Saya
duduk sendiri menikmati sore hari ini di taman kantor saya, mencoba menikmati
sore hari ini sambil menikmati segelas kopi dan roti di tangan saya. Mencoba
menghilangkan rasa kantuk mata ini dengan segelas kopi dengan roti saya rasa
itu cukup baik.
Sayup-sayup
terdengar pembicaraan 2 orang wanita di sebelah saya, kelihatannya sedang
membicarakan pekerjaan. Tanpa bermaksud menguping tapi memang terdengar oleh
saya, yah saya dengarkan pembicaraan mereka berdua. Teman yang satunya sambil
menikmati sesapan rokok di tangan kanannya sembari mendengar curhatan
sahabatnya.
Dapat
saya tarik kesimpulan dari pembicaran mereka sepertinya temannya yang sedang
mencurahkan hatinya ini membicarakan tentang keputusannya untuk mundur dari
karirnya, karena harus konsentrasi mengurus anaknya. Meski sulit untuk melepas
pekerjaannya karena perempuan ini sepertinya punya niat tulus untuk membantu
suaminya mencari penghasilan juga tapi karena dia sudah punya dua orang anak
pada akhirnya dia harus mundur dari karirnya. Perempuan ini menangis karena
sepertinya belum siap juga melepas pekerjaannya.
Entah
karena suka karena biasa bekerja atau karena tuntutan hidup yang membuat ia harus
juga berjuang untuk membantu keluarga, sayapun tidak tahu hanya menebak-nebak
saja. Teman yang satunya yang memberi
saran dengan santainya sambil menghisap rokoknya membantunya untuk menenangkan
dia. Teman yang sangat baik menurutku. Temannya memberi saran kepada temannya
itu meski tidak bekerja sebagai wanita karir tapi ada hal yang bisa dia lakukan
(Dia : untuk temannya)
Misalnya
seperti membuka usaha, atau berjualan. Atau kalau nanti anak-anak sudah besar
kamu bisa cari kerjaan lagi (ujar temannya). Pembicaraan mereka berdua membuatku
tersenyum sendiri. Saya akui saat ini banyak perempuan yang bekerja keras dan
kuat menghadapi segalanya. Bukan karena untuk kepuasan diri sendiri. Tapi
banyak hal lain yaitu niat perempuan bekerja karena ingin bantu orang tua,
membantu meringankan beban suami, menyenangkan anak-anaknya untuk bisa belikan
mainan dengan hasil uangnya sendiri. Atau memang suaminya tidak bekerja, jadi
perempuan yang mengambil alih. Saya
mengerti berat memang rasanya hal seperti ini jika sudah biasa bekerja
tiba-tiba harus berhenti bekerja.
Tapi
terkadang kita harus memilih jalan yang pada akhirnya memang kurang kita sukai
mungkin saja jalan itu justru yang terbaik buat kita. Seperti pembicaraan kedua
perempuan tadi. Saya mengerti perempuan sekarang banyak yang mandiri. Karena
kehidupan yang menuntut mereka pula untuk survive di jaman sekarang. Banyak
perempuan-perempuan tangguh yang berdiri di tengah ombak dahsyat yang menerpa.
Saya salut sekali. Ada yang bekerja sambil berdagang, ada yang berumah tangga
sambil membuka toko kue atau usaha baju atau apapun itu, ada yang bekerja dan
di rumahnya membuka usaha jahitan. Dan lain-lain. Bukan hanya sekedar sebagai
ibu rumah tangga saja. Yang hanya di dapur, sumur dan kasur hehe:p namun
perempuan sekarang ini banyak melakukan aktivitas luar biasa. Bahkan ada
perempuan yang sampai duduk di kursi kepemimpinan. Banggalah Pria-pria harusnya
kepada perempuan hebat.
Bahkan
karena sibuknya terkadang perempuan yang berkarir lupa kalau mereka harus juga
menikah. Pada akhirnya meski awalnya karir dipilih, saya mengerti bahwa kodrat
wanita jika sudah menikah adalah taat dan patuh oleh perintah suami. Jika suami
sudah sangat mampu menghidupi dan berpesan untuk di rumah saja apapun itu kita
harus tunduk dan patuh oleh suami. Namun mesti di ingat juga oleh para pria
jika keadaan belum mencukupi ada baiknya sama-sama bekerja untuk saling
membantu satu sama lain. Lain halnya jika pria sudah merasa bisa cukup
membahagiakan istri, mampu secara lahir dan batin memenuhi hak-hak istrinya dan
mendukung istrinya dan ridho lilahi ta’ala utk berhenti bekerja namun memberi
kesempatan untuk bisa mendukung segala usaha istrinya. Karena lelaki yang baik
bukanlah lelaki yang memaksakan kehendak atau mementingkan kepentingan dirinya
sendiri yah.
Dan
jangan sampai juga anak-anak terbengkalai. Karena apapun itu anak-anak butuh
kasih, butuh cinta, butuh perhatian. Jangan tidak dapat perhatian dari
keduanya. Jika sudah membentuk keluarga maka harus saling bekerja sama satu
sama lain. Karena keluarga itu adalah team, kalau kata papah saya ada yang jadi
kapten (Nahkoda), ada yg jd asisten kapten, dan ada para anak buah kapal. Jadi ingat
film kapten phillip. Begitulah bisa digambarkan kehidupan berkeluarga itu.
Jalan
hidup bukan kita yang menentukan tapi Allah SWT yang menentukan. Yakin jika JODOH, REZEKI DAN MAUT Sudah
di gariskan oleh Allah SWT. Terkadang
bukan memilih apa yang kita sukai tapi lebih memilih apa yang lebih kita
butuhkan. Jadi teringat kalau ada teman-teman yang terpaksa melepas title
yang sesuai jurusannya harus memilih kerjaan yang tidak sesuai dengan
jurusannya dulu, ataupun melepas titlenya hanya untuk menjadi ibu rumah tangga
selanjutnya, saya juga termasuk lho. Saya jurusannya Public Relation tapi
pekerjaan saya sama sekali bukan PR, tapi administrasi, credit control. Saya
sangat benci angka, tapi tetap saja sebenci-bencinya saya dengan Angka, tetap
pekerjaan saya ketemunya juga angka. Justru banyak main angka sekarang ini. Bahkan
banyak hal yang terjadi dengan posisi kerja saya saat ini, saya mengalami pasang
surut gelombang. Kadang tenang, kadang bergelombang. Itulah jika kita masih
bekerja pada orang lain.
Tapi
pekerjaan saya sekarang ini membawa saya menjadi orang yang jauh lebih baik,
jauh lebih berhasil. Alhamdulilah. Yah begitulah…terkadang Apa yang kita sukai belum tentu baik, tapi justru yang tidak
kita sukai ternyata membawa kebaikan buat diri kita sendiri. Seperti halnya
kisah perempuan tadi. Dia harus melepas karirnya karena memang anak-anak jauh
lebih butuh perhatian lebih dari perannya sebagai seorang ibu. Dan mungkin dia
bisa melakukan hal yang luar biasa sebagai ibu rumah tangga dengan aktivitas
lainnya misalnya berdagang, berjualan atau ikut kursus masak buat kue atau
apapun itu yang membuatnya lebih bisa mendapat banyak waktu untuknya sendiri
dan keluarganya.
Dedicated to : All my strongest women friends:) thanks to inspire me, love and kiss and big hug