Penjelajahan
saya kali ini tidak berhenti sampai disini saja, kali ini saya dan teman
travelling saya rosliani mempersiapkan adventure baru. Mau tau kemana? Bangkok
Thailand....yah...kami berdua akan memulai trip kami ke Thailand. Saya dan ros
memulai trip ke Thailand ini pada tanggal 07 Juni 2013 sampai dengan 10 Juni
2013. 4 hari 3 malam kami akan menjelajahi Bangkok-Thailand.
Kami
berdua akan berangkat dengan Maskapai Tiger Air, hari ini tanggal 6 juni aku
selesai packing, sebenarnya ini trip yang buruk, karena kondisi kesehatan saya
yang sedikit menurun sejak 2 hari kemarin karena saya mengalami flu berat.
Segala cara sudah saya lakukan untuk menyembuhkan diri ini, mulai dari obat flu
segala merk, obat batuk sampai obat oles, namun flu tidak kunjung reda juga.
Rasa demam pun juga tidak hentinya. Mana nantinya penerbangan saya dan teman
adalah penerbangan pagi-pagi buta (baca : pagi hari sekali) sayapun juga harus
menginap rumah ros di pancoran karena kondisi rumah saya yang terlalu jauh
takut telat dan tertinggal pesawat.
Saat
itu saya sedang dekat dengan seorang teman bernama Afwan Zaki, saya menyapa dia saat itu lewat BBM dan dia juga
menanyakan kabar saya apakah sudah sembuh, karena saat saya sakit flu ini afwan
sudah dekat dengan saya. Saya jadi ingat saya minum obat batuk saat di
mobilnya. Saat itu saya pamitan kepadanya, dan afwan tiba-tiba menelfon dan
menawarkan untuk mengantar saya ke rumah Rosliani teman saya. Dengan senang
hati sekali saya menerima bantuannya. Padahal saya takut merepotkan afwan.
Karena afwan saat itu habis pulang kerja, pasti sangat letih sekali. Namun
afwan bersikeras untuk mengantar.
Sesampainya
afwan dirumah saya, saya menyuruh dia untuk istirahat dulu sambil
ngobrol-ngobrol dan mencicip beberapa Mini Danish Pastry (Mini Danish Pastry :
Kue) yang saya beli di Carrefour yang nantinya juga akan menjadi bekal
perjalanan saya di bandara. Setelah tidak beberapa lama langsung saya izin
kepada mbak saya (Mbak : Pembantu) karena orang tua saya saat itu sedang pergi
keluar dan saya sudah izin juga sebelumnya. Seluruh bawaan saya mulai dari tas
ransel saya, Tripod Kamera dan Tas Santai saya masukkan ke mobil afwan. Mbak
rany dan anaknya eril pun melepas kepergian saya ke Thailand. Dan afwan pun
mengantar saya ke rumah Rosliani di pancoran untuk menginap disana.
Perjalanan
pun membawa saya dan afwan ke rumah ros di pancoran. Lumayan macet saat itu,
karena hari ini adalah hari kerja. Dan masih banyak karyawan yang pulang dari
kantornya. Saya dan afwan pun cukup di buat pusing dengan beberapa halte yang
berpatokan dengan rumah ros. Ada beberapa kali berputar-putar disekitar situ
tapi tidak ketemu dengan Halte yang ros sebutkan. Hingga akhirnya bisa
menemukannya juga setelah 3 kali putaran. Setelah bertemu dengan ros, afwan pun
juga berkenalan dengan ros, dan sayapun pamit padanya dan mengucapkan terima
kasih karena kesediaaannya dan kebaikkannya mau mengantarkan saya.
Afwan pun kembali pulang. Dan saya bersama ros menginap dirumahnya untuk siap
berpetualang besok.
Day 1 (Jum’at 07 Juni
2013) :
Pagi
hari yang indah, pukul 04.00 subuh dini hari, saya dan ros bangun. Ini pertama
kalinya lagi saya bangun jam segini. Biasanya sih jam 06.00 atau 06.30.
benar-benar pagi, indah, masih fresh, semua orang masih terlelap dalam
tidurnya. Selesai mandi dan berkemas-kemas, kita berdua pun pamit kepada ibunya
ros. Ibu ros pun mendoa’kan kami berdua supaya selamat dalam perjalanan. Saya
berjalan menyusuri gang-gang sempit di rumah ros, sampai akhirnya menuju jalan
besar. Karena kami berdua menunggu taxi datang, ada sekitar 20 menit menunggu
taxi, karena taxi juga sempat berputar-putar karena jalan yang membingungkan.
Dan….bismillahnirahmanirahim Thailanddd…we cominggg!!! :D
Perjalanan ibukota dengan masih
menyalanya lampu-lampu dan kepadatan pun sudah di mulai. Taxi kami masuk ke
dalam jalan tol dan di jalanpun ros bercerita tentang perjalanannya waktu ke
semeru dan berhasil mencapai puncak mahameru. Subhannallah temanku ini sangat
tangguh, karena 3 hari yang lalu dia habis pulang dari pendakian ke Semeru dan
berhasil mencapai puncak mahameru. Ingin rasanya seperti kak ros ini, fisiknya
sangat tangguh sekali.
Namun sayang saya harus mengukur
kemampuan saya sendiri. Hebat kak ros, dia 3 hari lalu habis mendaki dan
sekarang melanjutkan perjalanan kembali ke Thailand bersama saya. Seperti tidak
pernah lelah. Kak ros ini masih single juga loh, umurnya 2 tahun di atas saya,
namun dia menjalankan hidupnya dengan bahagia. Dia bilang mau keliling dunia
dan Indonesia dulu baru deh tuh mikirin nikah-nikahan hahaha…kak ros sangat
menginspirasi saya. Rasa semangatnya yang membuat saya juga tidak akan pernah
menyerah.
Saking enaknya ngobrol tidak
terasa Taxi yang membawa kami berdua Alhamdulilah sampai di bandara Soeta
(Soekarno Hatta). Sampai di bandara langsung kami berdua check-in di counter
Tiger Air. Masih ada waktu, kami berdua pun sarapan dulu. Dan tidak lupa saya minum obat supaya sehat dan sembuh.
Setelah sarapan langsung kami
berdua menunggu di ruang tunggu untuk keberangkatan, dan pada pukul 06.00 Gate
pun di buka, penumpang mulai masuk ke dalam pesawat. Perjalanan ini adalah
perjalanan kedua saya di tahun 2013 setelah KL-Malaysia. Sampai akhirnya pukul
07.00 pagi pesawat Tiger Air No Penerbangan RI 900 lepas landas menuju Bangkok-Thailand.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam
Pukul 10.25 waktu
Bangkok-Thailand kami berdua tiba di Suvarnabhumi Airport, tidak ada perbedaan
waktu antara Bangkok dengan Indonesia. Jamnya sama. Langsung kami ke bagian
imigrasi untuk pengecheckan dokumen, antrian imigrasi benar-benar panjang,
sepertinya memang banyak turis yang datang ke Thailand ini. Bandaranya bagus
banget, luas dan bersih, tulisan-tulisan Thailand pun terpampang di setiap
billboard.
Setelah
melewati imigrasi kami langsung menuju pintu keluar, namun kami butuh peta, dan
kak ros bertanya pada petugas, OMG…petugas disini benar-benar tidak bisa
menguasai bahasa inggris yang baik dan benar. Mereka tidak mengerti bahasa
inggris kami, padahal kami berdua sudah menggunakan bahasa inggris paling
mudah. Satu informasi penting, Thailand tidak menggunakan bahasa inggris
sebagai bahasa komunikasi mereka. Jadi mereka masih menggunakan bahasa asli.
Ini yang menyulitkan beberapa turis yang datang ke Thailand.
Akhirnya kami berdua menemukan
peta di bagian Information. Setelah mendapatkan peta langsung kami turun ke
lantai bawah untuk menuju ke Phaya Thai menggunakan Kereta Express.
Kereta
Phaya Thai Express Line ini sungguh cepat..kami berdua dibawa melihat-lihat
Thailand dari Atas. Pemandangan yang sungguh indah.
Sampai
di Phaya Thai kami berdua langsung mencari BTS Sky Route yang mengarah ke
National Stadium Station. BTS itu semacam MRT sama seperti Express line namun
ini Fisiknya lebih mini dari Express Line. Setelah beli tiket langsung kami
berdua naik BTS.
Sampai di National Stadium
Station saat itu pukul 11.30 perut sudah terasa keroncongan (Baca : Lapar)
sekali. Namun kami harus tahan. Sementara kami mengganjalnya dengan beberapa
kue dan biscuit yang sudah menjadi bekal perjalanan kami berdua. Karena kami
berdua belum menemukan lokasi hotel kami yang kami berdua booking. Hotel kami
berdua adalah Sawasdhee inn yang berlokasi di jalan Khao san Road.
Kami berdua bertanya dengan
warga setempat, lagi-lagi kendala bahasa inggris yang tidak bisa mereka
mengerti, jadi terpaksa kami harus pakai bahasa tubuh haha. Sampai kak ros pun
menyebut beberapa kali nama jalan Khao san road. Akhirnya ada pelajar yang
menunggu di halte bis bisa mengerti bahasa inggris. Dia bilang kami berdua
harus menaiki bis yang warnanya pink bernomer 27 kalau tidak salah untuk menuju
ke Khao san Road. Sampai akhirnya kami menunggu di halte. dan pelajar tersebut
menunjuk bis tersebut, saya dan kak ros pun mengucap terima kasih dan menaiki
bis.
Di bis kami berdua sempat
berfoto-foto, Bis nya pun lucu banget, kondekturnya (Baca : org yang minta
bayaran ongkos) wanita, berpakaian seragam rapih dan membawa tempat koin
semacam tempat pensil ternyata itu tempat koin-koin dan tempat uang yang uangnya
nanti di lipat rapih disitu. Terib, teratur dan kursi bis pun tidak banyak jadi
kalau bis sudah penuh tidak di paksakan untuk naik seperti bis di Indonesia. Bis
melewati jalan-jalan yang kalau di lihat nama jalannya pun lucu-lucu sekali
deh. Di setiap sudut jalan pada bangunan di kota Bangkok kami melihat banyak
tempat sembahyang atau kuil-kuil budha, semacam pelataran kecil, dan setiap
warga yang lewat mereka memberi salam dengan menyatukan tangan dan menunduk kea
rah kuil tersebut, meskipun mereka tidak dalam keadaan dekat kuil missal di
dalam mobil atau di perjalanan. Benar-benar warga yang spiritual sekali.
Sampai akhirnya bis yang membawa
kami sampai di jalan Khao san Road. Dari sinilah saya dan kak ros harus
berjalan kaki menyusuri jalan trotoar dan kami berdua harus menyebrang menuju
hotel kami yang letaknya di sebrang jalan. Cara menyebrang pun sangat tertib,
karena kami harus menekan tombol untuk pejalan kaki dan baru setelah lampu lalu
lintas menggambarkan penyebrang jalan kami boleh menyebrang jalan. Tertib
bukan.
Udara di kota Bangkok saat itu
sangat terik dan panas sekali. Panasnya luar biasa, ingin segera berganti baju
dan mandi. Setelah cukup lama berputar-putar akhirnya saya dan ros menemukan
tempat penginapan kami. Hotel Sawasdhee Inn yang berada di jalan Khaosan Road
dekat dengan SATJA PONG LAW OFFICEE
dan halte bisnya bernama TROK RONG MAI. Sampai
di Hotel saya dan kak ros langsung check in. Hotel disini khusus untuk
backpacker, sehingga tidak ada lift hanya ada tangga, kamarnya lumayan pakai AC
meski ACnya kalah sama udara panas saat itu.
Saya dan kak ros saja setelah sampai di kamar mau pingsan rasanya karena
panas dan lelah serta lapar. Sampai di kamar kami berdua mandi dulu,
rapih-rapih dan siap untuk keluar lagi menyusuri kota Bangkok.
Karena
kami berdua sudah kelaparan saat itu kami berdua hanya bisa makan yang ada,
karena perjalanan selanjutnya cukup jauh jadi mau tidak mau kami berdua makan
makanan yang terletak di sekitar hotel, rata-rata semua menu menggunakan BABI.
Kami berdua muslim, cukup susah rasanya mencari yang tanpa babi. Sehingga kami
berdua harus bernegosiasi dengan si penjual. Dengan menyajikan kami tanpa babi.
Meski penjual bertanya : “Are u Muslim??
We can serve without Pork if you want, but if you not striks” maxudnya,
: Apa kamu muslim? Kami bisa sajikan tanpa babi tapi mungkin minyaknya pakai
babi. Kalau kamu gak terlalu striks sekali kita bisa sediakan. Yaa
baiklah….yang penting tidak ada daging babinya yang utuh, mungkin secara wajan
atau minyak mungkin bekas memasak dan terkena daging babi. Secara kami berdua
sudah tidak kuat. Dan harus makan.
Sampai akhirnya penjual
menyajikan menu mie kwetiauw goreng dan Capcay Ala Thailand. Melihatnya cukup
enak, menelannya agak susah yah. Karena kami membayangkan wajan,sodet dan
peralatan tsb yang bekas memasak babi. Tapi Bismillah kami telan juga itu
makanan. Dan ternyata enak HaHaHa…..meski kenyangnya agak aneh. Selagi makan
kami berdua berkenalan dengan Bule (Baca : Turis Barat) dia berasal dari
swedia. Ternyata dia sudah cukup lama di Bangkok. Karena dia menyukai udaranya
dan makanannya. Mirip seperti di Indonesia dia bilang. Cukup lama kami berdua
berbincang-bincang dengan bule tersebut. Sampai pada akhirnya kami harus pamit
untuk melanjutkan perjalanan kami.
Hari
semakin sore, saya dan kak ros mulai melanjutkan perjalanan menuju MBK Center, MBK adalah Mall di kota
Bangkok yang cukup terkenal besar. Semacam pusat perbelanjaan seperti ITC.
Disini semua ada, mulai dari baju, souvenir kelas mahal sampai bawah dan juga
oleh-oleh khas Thailand. Untuk ke MBK kami harus naik Bis yang ke arah National
Stadium, karena MBK letaknya disana bersama dengan Museum Madam Tusaud Di MBK
kami bertemu dengan teman kak ros yang kerja di Bangkok. Orangnya juga
menyenangkan, senang rasanya punya teman-teman baru yang bisa saling
berkenalan. Di MBK kami berdua sampai malam, di MBK ada makanan halal yaitu
KFC. Jadi tidak begitu was-was makan disini.
Di
MBK saya dan kak ros berbelanja, saya membeli beberapa kaos khas Thailand untuk
adik-adik dan teman saya afwan, souvenir-souvenir lucu seperti gantungan kunci,
kulkas dan pajangan-pajangan lucu untuk orang rumah.kak ros juga mendapatkan
barang yang dia inginkan yaitu Tas Carriel merk Deutscer. Selesai makan dan berbelanja di MBK saya dan
kak ros pamitan dengan temannya, saat itu sudah malam sekali dan kami berdua
cukup lama menunggu bis, sampai akhirnya saya dan kak ros memutuskan untuk
mencoba transportasi Tuk Tuk . menyenangkan sekali naik tuk-tuk, tuk-tuk
mengantar kami berdua ke hotel kami. Sampai di hotel kami berdua istirahat
untuk esok harinya lagi.
Day 2 (Sabtu 08 Juni 2013) :
Pagi
pagi sekali kami bangun, dan bersiap-siap untuk perjalanan berikutnya menuju
Museum Lilin Madam Tusaaud yang terletak di dekat MBK, paginya kami berdua
sarapan dulu di hotel, seperti biasa sarapan selalu khas dengan daging babi,
lebih amannya saya dan kak ros memesan roti bakar dengan selai mentega dan
strawberry, teh hangat dan telor omelette tanpa menggunakan bacon atau sosis
babi. Setelah selesai sarapan saya dan kak ros mulai berjalan ke halte seperti
kemarin untuk naik bis dengan rute yang sama seperti kemarin kami ke MBK
Lumayan lama
menunggu bisnya karena ini hari libur, banyak yang bepergian juga. Dengan
sabarnya kami berdua menunggu bis, kenarsisan pun di mulai, kami berdua
berfoto-foto untuk menghilangkan jenuh. Hingga akhirnya bis kami datang, lalu
kami mulai menuju ke madam tusaaud. Sampai di madam tusaaud pukul 09.00 Pagi,
masih belum di buka, mulai di bukanya jam 10.00 pagi. Sehingga saya dan kak ros
menunggu di depan dan kembali berfoto-foto
Sampai akhirnya waktu mulai menunjukkan pukul 10.00, pintu
madam tusaaud mulai di buka. Saya dan kak ros pun bergegas masuk dan menuju
loket antrian. Setelah tiket kami berdua di cap oleh petugas. Kami membeli
tiket Madam Tusaaud ini lewat online jadinya lebih murah harganya hanya sekitar
400 ribu kalau di rupiahkan. Karena jika membeli langsung bisa 800 ribuan. Di depan museum madam tusaaud terpampang
replika dari lilin aktor terkenal hollywood, Tom Cruise, segera saja kami
berdua foto-foto.
Di dalam
museum madam tussaud ini banyak replika aktor atau artis yang sungguh mirip
dengan aslinya terbuat dari lilin, disini juga kita bisa melihat bagaimana
mereka menciptakan manusia lilin yang benar-benar sama seperti aslinya mulai
dari rambut, mata, hidung dan postur tubuh lainnya.
Tidak
begitu lama kami di museum madam tusaaud, setelah berkeliling dan foto-foto
dengan beberapa tokoh-tokoh terkenal, Saya dan kak ros mulai menuju ke tempat
tujuan berikutnya yaitu Pasar Cathucak
Untuk
menuju pasar cathucak kami harus naik BTS bisa juga dengan menggunakan bis atau MRT
Sky Train, saat itu kami menggunakan MRT menuju station Mo Chit. Pasar cathucak
adalah pasar rakyat yang hanya di buka di hari sabtu dan minggu saja. Mulai
dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 WB. Sampai di cathucak dari jembatan
atas kami bisa melihat keramaian pasar. Banyak pedagang yang menggelar
dagangannya mulai dari sepatu, baju, slayer, tas dll. Semuanya unik-unik. Dan bisa
di tawar. Semuanya di jual dengan harga lumayan murah. Mirip seperti kaki lima
di tanah abang ini kalau menurut saya.
Di
Cathucak ini saya dan kak ros juga mencicipi makanannya seperti Roti Mataba
yang isinya pisang, sebenarnya pilihannya macam-macam, ada pakai telur dan
lain-lain. ini enak banget deh. Harganya
pun juga murah banget Cuma 30 ribu kalau di rupiahkan. Yang jualannya wanita
muslim. Lalu kita minum air kelapa juga. Dan juga kami mencicipi tom yam gong.
Menyenangkan sekali jalan, belanja dan makan disini, di pasar cathucak kami
sampai sore hari. Sampai hujan turun membasahi pasar cathucak.
Saya
dan kak ros belanja lumayan banyak disini. Karena lebih murah disini
dibandingkan di MBK Mall kemarin. Setelah hari terasa makin malam saya dan kak
ros pulang menuju hotel kembali dan istirahat untuk hari esoknya lagi
![]() |
| Roti Mataba di cathucak |
![]() |
| Rosliani beli es kelapa 40 bacht:) |
![]() |
| Roti Mataba Pisang di cathucak |
![]() | ||||||
| Pasar Cathucak dari pemandangan di jembatan |
DAY 3 (MINGGU 09 JUNI 2013)
Minggu
ini kami bangun lebih pagi, karena perjalanan di hari ketiga ini akan lebih
banyak berkunjungnya, rencana kami di hari ketiga ini adalah kuil
Watchanasongkram, Grand Palace, Sungai Chao Phraya, dan Kuil Wat Pho yang
terdapat Patung The Big Budha. Jadi kami harus menghemat waktu.
Selesai
sarapan pagi, kami langsung menyusuri gang-gang kecil di sekitar hotel kami,
banyak pedagang yang pagi-pagi sudah menggelar dagangannya. Ada yang menjual
baju, aksesoris, celana, souvenir, ternyata kuil watchanasongkram terletak di
belakang hotel kami. Jadi tidak begitu jauh.
Setelah
sampai di watchanasongkram kami berfoto-foto kembali, di Thailand memang banyak
sekali kuil. Karena memang warga Thailand penganut agama Budha.
Setelah ke
watchanasongkram, langsung kami menuju Grand Palace, Grand palace pun juga
ternyata tidak begitu jauh dengan dengan penginapan kami. Menyusuri jalan
menuju grand palace kami menemukan bangunan-bangunan lucu dan bernilai sejarah.
Sehingga tidak luput kami berfoto-foto untuk mengabadikannya.
Sampai
di grand palace pukul 10.30 WB, dan saat itu belum di buka untuk umum, karena
ini hari minggu kuil sedang di pakai untuk sembahyang. Jadi saya dan kak ros
harus menunggu sampai buka jam 12.00, untuk ke grand palace kita harus
menggunakan pakaian yang sopan. Grand palace merupakan istana raja Thailand.
Ada beberapa kuil-kuil besar dan kecil di dalamnya.
Selama
menunggu saya dan kak ros duduk di taman dimana banyak burung dara beterbangan.
Disini harus extra hati-hati karena ada penjual jagung untuk beri makan burung,
bilamana dia menawarkan sebaiknya tolak dengan halus, karena bagi turis kita
bisa di bohongi karena harga jagungnya bisa mahal sekali. Lebih baik tidak usah
membelinya.
Sampai
jam 12.00 akhirnya saya dan ros masuk ke grand palace harga tiket masuk ke
grand palace adalah 500 bacht bila di rupiahkan adalah kurang lebih Rp. 180.000
ribuan kurang. Di dalamnya turis-turis sangat banyak sekali. Bilamana ada turis
yang menggunakan pakaian yang terbuka wajib menggunakan kain. Karena masuk ke
grand palace benar-benar harus sopan dan tidak bisa sembarangan.
Setelah ada sekitar satu jam di
Grand Palace Temple, saya dan ros memutuskan untuk kembali ke hotel dulu.
Karena sungguh cuaca sangat panas sekali, baju kami sudah basah semua dan kami
harus mandi supaya bisa sedikit adem untuk badan kami. Cuacanya lebih panas
daripada di Jakarta loh.
Sampai di hotel, kami mandi
dan makan siang, makan siang saat itu seadanya untung saya bawa abon kering
dari Jakarta, jadi bisa makan pakai nasi. Jadi makan siang saat itu nasi telor
dan abon. Setelah makan siang, kami lanjut lagi menuju sungai chao phraya dan
kuil wat pho.
Perjalanan ke sungai Chao
phraya kita harus naik bis menuju MBK, lalu naik BTS Skytrain menuju Saphan
Taksin station.
Sampai
di saphan taksin, baru kita menuju dermaga yang disana sudah merupakan sungai
chaophraya, banyak perahu dan boat yang menawarkan turis untuk menyusuri sungai
chap phraya. Sungai chao phraya atau di sebut “Menam chao phraya” adalah sungai
terpanjang dan terpenting di Negara Thailand. Panjangnya 372 km mengalir dari
utara Thailand menuju ke teluk Thailand.(teluk siam) di selatan. Sungai ini
membentuk lembah chao phraya atau “basin chao phraya”. Dengan menyusuri sungai
ini kita bisa melihat kemegahan dan eksotisme Bangkok yang indah di sekitar
sungai ini. Bahkan kita bisa melihat kuil-kuil yang berdiri megah di kota Bangkok
dari sungai ini.
Setelah sampai di dermaga
Tha Tien, saya dan ros langsung berjalan menyusuri sekitaran tempat ini, karena
ternyata kuil yang akan menjadi tempat pemberhentian terakhir kami berdua hari
ini (Wat Pho) tidak jauh dari sini ternyata. Tidak lama berjalan melewati
beberapa pedagang-pedagang di dermaga ini. Akhirnya kami berdua sampai ke Wat
Pho Temple.
Wat Pho adalah kuilnya budha yang letaknya di Phra
Nakhon District Thailand. Letaknya tidak begitu jauh juga dengan Grand Palace.
Kuil ini terkenal akan pijatan Thai Massage Traditional. Wat Pho merupakan
temple terbesar dan tertua di Bangkok. Di dalamnya banyak terdapat kuil-kuil kecil
dan besar, juga termasuk Patung Budha sendiri yang besar dan panjangnya 160 ft.
di sebut juga dengan The Reclining Budhha.
Di dalam sini banyak yang berdoa untuk mendapatkan
ketenangan, kemakmuran dan kesejahteraan. Mayoritas adalah penganut agama budha.
Di dalam sini juga kita harus berpakaian sopan. Ada hal unik disini. Banyak
yang setelah berdoa melemparkan koin ke bejana yang sangat panjang sekali. Konon
jika kita masukkan koin sampai ke bejana terakhir, nanti kita akan mendapatkan
umur yang panjang dan kemakmuran. Menurut mitos seperti itu.
Setelah mengelilingi patung
budha besar di ruangan ini dan mengambil beberapa foto-foto untuk
kenang-kenangan saya dan ros melanjutkan untuk mengitari sekitar Wat Pho yang
memiliki banyak sekali anak-anak kuil. Dan beberapa bangunan khas Thailand.
Kalau di lihat-lihat sebenarnya bangunan khas wat pho ini tidak jauh berbeda
dengan Kota padang loh, karena memiliki menara-menara yang mirip seperti
rumah-rumah di sumatera.
Untuk masuk ke dalam Wat Pho tidak begitu mahal di bandingkan ke Grand Palace, tiket Masuk hanya 100 Baht itupun dapat Minum Gratis. Bila di rupiahkan hanya sekitar Rp. 32.000 rupiah.
Jika
ke Wat Pho saya sarankan memakai baju kaos dan sandal santai saja, karena perjalanan
di dalamnya lumayan jauh dan butuh waktu lama untuk mengitarinya, jangan lupa
membawa Topi dan kacamata hitam, karena saat itu cuaca disana sangat panas.
Selesai mengitari semua kuil-kuil di sekitaran Wat Pho saya dan ros kembali
beranjak untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya
Kami
berdua menunggu bis tujuan kami yang akan membawa kami kembali ke khao san road
hotel tempat kami tinggal. Lumayan lama menunggu bis ini, karena agak jarang
bisnya, dan saat itu hari sudah sore menjelang malam. Di sini saya merasakan
lumayan lelah. Ada sekitar 2 jam menunggu bis yang akan membawa kami kembali ke
hotel, akhirnya bis pun tiba. Saya dan ros istirahat sejenak di bis, sambil
makan beberapa cemilan yang kami bawa. Ternyata bis yang kami naiki melewati
belakang Grand palace dan tidak terlalu jauh ternyata wat pho dengan grand
palace. Saya dan ros pun tertawa terheran-heran, karena sebenarnya jalan kaki
pun bisa sampai dengan cepat. Sampai akhirnya di bis saya bicara pada ros bahwa
kaki saya tidak sanggup melanjutkan perjalanan, saya sepertinya harus berpisah
dengan ros.
Saya
akan kembali ke hotel dan ros melanjutkan perjalanan ke Pat Phong, untuk
melihat aksi waria menari dan beberapa penari streaptease disana serta pasar
malamnya. Saya pun turun dari bis dan pamitan pada ros kembali hotel.
Ada
hal yang unik saat saya hendak berjalan menuju kembali ke hotel. Ternyata ada
keluarga kerajaan yang akan melewati jalan khao san road. Saya heran kenapa
semua pejalan kaki dan semua kendaraan berdiam diri di tempatnya, dan saya
mendengar ada lagu kerajaan yang di putar di pengeras suara jalan. Saat itu
saya tidak tahu kalau cara menghormati raja di suatu Negara seperti itu. Saya
sebagai turis yang tidak mengerti tetap berjalan saja, lalu tiba-tiba saya di peluit
polisi sana di suruh berhenti diam di tempat. Saya sangat malu dan ada rasa
takut juga. Akhirnya saya berhenti berjalan dan diam mendengarkan lagu
kebangsaan mereka.
Setelah
lagu kebangsaan sudah berhenti, iring-iringan mobil kerajaan kembali berjalan
dan mobil-mobilpun kembali berjalan, para pejalan kaki pun berjalan kembali.
Wow…saya baru tahu, kalau begitu lah cara mereka menghormati seorang pemimpin.
Semua harus berhenti, meski sedang jalan, makan atau berbicara semua harus diam
di tempat. Ini pengalaman seru yang nanti akan saya ceritakan pada teman-teman
saya.
Sampai
di hotel saya mandi dan istirahat sejenak. Saat itu waktu menunjukkan pukul
01.00 malam. Saya terbangun dari tidur saya. Saya khawatir teman saya ros belum
kembali. Akhirnya saya memutuskan untuk turun ke lobby untuk whatsapp ros atau
BBM dia menanyakan dimana dia. Karena ini Negara orang, waspada itu penting.
Saya Cuma takut terjadi sesuatu saja. Di lobby saya membuka tab saya dan
mengakses WIFI untuk bs chat. Alhamdulilah ternyata ros masih di pat phong, dia
sedang asyik-asyik sendirian disana melihat waria menari dan beberapa penari
telanjang hahaha.
Tidak
beberapa lama ros kembali ke hotel pukul 02.00 malam, dia membawa beberapa
belanjaan yang dia temui disana. Seandainya kaki saya tidak sakit saya pasti
ikut dan jika kondisi saya sehat pasti saya melanjutkan perjalan bersama ros.
Di hotel dia cerita banyak dan seru sekali, sampai-sampai saya tertawa
mendengar cerita dia. Kak ros memang lucu terkadang.
Akhirnya
malam pun membawa kami istirahat karena kelelahan dan kami berdua tidur dengan
nyenyak untuk bisa fresh esok harinya.
DAY
4 ( SENIN, 10 JUNI 2013)
Kami
bangun pukul 08.00 pagi hari ini, hari ini kami harus kembali ke
Jakarta-Indonesia, Negara kami tersayang. Rindu sekali dengan masakan
Indonesia. Karena makan kami kurang berkualitas disini. Hanya Tom Yom goong
saja yang enak dan roti mataba nya yang saya temui di pasar cathuchak dan MBK
Mall nya.
Saya dan ros segera packing barang-barang kami dan
belanjaan kami. Perjalanan kali ini sungguh menyenangkan sekali karena saya
bisa mengenal budaya tiap-tiap Negara. Yang pada akhirnya menjadi referensi
saya untuk tulisan ini dan bagi teman-teman saya yang akan berkunjung ke
Thailand. Thailand sungguh indah, buah-buahannya, sayur-mayurnya bagus sekali.
Jika bisa lebih lama mungkin saya bisa menemukan kulinernya yang lebih baik
lagi. Karena kebanyakkan yang saya temui adalah makanan yang menggunakan daging
Babi.
Setelah packing barang, kami berdua pamit dengan
receptionistnya…dan dia mengatakan : “ I hope you enjoy and welcome back here” J kami
berdua pun tersenyum. Kami berdua melanjutkan perjalanan ke bandara, karena
barang bawaan banyak saya dan ros sepakat untuk naik Taxi saja sampai ke
National Stadium. Meski kami berdua sempat di putar-putar dengan supir taxi
untuk di tipu. Tapi yah sudahlah kami ikhlaskan saja. Yang kami berdua
khawatirkan adalah waktu penerbangan kami berdua.
Sampai di bandara pukul 10.00 Siang. Saya dan ros
menunggu flight kami yang akan berangkat pukul 12:25. Sampai akhirnya flight
kami di panggil dan kami siap-siap terbang ke Jakarta J
Welcome Jakarta….. See you Thailand-Bangkok J
Have a Great Trip in here, Thank You…
Thanks To : Tiger Airways, Afwan Zaki,Rosliani my bestie, Ros Mother, And All who involved with the writter….
Thanks To : Tiger Airways, Afwan Zaki,Rosliani my bestie, Ros Mother, And All who involved with the writter….































Tidak ada komentar:
Posting Komentar