Mau nulis apa aku juga bingung disini,aku dalam keadaan tidak
baik saat ini untuk menulis, jadi mungkin dengan menulis semuanya akan menjadi
lebih baik setidaknya. Di saat yang lain tdk bs mendengar dan tdk bs mengerti
apa yang aku rasakan. Hanya merasakan semakin hari semakin sepi itu yang
sekarang kurasakan dalam diri ini. Teman-teman semua sudah menikah semua dan
sudah semakin sulit untuk bisa di ajak ketemuannya. Menikah….fiuhh…penat
rasanya memikirkan ini. Tiap memikirkan hal ini hanya ada air mata mengalir
membasahi wajah ini. Lelah rasanya tubuh ini dan fikiran ini. Membawa beban
ini. Lebih baik disuruh mencari pekerjaan baru di bandingkan mencari jodoh.
Rasanya sudah tidak berdaya lagi untuk memulai sesuatu dari nol.
Tgl 5 oktober kemarin adalah hari ulang tahunku. Harusnya
bahagia yang ku rasakan di usiaku 29 tahun. Namun karena teman membawa berita
yang mengabarkan tentang mantanku yang pertama akan menikah tanggal 5 oktober
rasanya membuat hati ini hancur dan luluh lantak berkeping-keping. Bukan karena
tidak ikhlas kepadanya menikah dengan orang lain. Namun kenapa memilih 5
oktober sbg harinya. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ternyata istrinya
juga seorang LIBRA. Memiliki zodiac yang sama denganku dan lahirnya 6 oktober.
Hancur sudah semua. Membuatku semakin hancur. Mendengar cerita semua itu
rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini.
Sampai saat ini aku tidak ada lagi teman dekat yang bisa di
bilang pacar. Karena tadinya aku sudah sangat bahagia sekali bertemu dengan
seseorang ber inisial AZ, aku tahu AZ mengharap aku untuk bisa mengikat hatinya,
akupun juga begitu. Andai dia bisa bersabar sedikit. Maka aku akan berusaha.
Setelah putus dengan DS recovery atau pemulihan pada diriku hampir 1 tahun. Aku
sudah mengikhlaskannya untuk selama itu. Meski banyak cobaannya saat aku putus
dengan DS, karena tidak ada habisnya aku menghukum diriku sendiri, karena
jahatnya aku memutuskan dia hanya karena tidak ada kejelasan dalam hubungan
kami berdua saat itu. DS terlihat mundur perlahan dan menggantung hubungan
kami. Hingga aku mengambil keputusan untuk putusin dia setelah 1 tahun lamanya
hubungan kami. 1 tahun aku mengurung diri, 1 tahun setelah putus dengan DS aku
jatuh sakit dan harus di rawat, setelah sembuh aku berusaha masih mendekati DS
sebelum tahu dia akan menikah. Sulit sekali ku terima kenyataan ini tuhan. Aku
sangat sayang padanya namun kenapa dia tidak perjuangkan juga jika sayang
padaku. Hingga terbesit pertanyaan, apakan saat awal dia mendekati aku, dia
benar2 menyayangi aku. Namun kenapa dia tidak berusaha jika memang sayang. Apa cuma
setengah hati dia lakukan ini semua.
1 tahun aku sembuh dari proses recovery untuk badanku, berat
badanku turun 7 kilo dari 55 kilo jadi 48 kg. aku menggempur habis tubuhku
dengan senam aerobik, sepedahan
sendirian, belanja dan menghabiskan uang dan semuanya. Berusaha melupakan
memori yang pernah terjadi. Hingga akhirnya selama 1 tahun itu aku berhasil
bisa melewati semuanya. Aku bisa mengendalikan diriku sendiri, emosiku,
egoisku, penyesalanku dan belajar ikhlas tentunya. Itu yang tersulit aku
hadapi. Karena jujur saja DS adalah pacar pertamaku. Karena aku tidak pernah
pacaran sebelumnya. Pernah aku suka dengan seseorang di komplek perumahanku
namun sakit hati juga saat di bilang “simpan saja salamnya selama2nya”
penolakan yang begitu besar. Itu pertama kalinya aku di tolak pria. Namun itu
dulu waktu aku masih SMP, bisa di bilang cinta monyet2an. Namun aku merasa
senang saat aku punya pacar pertama yaitu mas DS. Mas DS yang berusaha
memperkenalkanku cinta dan sayang, dia sgt sederhana, dan tidk banyak
macam-macam. Namun mungkin karena dia pacar pertamaku saat itu emosiku belum
stabil. Ego ku masih sangat tinggi sekali, maunya kalau pacaran di jemput
terus. Maunya jalan-jalan terus, itu yg ku alami saat itu. Mas DS pernah memberi
harapan untuk menikah. Aku tadinya sangat senang luar biasa. Namun ada sekitar
7 bulan kita pacaran aku tidak pernah di kenalkan kepada orang tuanya.
Seringkali aku bertanya untuk minta di kenalkan kepada orang tuanya namun DS
menolak terus, dan tidak pernah membawaku ke rumahnya. Dengan segala alasan dia
lontarkan. Sedih rasanya. Bukan bermaksud mengungkit semua, namun bisa di
bilang aku banyak berkorban untuk dia, waktu dan uang banyak aku keluarkan.
Namun semua hanya kegagalan yang ku dapatkan. Namun karena ku sayang maka
biarlah.
Sampai saatnya aku bertemu dengan AZ kembali setelah beberapa
lama tidak pernah bertemu, dia menghilang juga di facebook. Di BBM aku pernah
mendelete dia karena dia pernah mengajakku untuk selingkuh saat aku masih
pacaran dengan DS. Namun aku berusaha untuk kuat dan Teguh saat aku masih
dengan DS. Entah kenapa saat bertemu dengan AZ seperti datang sebuah sinar
harapan yang membuatku sangat bahagia. Chemistry yang tersembunyi bahkan putus
asa yang aku hadapi sirna. Aku bertemu dengannya di ciputat saat itu. Banyak
ujiannya bertemu dengan dia, mulai dari mobil angkot yang lama ngetemnya, terus
AZ yang terjebak macet dan tidak tahu jalan. Sampai2 aku yang harus menghampiri
AZ ke tempat dia memarkir kendaraannya. Tidak apa. Karena rasa bahagiaku ini
baru jalan lagi dengan seorang pria membuat harapan baru bagiku. Aku dan AZ di
BBM sering musuhan sering sekali. Sering berbeda pendapat banyak hal. Namun dia
sangat jenaka bisa bercanda, lucu. Aku sempat mencari dia lho saat aku
mendelete kontaknya. Saat itu papa bawa aku jalan ke mall pluit, lalu lewatin
tempat kerja AZ, sebuah stasiun TV, lalu di lintas fikiranku aku teringat dia,
pakabr yah sama dia.
Terbesit untuk tahu nomer telpon dia, namun aku lupa untuk
bertanya ttg hal ini pada temanku dila. Hingga akhirnya dila sendiri yang
memberi tahu kontakku kepada AZ. Dan hingga kita bisa bertemu. Sangat senang
menerima sms dri AZ saat dipertemukan kembali. Hingga akhirnya baru bisa ketemu
dia pertama kalinya di ciputat. Saat turun dari angkutan umum, AZ sudah ada di
luar mobilnya dan jantungku berdegup sangat kencang luar biasa saat itu. Mau
copot rasanya. Karena aku akan bertemu dengan pria lagi. Saat ku menyapanya, dia
menyapaku dengan lembut. Oh tuhann….apa ini cinta. Aku berusaha untuk tidak
panic dan salting saat itu. Meski tdk bisa ku tutupi semua rasa di tubuhku ini.
AZ membukakan pintu untukku…so gentleman!!!. Kita berdua pergi ke pondok indah
mall, dan saat di perjalanan jantungku masih belum berhenti berdegup kencang.
Aku melihat tatapan mata itu, mata dia dan wajahnya yang penuh karisma dalam
cara dia berbicara yang santai, tenang dan percaya diri, membuatku meleleh. Dia
sangat cool, kerennnn. Semua dingin itu meleleh. Dan sampai aku berkata…ya
tuhan..yaa dialah orangnya..pliis..pliiss. jika bisa pliis aku mau dengannya.
Aku jatuh cinta lagi pada pandangan pertama. Kita jalan ke pim untuk nonton dan
makan, AZ pun bercerita tentang dirinya yang dia katakan dia keras, dia pemarah
dll. Dia memberitahu sifat-sifatnya. Tidak hentinya aku memandang senyum itu,
dan aku tersipu malu jika dia tersenyum manis seperti itu. Aku tidak bisa
berbicara banyak. Dan entah kenapa kegugupanku membuat suaraku ini keluar
seperti tweety. Sok manis..oh tuhann aku tdk bisa manis..apa aku bisa.
Bagaimana ini. Saat itulah yang ada di fikiranku. AZ mengantarku pulang sampai
rumah dan akupun berpamitan padanya.
Tidak hanya itu, dia rela mengantarku ke rumah temanku ros
saat aku mau berangkat ke Thailand, dia dtg kerumahku untuk pertama kalinya.
Dengan gaya santainya aku sangat menyukainya. Bau harum tubuhnya..membuatku
tidak ingin dia beranjak pergi. Ya allah ya tuhan..aku suka dia, aku suka pria
ini. Aku benar-benar suka dia. Namun aku takut untuk menyampaikannya. Hingga AZ
dtg lagi dan datang lagi ke rumah untuk main dan dia jalan-jalan denganku. Aku
suka saat dia bawa minuman coklat Cadbury untukku. Aku merasa dia adalah
pelabuhan terakhirku. Selama 1 bulan pendekatan dengannya dan 1 bulan kemudiannya
kita jadian. Sungguh sangat senang. Apalagi AZ membawaku ke orang tuanya dan
memperkenalkannya pada orang tuanya. Orang tuanya sangat religious dan baik
sekali. Belum pernah aku sebahagia ini karena aku bisa di kenalkan oleh orang
tuanya secepat ini di banding mas DS, AZ so gentleman. Dia berani kenalkan aku
pada org tuanya. Aku fikir dia memang serius untuk menikah.
Namun……semua kembali menjadi debu, semua harapan itu hanya
harapan kosong. AZ berubah, menjadi sosok yang sangat membuatku takut. Ada
beberapa prinispku yang tdk bisa AZ hargai. Hubunganku dengannya putus lalu
nyambung, lalu putus lagi nyambung lagi, sampai akhirnya AZ benar-benar
memutuskanku. Aku tidak mengerti dimana salahku, aku mencoba pengertian,
memberi waktu baginya, mengorbankan waktu untuknya, tp mungkin gaya pacaranku
yg terkesan kolot baginya. Sehingga aku tdk bisa menarik hatinya. Tuhan…aku
sedih lagi. Ibarat berharap minum obat untuk bisa sembuh tapi malah sakit lebih
parah. Entahlah aku tdk tahu harus bagaimana, namun AZ hanya membangun harapan
kosong bagiku. Dia tdk membaca rasa sayangku padanya, mulai dari nasi goreng
sebagai permintaan maafku saat itu yang dia bilang berlebihan padahal itu
caraku menunjukkan sayang dan peduli padanya, bekal makan siang yg aku bawa untuknya
karena aku peduli dia belum makan jd aku masakkin buatnya. Untuk membuatnya
saja aku butuh perjuangan ke pasar untuk membeli bahan2nya. Dan semalaman
memikirkan menu apa yang dia suka. Dan aku harus keliling toko di Thailand
selama 2 jam untuk bsia mendapatkan kaos yang sesuai dengan dirinya.
Perjuanganku hanya butiran debu lagi. Dan hubunganku selalu berakhir di malam
bulan ramadhan menjelang detik-detik mau lebaran. Kenapa ya allah..kenapa semua
terjadi padaku??
Sekarang hanya ada luka yang tertoreh di hati ini. Bukan
putus asa lagi yang ada, namun kegelapan di hati ini. Aku sudah malas untuk
memulai kembali dari nol. Ada sih pria yg mendekatiku, namun rasa takutku
menyerangku. Aku takut untuk memulai kembali. Karena aku takut hanya sekedar
kenangan manis yang sampai saat ini tidak bisa ku lupakan. Dan aku tidak suka
dengannya pula, kalau aku tidak suka dengan pria lebih baik aku tidak
memulainya karena aku tdk mau membangun harapan untuk pria tsb. Aku bukan tipe
cewe yang coba2 dan mempermainkan perasaan seseorg, aku juga tdk mudah untuk
bisa cinta.
Aku menangis tiap malamku dalam setiap sujudku di waktu
solatku, di waktu tidurku di dalam selimut di malamku yang sangat dingin.Karena
aku hanya bisa menangis dan mengadu kepada Allah. Karena jujur setelah putus
dari AZ tadinya yang ku inginkan adalah menghilang dari dunia ini, sempat aku
nyaris kecelakaan motor karena memikirkan ini, karena aku bengong di jalan dan
ku pacu kecepatan motorku di atas 100 km / jam di jalan raya. Aku goyah saat
itu, aku kehilangan kendali atas diriku. Maafkan aku tuhan…….maafkan aku
terlalu lemah untuk hal seperti ini.
Sekarang hanya ada aku dan waktu, entah akan membawa kemana
waktu untuk diriku ini. Ku isi waktu kosongku dengan masak, kursus gitar dan
kursus menyetir mobil. Semua aku lakukan untuk melupakan semuanya, melupakan
rasa sakit ini. Karena aku sadar sekarang, aku hanya dipermainkan oleh pria.
Tidak pernah ada cinta yang tulus padaku dan benar-benar cinta dan sayang
padaku. Tidak ada cinta bagiku..tidak akan pernah ada! Cukup tulisan ini
buktinya. Aku siksa blackberryku dengan tidak mengaktifkannya lagi, ku delete
facebook dan twitterku di gadgetku untuk sementara, aku akan kembali lagi ke
awal dimana aku tidak pernah bertemu cinta. Karena aku tahu cinta hanya kata
berisi 5 huruf tanpa makna, cinta adalah kandungan alcohol yang memabukkan
dengan kadar dan jumlah yang melebihi batas, cinta adalah opium yang ku sebut papaver
somniferum yaitu kesenangan sesaat dan sakit untuk jangka panjang.
Ya allah ya tuhan..peluk aku..peluk akuu sampai waktu
mengambilku kembali. Aku lelah dengan ini semua, aku lelah sendiri, aku lelah
dengan kesepianku selama 15 tahun ini, peluk erat aku ya allah…..kuatkan aku
sampai rasa ini tiba pada saatnya kembali padamu. Aku benci harus berpura-pura
kuat untuk ini semua.untuk segalanya. Di saat orang hanya bisa bertanya :
“kapan menikah???” “lo banyak pilih-pilih kali yee” banyak sekali perkataan
tersebut yang membuatku aku menarik diriku sendiri. Mereka tidak tahu apa yang
terjadi pada diriku ini. Mereka hanya bisa menghakimi. Mungkin menjadi orang
baik dan berbuat baik tidak akan bisa di terima untuk selamanya. Sekarang aku
tahu, jaman sekarang sulit untuk bisa memilah mana yg baik dan yg tidak, namun
kebaikan yang ku buat mungkin tidak akan pernah bernilai bagi mereka. Aku hanya
berdoa semoga mereka menyadarinya suatu hari nanti bahwa aku lakukan semua
kebaikan itu untuk mereka dengan tulus semuanya. Aku butuh mereka untuk teman
hidupku bukan untuk ku manfaatkanL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar