menjadi referensi saya untuk tulisan ini dan bagi teman-teman saya yang akan berkunjung ke Thailand. Thailand sungguh indah, buah-buahannya, sayur-mayurnya bagus sekali. Jika bisa lebih lama mungkin saya bisa menemukan kulinernya yang lebih baik lagi. Karena kebanyakkan yang saya temui adalah makanan yang menggunakan daging Babi.
Setelah packing barang, kami berdua pamit dengan receptionistnya…dan dia mengatakan : “ I hope you enjoy and welcome back here” J kami berdua pun tersenyum. Kami berdua melanjutkan perjalanan ke bandara, karena barang bawaan banyak saya dan ros sepakat untuk naik Taxi saja sampai ke National Stadium. Meski kami berdua sempat di putar-putar dengan supir taxi untuk di tipu. Tapi yah sudahlah kami ikhlaskan saja. Yang kami berdua khawatirkan adalah waktu penerbangan kami berdua.
Sampai di bandara pukul 10.00 Siang. Saya dan ros menunggu flight kami yang akan berangkat pukul 12:25. Sampai akhirnya flight kami di panggil dan kami siap-siap terbang ke Jakarta J Welcome Jakarta….. See you Thailand-Bangkok J Have a Great Trip in here, Thank You…

Thanks To : Tiger Airways, Afwan Zaki,Rosliani my bestie, Ros Mother, And All who involved with the writter….