Rabu, 18 September 2013

SEMARANG – PERJALANAN BISNIS DAN LIBURAN



Travelling…itulah hal pertama yang terbesit di pikiran saya saat mulai bekerja. Impian saya dari dulu adalah jalan-jalan. Karena dulu lebih sering di ajak jalan sama keluarga ku hanya ke mall saja atau sekitar bogor atau bandung rasanya sangat bosan juga, sehingga saat saya mulai bekerja di PT huawei Tech Investment saya membulatkan tekad untuk bisa mengumpulkan uang demi keliling dunia dan keliling indonesia.
Saya adalah orang yang sangat menyukai mengenal kebudayaan masing-masing daerah atau kebudayaan Negara lain, jadi teringat kalau dulu saya pernah menang kuis dari lomba menulis di majalah, kuisnya menulis mengenai negara yang sangat ingin di kunjungi dan kenapa ingin mengunjungi Negara tersebut. Tidak disangka juga bisa menang kuis tersebut dan mendapat hadiah yang menarik. Dulu di kuis saya menulis tentang Negara irlandia, karena ingin banget rasanya ke irlandia yang merupakan Negara jajahan inggris.
Kenapa memilih irlandia karena memang udaranya sangat sejuk, pemandangannya pegunungan, pemukiman warga yg berbukit hijau nan asri dan pekerjaan warga setempat adalah petani dan beternak. Dulu pengen banget ke ireland karena saya dulu sangat suka grup band bernama westlife. Jadinya termotivasi ingin kesini. Dan ternyata dari tulisan saya bukan hanya sekedar tulisan, saya bisa mewujudkan impian saya untuk bisa travelling. Trip perdana saya saat sudah bekerja adalah semarang.
Saat itu ke semarang karena dalam rangka pekerjaan kantor juga. Di mana saya di percaya oleh boss saya untuk mengecheck salah satu warehouse kami yang ada di semarang. Saya pergi dengan teman kantor saya yang merupakan bagian partner kerja juga namanya mbak dina dari department finance. Mbak dina bertugas untuk membantu department kami dalam pengecheckan jumlah barang-barang perusahaan kami yang terdapat di warehouse semarang.
Awal pagi yang sangat indah, pesawat kami pukul 09.00 pagi dengan maskapai Garuda Indonesia saat itu. Orang tua saya mengantar sampai bandara soekarno hatta, wajah mereka terlihat sangat bahagia melihat putrinya melakukan perjalanan dinas untuk yang pertama kalinya. Maklum saya adalah anak yang sangat di harapkan bisa sukses untuk karir saya oleh kedua orang tua saya, secara adik-adik saya masih sulit untuk bisa di percayakan dalam pekerjaan. Dan mereka sangat senang karena saya bisa menjadi bukti kesuksesan itu, meski secara saya pribadi belum bisa mengatakan saya sukses. Namun saya tetap bersyukur dengan yang sudah saya lakukan sejauh ini.
Saya bertemu mbak dina di bandara dan kami berdua langsung check in sebelum siap-siap boarding ke dalam pesawat, dan saya seraya pamit kepada orang tua. Selama di perjalanan saya ngobrol banyak hal dengan mbak dina, seputar planning kerjaan kita disana,dan mbak dina juga menambahkan bahwa kerjanya harus cepat git, setelah itu kita bisa punya waktu untuk jalan-jalan deh. Ide mbak dina bagus juga hehe…
Perjalanan ke semarang memakan waktu kurang lebih satu jam setengah, sesampainya di bandara Achmad Yani-semarang kami berdua di jemput oleh supir dari kantor kami di semarang. Yang akhirnya mengantar kami ke hotel. Hotel tempat kami berdua tinggal namanya hotel surya, letaknya di jalan imam bonjol No. 28 semarang, dekat dengan stasiun kereta api poncol belakang jalan pemuda. Namanya juga hotel murah yah..tapi fasilitas tidak kalah dengan hotel berbintang 3 atau 5 lainnya. Kalau menurut saya pribadi hotelnya cukup bagus kok. Dan kita juga dapat breakfast untuk besok pagi.
Kami berdua lalu istirahat di hotel dan mulai bekerja ke warehouse pada sore hari nya sampai malam. Malamnya niatnya mau kongkow sm mbak dina di simpang lima (Kawasan tempat jualan makanan di semarang yang terkenal) Tapi sungguh sayang, malam itu hujan deras jadi kami hanya bisa makan di hotel. Keesokan paginya kami berkemas-kemas untuk kembali ke Jakarta namun kami pergi ke warehouse dulu untuk melakukan pengecheckan ulang. Siangnya kami menyempatkan diri jalan-jalan ke lawang sewu, tugu pemuda dan pandanaran. Pandanaran merupakan tempat penjualan oleh-oleh di semarang yang terkenal. Cuaca siang itu sangat panas sekali, saat siang itu kami ke lawang sewu, bangunan tua yang di kenal sebagai bangunan perkeretaapian dulunya. Dulunya ini di tempati oleh tentara jepang sejarahnya begitu. Dan yang saya dengar dari kisahnya juga kalau bangunan ini memiliki unsur mistik alias menyeramkan (berhantu).
Kami menyempatkan berfoto di depan lawang sewu dan tugu pemuda meski cuaca sangat panas. Setelah ke lawang sewu dan tugu pemuda, pak supir membawa kami ke pandanaran untuk beli oleh-oleh. Maklum kalau jalan-jalan tidak bawa apa-apa rasanya tidak lengkap yah. Oleh-oleh khas semarang adalah bandeng presto, tahu baso, lumpia , wingko babat dan moci wijen yg terkenal. Namun saat itu saya hanya membeli tahu baso, bandeng presto, wingko babat,  dan moci wijen. Setelah membeli oleh-oleh kami berdua langsung menuju bandara dan kembali pulang ke Jakarta dengan penerbangan Garuda waktu sore hari dan malamnya kami berdua tiba di Jakarta.
Meski hanya 2 hari perjalanan dinas kami namun itu sungguh menyenangkan karena bekerja dan juga bisa jalan-jalan. Pengalaman yang luar biasa, karena bisa menambah pengetahuan akan pekerjaan dan bisa menambah pengetahuan juga untuk lainnya. J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar