Selasa, 08 Oktober 2013

KEMBALI KE AWAL


Mau nulis apa aku juga bingung disini,aku dalam keadaan tidak baik saat ini untuk menulis, jadi  mungkin dengan menulis semuanya akan menjadi lebih baik setidaknya. Di saat yang lain tdk bs mendengar dan tdk bs mengerti apa yang aku rasakan. Hanya merasakan semakin hari semakin sepi itu yang sekarang kurasakan dalam diri ini. Teman-teman semua sudah menikah semua dan sudah semakin sulit untuk bisa di ajak ketemuannya. Menikah….fiuhh…penat rasanya memikirkan ini. Tiap memikirkan hal ini hanya ada air mata mengalir membasahi wajah ini. Lelah rasanya tubuh ini dan fikiran ini. Membawa beban ini. Lebih baik disuruh mencari pekerjaan baru di bandingkan mencari jodoh. Rasanya sudah tidak berdaya lagi untuk memulai sesuatu dari nol.
Tgl 5 oktober kemarin adalah hari ulang tahunku. Harusnya bahagia yang ku rasakan di usiaku 29 tahun. Namun karena teman membawa berita yang mengabarkan tentang mantanku yang pertama akan menikah tanggal 5 oktober rasanya membuat hati ini hancur dan luluh lantak berkeping-keping. Bukan karena tidak ikhlas kepadanya menikah dengan orang lain. Namun kenapa memilih 5 oktober sbg harinya. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ternyata istrinya juga seorang LIBRA. Memiliki zodiac yang sama denganku dan lahirnya 6 oktober. Hancur sudah semua. Membuatku semakin hancur. Mendengar cerita semua itu rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini.
Sampai saat ini aku tidak ada lagi teman dekat yang bisa di bilang pacar. Karena tadinya aku sudah sangat bahagia sekali bertemu dengan seseorang ber inisial AZ, aku tahu AZ mengharap aku untuk bisa mengikat hatinya, akupun juga begitu. Andai dia bisa bersabar sedikit. Maka aku akan berusaha. Setelah putus dengan DS recovery atau pemulihan pada diriku hampir 1 tahun. Aku sudah mengikhlaskannya untuk selama itu. Meski banyak cobaannya saat aku putus dengan DS, karena tidak ada habisnya aku menghukum diriku sendiri, karena jahatnya aku memutuskan dia hanya karena tidak ada kejelasan dalam hubungan kami berdua saat itu. DS terlihat mundur perlahan dan menggantung hubungan kami. Hingga aku mengambil keputusan untuk putusin dia setelah 1 tahun lamanya hubungan kami. 1 tahun aku mengurung diri, 1 tahun setelah putus dengan DS aku jatuh sakit dan harus di rawat, setelah sembuh aku berusaha masih mendekati DS sebelum tahu dia akan menikah. Sulit sekali ku terima kenyataan ini tuhan. Aku sangat sayang padanya namun kenapa dia tidak perjuangkan juga jika sayang padaku. Hingga terbesit pertanyaan, apakan saat awal dia mendekati aku, dia benar2 menyayangi aku. Namun kenapa dia tidak berusaha jika memang sayang. Apa cuma setengah hati dia lakukan ini semua.
1 tahun aku sembuh dari proses recovery untuk badanku, berat badanku turun 7 kilo dari 55 kilo jadi 48 kg. aku menggempur habis tubuhku dengan  senam aerobik, sepedahan sendirian, belanja dan menghabiskan uang dan semuanya. Berusaha melupakan memori yang pernah terjadi. Hingga akhirnya selama 1 tahun itu aku berhasil bisa melewati semuanya. Aku bisa mengendalikan diriku sendiri, emosiku, egoisku, penyesalanku dan belajar ikhlas tentunya. Itu yang tersulit aku hadapi. Karena jujur saja DS adalah pacar pertamaku. Karena aku tidak pernah pacaran sebelumnya. Pernah aku suka dengan seseorang di komplek perumahanku namun sakit hati juga saat di bilang “simpan saja salamnya selama2nya” penolakan yang begitu besar. Itu pertama kalinya aku di tolak pria. Namun itu dulu waktu aku masih SMP, bisa di bilang cinta monyet2an. Namun aku merasa senang saat aku punya pacar pertama yaitu mas DS. Mas DS yang berusaha memperkenalkanku cinta dan sayang, dia sgt sederhana, dan tidk banyak macam-macam. Namun mungkin karena dia pacar pertamaku saat itu emosiku belum stabil. Ego ku masih sangat tinggi sekali, maunya kalau pacaran di jemput terus. Maunya jalan-jalan terus, itu yg ku alami saat itu. Mas DS pernah memberi harapan untuk menikah. Aku tadinya sangat senang luar biasa. Namun ada sekitar 7 bulan kita pacaran aku tidak pernah di kenalkan kepada orang tuanya. Seringkali aku bertanya untuk minta di kenalkan kepada orang tuanya namun DS menolak terus, dan tidak pernah membawaku ke rumahnya. Dengan segala alasan dia lontarkan. Sedih rasanya. Bukan bermaksud mengungkit semua, namun bisa di bilang aku banyak berkorban untuk dia, waktu dan uang banyak aku keluarkan. Namun semua hanya kegagalan yang ku dapatkan. Namun karena ku sayang maka biarlah.
Sampai saatnya aku bertemu dengan AZ kembali setelah beberapa lama tidak pernah bertemu, dia menghilang juga di facebook. Di BBM aku pernah mendelete dia karena dia pernah mengajakku untuk selingkuh saat aku masih pacaran dengan DS. Namun aku berusaha untuk kuat dan Teguh saat aku masih dengan DS. Entah kenapa saat bertemu dengan AZ seperti datang sebuah sinar harapan yang membuatku sangat bahagia. Chemistry yang tersembunyi bahkan putus asa yang aku hadapi sirna. Aku bertemu dengannya di ciputat saat itu. Banyak ujiannya bertemu dengan dia, mulai dari mobil angkot yang lama ngetemnya, terus AZ yang terjebak macet dan tidak tahu jalan. Sampai2 aku yang harus menghampiri AZ ke tempat dia memarkir kendaraannya. Tidak apa. Karena rasa bahagiaku ini baru jalan lagi dengan seorang pria membuat harapan baru bagiku. Aku dan AZ di BBM sering musuhan sering sekali. Sering berbeda pendapat banyak hal. Namun dia sangat jenaka bisa bercanda, lucu. Aku sempat mencari dia lho saat aku mendelete kontaknya. Saat itu papa bawa aku jalan ke mall pluit, lalu lewatin tempat kerja AZ, sebuah stasiun TV, lalu di lintas fikiranku aku teringat dia, pakabr yah sama dia.
Terbesit untuk tahu nomer telpon dia, namun aku lupa untuk bertanya ttg hal ini pada temanku dila. Hingga akhirnya dila sendiri yang memberi tahu kontakku kepada AZ. Dan hingga kita bisa bertemu. Sangat senang menerima sms dri AZ saat dipertemukan kembali. Hingga akhirnya baru bisa ketemu dia pertama kalinya di ciputat. Saat turun dari angkutan umum, AZ sudah ada di luar mobilnya dan jantungku berdegup sangat kencang luar biasa saat itu. Mau copot rasanya. Karena aku akan bertemu dengan pria lagi. Saat ku menyapanya, dia menyapaku dengan lembut. Oh tuhann….apa ini cinta. Aku berusaha untuk tidak panic dan salting saat itu. Meski tdk bisa ku tutupi semua rasa di tubuhku ini. AZ membukakan pintu untukku…so gentleman!!!. Kita berdua pergi ke pondok indah mall, dan saat di perjalanan jantungku masih belum berhenti berdegup kencang. Aku melihat tatapan mata itu, mata dia dan wajahnya yang penuh karisma dalam cara dia berbicara yang santai, tenang dan percaya diri, membuatku meleleh. Dia sangat cool, kerennnn. Semua dingin itu meleleh. Dan sampai aku berkata…ya tuhan..yaa dialah orangnya..pliis..pliiss. jika bisa pliis aku mau dengannya. Aku jatuh cinta lagi pada pandangan pertama. Kita jalan ke pim untuk nonton dan makan, AZ pun bercerita tentang dirinya yang dia katakan dia keras, dia pemarah dll. Dia memberitahu sifat-sifatnya. Tidak hentinya aku memandang senyum itu, dan aku tersipu malu jika dia tersenyum manis seperti itu. Aku tidak bisa berbicara banyak. Dan entah kenapa kegugupanku membuat suaraku ini keluar seperti tweety. Sok manis..oh tuhann aku tdk bisa manis..apa aku bisa. Bagaimana ini. Saat itulah yang ada di fikiranku. AZ mengantarku pulang sampai rumah dan akupun berpamitan padanya.
Tidak hanya itu, dia rela mengantarku ke rumah temanku ros saat aku mau berangkat ke Thailand, dia dtg kerumahku untuk pertama kalinya. Dengan gaya santainya aku sangat menyukainya. Bau harum tubuhnya..membuatku tidak ingin dia beranjak pergi. Ya allah ya tuhan..aku suka dia, aku suka pria ini. Aku benar-benar suka dia. Namun aku takut untuk menyampaikannya. Hingga AZ dtg lagi dan datang lagi ke rumah untuk main dan dia jalan-jalan denganku. Aku suka saat dia bawa minuman coklat Cadbury untukku. Aku merasa dia adalah pelabuhan terakhirku. Selama 1 bulan pendekatan dengannya dan 1 bulan kemudiannya kita jadian. Sungguh sangat senang. Apalagi AZ membawaku ke orang tuanya dan memperkenalkannya pada orang tuanya. Orang tuanya sangat religious dan baik sekali. Belum pernah aku sebahagia ini karena aku bisa di kenalkan oleh orang tuanya secepat ini di banding mas DS, AZ so gentleman. Dia berani kenalkan aku pada org tuanya. Aku fikir dia memang serius untuk menikah.
Namun……semua kembali menjadi debu, semua harapan itu hanya harapan kosong. AZ berubah, menjadi sosok yang sangat membuatku takut. Ada beberapa prinispku yang tdk bisa AZ hargai. Hubunganku dengannya putus lalu nyambung, lalu putus lagi nyambung lagi, sampai akhirnya AZ benar-benar memutuskanku. Aku tidak mengerti dimana salahku, aku mencoba pengertian, memberi waktu baginya, mengorbankan waktu untuknya, tp mungkin gaya pacaranku yg terkesan kolot baginya. Sehingga aku tdk bisa menarik hatinya. Tuhan…aku sedih lagi. Ibarat berharap minum obat untuk bisa sembuh tapi malah sakit lebih parah. Entahlah aku tdk tahu harus bagaimana, namun AZ hanya membangun harapan kosong bagiku. Dia tdk membaca rasa sayangku padanya, mulai dari nasi goreng sebagai permintaan maafku saat itu yang dia bilang berlebihan padahal itu caraku menunjukkan sayang dan peduli padanya, bekal makan siang yg aku bawa untuknya karena aku peduli dia belum makan jd aku masakkin buatnya. Untuk membuatnya saja aku butuh perjuangan ke pasar untuk membeli bahan2nya. Dan semalaman memikirkan menu apa yang dia suka. Dan aku harus keliling toko di Thailand selama 2 jam untuk bsia mendapatkan kaos yang sesuai dengan dirinya. Perjuanganku hanya butiran debu lagi. Dan hubunganku selalu berakhir di malam bulan ramadhan menjelang detik-detik mau lebaran. Kenapa ya allah..kenapa semua terjadi padaku??
Sekarang hanya ada luka yang tertoreh di hati ini. Bukan putus asa lagi yang ada, namun kegelapan di hati ini. Aku sudah malas untuk memulai kembali dari nol. Ada sih pria yg mendekatiku, namun rasa takutku menyerangku. Aku takut untuk memulai kembali. Karena aku takut hanya sekedar kenangan manis yang sampai saat ini tidak bisa ku lupakan. Dan aku tidak suka dengannya pula, kalau aku tidak suka dengan pria lebih baik aku tidak memulainya karena aku tdk mau membangun harapan untuk pria tsb. Aku bukan tipe cewe yang coba2 dan mempermainkan perasaan seseorg, aku juga tdk mudah untuk bisa cinta.
Aku menangis tiap malamku dalam setiap sujudku di waktu solatku, di waktu tidurku di dalam selimut di malamku yang sangat dingin.Karena aku hanya bisa menangis dan mengadu kepada Allah. Karena jujur setelah putus dari AZ tadinya yang ku inginkan adalah menghilang dari dunia ini, sempat aku nyaris kecelakaan motor karena memikirkan ini, karena aku bengong di jalan dan ku pacu kecepatan motorku di atas 100 km / jam di jalan raya. Aku goyah saat itu, aku kehilangan kendali atas diriku. Maafkan aku tuhan…….maafkan aku terlalu lemah untuk hal seperti ini.
Sekarang hanya ada aku dan waktu, entah akan membawa kemana waktu untuk diriku ini. Ku isi waktu kosongku dengan masak, kursus gitar dan kursus menyetir mobil. Semua aku lakukan untuk melupakan semuanya, melupakan rasa sakit ini. Karena aku sadar sekarang, aku hanya dipermainkan oleh pria. Tidak pernah ada cinta yang tulus padaku dan benar-benar cinta dan sayang padaku. Tidak ada cinta bagiku..tidak akan pernah ada! Cukup tulisan ini buktinya. Aku siksa blackberryku dengan tidak mengaktifkannya lagi, ku delete facebook dan twitterku di gadgetku untuk sementara, aku akan kembali lagi ke awal dimana aku tidak pernah bertemu cinta. Karena aku tahu cinta hanya kata berisi 5 huruf tanpa makna, cinta adalah kandungan alcohol yang memabukkan dengan kadar dan jumlah yang melebihi batas, cinta adalah opium yang ku sebut papaver somniferum yaitu kesenangan sesaat dan sakit untuk jangka panjang.
Ya allah ya tuhan..peluk aku..peluk akuu sampai waktu mengambilku kembali. Aku lelah dengan ini semua, aku lelah sendiri, aku lelah dengan kesepianku selama 15 tahun ini, peluk erat aku ya allah…..kuatkan aku sampai rasa ini tiba pada saatnya kembali padamu. Aku benci harus berpura-pura kuat untuk ini semua.untuk segalanya. Di saat orang hanya bisa bertanya : “kapan menikah???” “lo banyak pilih-pilih kali yee” banyak sekali perkataan tersebut yang membuatku aku menarik diriku sendiri. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada diriku ini. Mereka hanya bisa menghakimi. Mungkin menjadi orang baik dan berbuat baik tidak akan bisa di terima untuk selamanya. Sekarang aku tahu, jaman sekarang sulit untuk bisa memilah mana yg baik dan yg tidak, namun kebaikan yang ku buat mungkin tidak akan pernah bernilai bagi mereka. Aku hanya berdoa semoga mereka menyadarinya suatu hari nanti bahwa aku lakukan semua kebaikan itu untuk mereka dengan tulus semuanya. Aku butuh mereka untuk teman hidupku bukan untuk ku manfaatkanL





Tidak ada komentar:

Posting Komentar