Jalan-jalan
adalah hal yang sangat menyenangkan, jalan –jalan merupakan cara menghabiskan
waktu untuk bisa santai, ngobrol bersama
teman-teman atau keluarga. Tempat-tempat seperti Mall, café, restoran,tempat
hiburan seperti arena permainan bahkan tempat wisata lainnya baik di Jakarta
ataupun di luar kota sering di kunjungi
untuk bisa sekedar melepas aktivitas berat yang selama ini di jalankan.
Jalan- jalan itu perlu lho guys, karena selama ini kita menjalankan aktivitas
seperti bekerja, penuh dengan kesibukan di kantor dimana stress kadang melanda,
jalan-jalan merupakan obat penyejuk untuk menyegarkan kembali diri kita setelah
melakukan aktivitas tersebut.
Selain itu pula
jalan-jalan juga bisa memberikan manfaat yang baik, menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai apapun. Karena ketika kita pergi jalan-jalan kita
berkumpul dengan teman-teman atau keluarga, bercerita, sharing banyak hal yang
belum pernah kita ketahui, bercanda gurau dengan teman ataupun keluarga.
Jalan-jalan juga tempat kita bisa membangun komunikasi dan menjalin
silaturrahmi karena terkadang jalan-jalan itu bisa menambah banyak kenalan
teman juga lho.
saya suka juga lho
jalan-jalan, selain ke mall, café, restoran atau tempat lainnya saya juga suka
tuh jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri. Kalau keluar kota saya sudah
pernah mengunjungi bogor, bandung, garut, lembang, semarang, solo, dan batam.
Nah kalau keluar negeri jujur saya belum pernah, tapi trip pertama saya keluar
negeri baru di mulai November 2012 tahun lalu. Lebih tepatnya tanggal 03 sampai
dengan 05 November 2012
Gak
disangka-sangka lho bisa liburan keluar negeri dengan biaya backpacker yang
murah meriah dan gak abisin banyak uang. Trip pertama saya keluar negeri adalah
ke Malaysia, saat itu dapat tiket murah dengan maskapai Air Asia hanya dengan
tiket PP Rp. 400.000 rupiah. Bayangkann!!! Hehe saya aja gak percaya lho
awalnya bisa pergi ngeTrip keluar negeri semurah itu. Saat itu saya pergi
bertiga bersama teman saya Ros dan Kania teman kantor lama saya. Kenapa pilih
Malaysia?? Kenapa gak pilih Negara lain sih…itu yang banyak diucapkan
temen-temen. Saya Cuma bisa bilang…”yaa penasaran aja sama negeri jiran yang
banyak di bicarakan orang ini” sebagus apa sih emang negaranya, apa emang
negeri ini the truly Asia seperti slogannya.
Penerbangan kami
saat itu siang hari pukul 11.30 WIB pada tanggal 03 Nov 2012 hari sabtu, temen-temen
saya ros sama kania sudah menunggu di bandara. Dengan tas ransel (backpack)
masing-masing kami let’s go to Malaysia…perdana niyh penerbangan internasional
saya. Maklum deh ya..agak-agak norak naik pesawat mungkin karena terlalu
kesenengan banget hehe. Secara ini jalan-jalan / trip pertama saya untuk kelas
internasional bersama teman-teman saya. Seneng banget soalnya banyak bule-bule
yang juga naik satu pesawat dengan kami. Jadi berasa gimanaaa gtu loh.
Sampai di
bandara Malaysia LCCT saat itu sore hari pukul 2.30 PM, perut kami bertiga
terasa lapar. Bingung mau cari makan apa karena restorannya tidak ada yang kami
kenal. Takut salah makan tidak halal bahaya khan. Untungnya Malaysia tidak
seperti Thailand (trip kedua saya, nanti saya akan ceritakan di tulisan
selanjutnya) di Malaysia masih banyak restoran muslim. Tapi saat di bandara
Malaysia saat itu kami memilih yang pasti saja yaitu Mcdonald. Ada yang berbeda
Mcdonald Indonesia dengan Mcdonald Malaysia, tipe makanannya, menu paketnya dan
pelayanannya. Saat itu kebanyakkan saya lihat banyak yang memesan cheese burger
dan minumnya milkshake. Kebanyakkan semua orang ordernya milkshake. Jarang saya
temui pesan minuman soda, menu paketnya pun juga tidak sama seperti di
Indonesia. Selain itu burger yang mereka makan bentuknya besar-besar big Mac
gtu deh. Yang lucunya adalah kemasan Salt dan peppernya..sumpah irit banget
orang Malaysia ini. Kemasan salt and peppernya kecil. Saya dan teman-teman
pesan menu Ala chart (menu bukan paket) cheese burger, Milkshake, mineral water
dan kentang goreng. Kalau di total harganya Rp 13.75 RM, di rupiahkan kurang
lebih sekitar lima puluh ribu rupiah.
Setelah makan,
kami langsung mencari bis yang menuju ke penginapan kami. Kami menginap di
Tunes Hotel, hotel milik Air Asia. Yang letaknya berada di jalan tuanku Abdul
Rahman. Kami bertiga menaiki transport bus warna kuning (lupa namanya) hehe,
yang mengantar kami untuk sampai ke tempat Monorail, karena jalan menuju hotel
kami harus naik bis dan Monorail terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan di dalam
bis kami melihat suasana jalan Malaysia. Luar biasa tidak macet seperti di
Indonesia. Semua terasa cepat. Bahkan sepanjang jalan juga rapih tidak kami
temui sampah-sampah berserakan di jalan. Di dalam bis kami berkenalan dengan
warga Malaysia yang keturunan Chinese, kita ngobrol dan bertanya-tanya,
orangnya sangat ramah dan ternyata bapak ini kerjanya di Indonesia lho, di
Kalimantan. Dia bekerja di Project Mining, semacam perusahaan batu bara
sepertinya. Bapaknya memberitahu kami stasiun Monorail untuk menuju jalan medan
Tuanku. Setibanya di station bis, kami langsung menuju ke station Monorail
(semacam kereta cepat tapi jalurnya di atas).
Kami membeli
tiket Monorail, dan lucunya kami tidak mendapat tiket pas kami membayar tapi
semacam pin magnet. Rupanya itu tiket untuk naik Monorailnya. Wow keren….Pin
magnet ini nantinya sebagai bukti untuk masuk dan keluar dari monorail, jadinya
tertib dan tidak ada pemalsuan tiket seperti di Indonesia hehe. Semuanya tertib
dan disiplin. Bahkan pada masing-masing pintu masuk monorail ada petugas yang
mengawasi. Memang hebat penduduk Malaysia ini, hebatnya orang luar seperti ini
mereka rapih, tertib, antri, jika monorail sudah penuh mereka tidak memaksakan
masuk. Namun mereka antri untuk menunggu monorail selanjutnya.
Awesome!!!
Akhirnya kami
masuk ke monorail setelah monorail kedua datang, pintu langsung tertutup
otomatis jika sudah menunggu selama 15 menit. Monorail pun jalan dengan
cepat….wusshhhh. sepanjang perjalanan di monorail saya dan teman-teman melihat
pemandangan kota Negara tersebut, semuanya dari atas bisa terlihat. Benar-benar
struktur yang rapih, tidak ada pemukiman kumuh dan semua gedung-gedung tinggi,
masjid yang bagus, mall yang mewah. Monorial berhenti dari halte ke halte, nama
haltenya lucu-lucu, ada halte raja chulam, bukit bintang, dll.
Akhirnya kami
berhenti di pemberhentian kami di halte medan Tuanku. Keluar dari monorail
langsung kami di guyur hujan. Hmm…penyambutan yang luar biasa mana saya lupa
bawa payung. Akhirnya nebeng sama temen deh payungannya. Kami bertiga masih
harus jalan sedikit, hotel kami sudah terlihat dari halte monorail kami tadi.
Di sepanjang jalan, kami foto-foto, apalagi kalau ada tulisan bahasa melayu
Malaysia yang lucu-lucu, kami menemukan tulisan seperti “laluan sehala” gedung dengan tulisan “ Jabatan Hal Enwal Veteran ATM (Kementrian Pertahanan) “Ketibaan kereta” dll. Bahasa yang kami
sulit mengerti sekali dan kadang buat kami bertiga tertawa dan senyum-senyum
sendiri hehe.
Setelah sampai
di hotel kami check in dan istirahat sebentar, saat itu kami sampai sore
hari. Setelah istirahat, kami mandi dan
siap-siap melancong lagi. Kami pergi ke pasar malam Malaysia, yang dimana
banyak penjual menjajakan dagangan seperti pakaian, aksesoris, sepatu dll yang
menurut kita sama seperti tanah abang blok F yang baru di gusur waktu itu hehe.
Benar-benar kaki lima, selain pakaian, aksesoris dan sepatu ada juga penjual
yang jual makanan, mulai dari sate-sate, gorengan, es, minuman-minuman, bahkan
ada yang menjual nasi lemak dan nasi briyani. Karena jam sudah malam akhirnya
kami memutuskan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan, cuaca saat itu masih
hujan lho…jadi makan nasi lemak dan briyani nya agak basah-basahan haha…..tapi
seruu karena ini pengalaman ngetrip luar negeri pertama kali dan di tambah
cuaca yang tidak mendukung. Karena memang sudah masuk musim hujan.
Nasi lemak nya
alias nasi uduk kayanya sama kaya di Indonesia, masih TOP BGT di Indonesia
donks. Bumbu kita lebih wokeh di banding nasi lemak di Malaysia. Nasi lemak di
jual dengan harga sekitar Rp. 20.000-an isinya nasi lemak,potongan telur
setengah, ayam dan sambel. Untuk nasi briyani juga di jual dengan harga yang
sama, namun isinya berbeda, isi nasi briyani, nasi kuning, acar dari wortel dan
ketimun yang di gulai dengan ayam dan di beri kuah gulai. Agak eneg kalau nasi
briyani karena jujur saya sendiri tidak suka, namun saya harus tetap makan
supaya tidak sakit saat ngetrip. Setelah makan kami lanjutkan perjalanan lagi
menuju ke dalam pasar, di dalamnya kami menemukan masjid india, trus mampir
untuk foto-foto sebentar, dan langsung lanjut lagi ke dalam pasar.
Pedagang
bersorak sorai menawarkan dagangannya dengan khas bahasa mereka, kalau di tanah
abang ibaratnya “ mampir kakakk…boleh kakak kaosnya….murah murah kakakkk.
Sepuluh ribu 3 kakakk” begitu kali tuh teriakan pedagangnya. Secara bahasa
mereka saja bikin kita senyum pengen ketawa. Tapi kita tahan karena takut di
anggap tidak sopan. Setelah berjalan menyusuri pasar malam tersebut akhirnya
kami melihat mesjid jameek. Mesjid besar di Malaysia yang terkenal. Tapi sayang
masjid dalam renovasi jadi kami tiba bisa solat disana. Akhirnya hanya bisa
foto-foto saja di depan gerbang.
Tadinya kami
ingin lanjut ke central market malam itu, tapi karena cuaca tidak mendukung
akhirnya kami harus kembali ke hotel. FYI kalau ke Malaysia lebih baik gunakan
transport bus umum saja, karena kalau taxi kata warga setempat agak rawan untuk
turis apalagi kalau malam hari. Jadinya kami bertiga kembali ke tempat kami
lewat jalur semula tadi, berjalan kaki. Karena tidak jauh dari hotel tempat
yang kami jalanin tadi menuju hotel.
Esok pagi
harinya hari kedua trip kami Minggu 04 November 2012, kami bertiga bersiap-siap
kembali untuk pergi ke batu caves dan genting highland (tempat casino judi),
hari itu sangat beruntung karena saya punya teman kantor yang orang Malaysia namanya
Yap Wee seong, Wee Seong sangat
baik, karena saya menggunakan blackberry saat itu akses internet agak sulit di
Malaysia, jadi mengharuskan saya membayar untuk WIFI, karena supaya BBM saya tetap
ON di hotel. Wee Seong menghubungi saya di hotel melalui Facebook chat, makanya
Wee Seong datang pagi-pagi ke hotel saya untuk mengajak keliling Malaysia.
Syukur alhamdulilah banget punya teman dari Negara luar, mereka baik sekali.
Saya bertemu wee seong di lobby hotel dan sarapan dulu bersama dengan 2 org
teman saya. Wee seong hari itu sebenarnya masuk kerja. Wee seong ini bekerja di
kantor yang sama seperti saya namun beda cabang, dia di Malaysia Representative
Office karena memang dia orang malaysia.
Dengan mobil
pribadinya saya, wee seong, ros dan kania meluncur ke batu caves. Batu caves
letaknya agak jauh dari hotel kami. Batu caves adalah kuil sembahyang
orang-orang india, di dalamnya ada patung besar terbuat dari emas. Lalu di
atasnya ada monyet-monyet penunggu gua tersebut. Malaysia adalah Negara yang
mayoritas penduduknya keturunan india dan Chinese, untuk warga lokalnya sendiri
kami jarang menemukan yang asli Malaysia.
Perjalanan kami
menuju ke batu caves tidak sampai satu jam, akhirnya kami berempat tiba di batu
caves. Di batu caves kami member makan burung dara yang beterbangan liar bebas,
banyak juga turis yang memberi makan burung. Tadinya kami berempat mau naik ke
atas bukitnya, namun melihat penuh orang dan tangganya banyak banget sedangkan
waktu kami terbatas jadi kami tidak naik ke atas. Cukup di bawah saja
berfoto-foto dengan patung emas tersebut. Saat sedang asyik foto-foto, seorang
wanita india datang menghampiri kami menawarkan dagangannya yang berupa
aksesoris india, seperti kalung, gelang, gelang kaki, cincin dll. Agak memaksa
memang jualannya, harus hati-hati disini, kalau tidak pintar nawar bisa rugi
deh. Karena si wanita ini agak memaksa sekali jualannya.
Saya tadinya
tidak mau membeli namun tiba-tiba wanita india itu memakaikan gelang kaki warna
biru ke kaki saya. Wow…sungguh kaget. Dan akhirnya saya harus membayar untuk
gelang kaki sekitar 30 rbuanL.
Tidak lama di batu caves, yap wee seong mau mengantar kami ke genting highland.
Sebelum ke genting, kami di ajak makan oleh yap wee seong di Gombak, di sana ada restoran melayu,
namanya “LEHA KELFOOD” restorannya.
Nah, ini makanannya enak dan banyak pilihan. Mirip di Indonesia. Jadinya saya
sama teman-teman bisa makan dengan lahapnya. Karena menu yang di sajikan
seperti prasmanan dengan pilihan lauk yang macam-macam, hampir miriplah di
Indonesia. Saat itu saya pilih nasi putih, sayur semacam sayur kimlo, daging
yang di suwir2 pedas, udang balado dan sambal. Jadi curiga jangan-jangan
restoran ini punya orang Indonesia. Karena pas saya cicipi rasanya mirip rasa
Indonesia hehe. Minumannya saya pilih teh kosong (teh O) tapi tehnya pakai susu
semacam the tarik. Enak juga.
Setelah makan di
leha kelfood, kami melanjutkan perjalanan ke genting, wee seong antar kami ke
Loket genting yang ada di Gombak. Kami bertiga beli tiket bis dan kereta
gantung untuk ke genting. Dari Gombak kami harus naik bis dulu, karena lokasi
genting naik ke perbukitan. Mirip seperti jalan di puncak deh. Wee seong anter
kami hanya sampai Gombak dan dia pergi bekerja ke kantornya. Akhirnya setelah menunggu cukup lama akhirnya
bis kami datang, langsung kami naik ke bis dan berangkattt capcuss. Bisnya
bagus lho…seperti bis eksekutif gtu. Sepanjang perjalanan kami menikmati
pemandangan. Mirip puncak lho. Seneng deh…
Akhirnya tidak
berapa lama bis kami sampai juga, untuk menuju ke genting highlandnya kami
harus naik kereta gantung, lalu kami ikutan antri bersama dengan yang lainnya.
Satu per satu kereta gantung bermunculan dan mulai di naiki oleh penumpang yang
sudah mengantri. Giliran kami bertiga naik ke kereta gantung selanjutnya.
Sebelum pintu kereta gantung di tutup kami bertiga di foto dulu.
Cheezz….jeprett!! lalu kereta gantung di tutup dan mulai naik ke atas
perbukitan. Seperti naik kereta gantung di TMII loh tapi ini lebih panjang dan
medan di bawahnya itu hutan belantara pegunungan yang di tutupi
kabut..dinginnn.
Sampai di atas
baru deh kita masuk ke wilayah genting highland nya. Di dalamnya itu ada
toko-toko yang berjualan coklat, aksesoris, toko teh, dan ada juga KASINO (meja
judi). Genting memang terkenal akan pusat judi nya. Kalau mau masuk ke kasino
passport di periksa oleh petugas setempat. Di genting kita ada sekitar 3 jam,
setelah itu kita kembali ke Gombak dan makan cemilan sebentar di Gombak dan
kita mulai lagi perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Mallnya Kuala Lumpur
yang terkenal yaitu mall Suria dan gedung petronas.
Cuaca masih
hujan deras. Hugh menyebalkan. Karena kita takut drop saja kondisi badan. Jalan
perjalanan menuju petronas kita harus naik Rapid KL atau kereta cepat subway.
Semacam monorail tapi ini di bawah. Hingga akhirnya sampai ke petronas.
Petronas adalah 2 menara kembar yang terkenal di KL-Malaysia. Untuk mengambil
foto harus dari jauh. Meski hujan juga kita tetap jalani untuk berfoto ria. Di
petronas ini kita agak lama juga bahkan sampai malam masih terlihat ramai.
Karena memang bagusnya berfoto di petronas ini pada malam hari. Mall suria
letaknya di samping mall petronas di sini kami mampir sebentar untuk makan dan
membeli oleh-oleh berupa coklat.
Setelah dari
Mall Suria dan petronas kami langsung menuju Rapid KL Station untuk kembali ke
Hotel kami untuk istirahat serta packing-packing karena besok sorenya kami
sudah harus kembali ke Jakarta. Di dalam hotel perut kami kembali lapar, karena
cuaca KL saat itu benar-benar di guyur hujan deras sekali. Jadi saya, ros dan
kania ke cafeteria bawah untuk sekedar ngopi-ngopi atau makan mie instan sambil
menikmati pemandangan luar hotel saat itu.
Lumayan banyak juga turis asal Indonesia yang menginap di Hotel Air Asia
ini, meski yaa…hotelnya cukup sederhana dan apa-apa bayar, termasuk untuk dapat
akses WI fi saja saya harus mengocek beberapa ringgit saat itu untuk tetap bisa
berkomunikasi dengan keluarga di Jakarta. Setelah makan di cafeteria, akhirnya
kami bertiga kembali ke atas untuk tidur supaya besok badan kembali fit saat
pulang kembali ke Jakarta.
Pagi harinya di
hari ketiga ini tanggal 05 Nov 2012 hari senin dan merupakan hari terakhir
kami, kami berkemas-kemas, penerbangan kami sore hari pukul 17:10 PM, paginya
kami sarapan dulu sebelum kami ke pemberhentian terakhir yaitu central market,
dan mall bukit bintang. Saat itu kita bertiga check out dari hotel pukul 10
pagi, tas ransel dan carriel kami sudah penuh dengan beberapa belanjaan yang kami
beli, namun masih belum cukup rasanya jika belum membeli beberapa souvenir
seperti key chain dengan gambar-gambar Khas Malaysia. Souvenir tersebut di jual
di central market atau lebih di kenal dengan nama pasar seni. Jadi kami menuju
ke sana namun sebelum ke central market, kami penasaran dengan bukit bintang
mall, mall yang menjual barang-barang branded.
Sehingga kami
bertiga melangkahkan kaki ke bukit bintang mall dengan transport MRT. Ini hari
senin, MRT cukup penuh karena bertepatan dengan karyawan-karyawan yang bekerja.
Jadi kami harus menunggu extra sabar untuk kedatangan MRT Selanjutnya. Kami
membiarkan warga Malaysia yang akan bekerja terlebih dahulu untuk naik. Selagi
menunggu MRT kita seperti biasa foto-foto narsis nan alay haha, Sampai pada akhirnya
datang MRT selanjutnya. Perjalanan membawa kami bertiga ke bukit bintang, tidak
begitu lama untuk sampai ke bukit bintang, hanya 20 menit perjalanannya. Karena
cukup dekat dan cepat dengan MRT.
Sampai di bukit
bintang kami melihat-lihat sekitar, banyak restoran, tempat penjualan, mirip
seperti ITC kalau menurut saya, tapi ini lebih kerennya. Tapi sayang
toko-tokonya belum buka, jadinya kami bertiga tidak begitu lama disana.
Dari bukit
bintang, kami lanjutkan perjalanan ke pasar seni (Central Market), MRT pun
membawa kami bertiga kembali. Punggung saya sudah terasa nyeri, karena ini
pertama kalinya saya berpetualang membawa beban berat dengan tas ransel saya
yang super besar. Apalagi membawa carriel yah, tas untuk pendaki gunung. Maklum
belum terbiasa. Tapi nanti pasti akan terbiasa deh kalau sering jalan membawa
tas backpack. Inilah yang di sebut backpack seninya disitu, tapi menyenangkan.
Sampai pada akhirnya MRT sampai di central market, kami harus berjalan sedikit
menuju kesana. Disini lebih keren lagi pemandangannya, karena central market
ternyata dekat dengan pecinan (Chinese Town). Di depan central market ada pohon
besar sepertinya banyak burung gagak beterbangan, karena suara burung gagak
tersebut terdengar banyak oleh saya dan kawan-kawan.
Sampai di depan
central market kami harus menunggu karena ternyata mereka buka pukul 12:00
Siang. Jadi toko masih beres-beres dan di jaga satpam depannya. Di luarnya kami
melihat banyak patung yangb terbuat dari karton, ternyata patung-patung
tersebut untuk menyambut hari raya depavali, hari yara orang india sepertinya.
Karena di Malaysia juga ada orang-orang india. Jadi kita bertiga foto-foto lagi
hehe. Sampai-sampai ketika asik foto ada nenek tua yang melihat dengan kagum
dan bertanya pada saya : “are u Indonesia??” saya jawab : yess…dan keliatannya
nenek tua itu sudah tahu kali yah orang Indonesia itu narsis banget haha:p
Akhirnya central
market di buka, seluruh pengunjung yang tadi menunggu di luar mulai masuk. Saya
dan 2 teman sayapun juga ikut antri barisan untuk masuk. Ketika masuk ke
dalamnya..woww..kerennnnn…seluruh kerajinan ala malaysia ada disini. Mulai yang
terbuat dari besi, batu sampai kayu. Mulai dari penjual lukisan, kain-kain
etnik, kerajinan tangan, aksesoris dll ada disini. Ada yang menarik buat kami
bertiga, yaitu kalung batu yang bisa glow in the dark, nyala di malam hari. Di
dalamnya ada bunga kecil Malaysia gtu. Akhirnya kita putuskan untuk membeli
itu. Ros membeli warna hijau, aku memilih biru, kania juga biru, dan beberapa
membelikan untuk adik-adiknya. Kalau aku mau belikan adik aku mereka tidak suka
pakai kalung, jadinya ku belikan mereka key chain (Gantungan kunci) yang
lucu-lucu saja.
Di sini murah
murah, sampai kalap aku ingin borong banyak haha. Aku juga membeli beberapa cemilan
disini seperti snack kue kelapa yg khas dari Malaysia, kacang dan beberapa
makanan yang khas sana. Uangku habis disini hehe. Tapi senang bangettttJ setelah agak lama
berputar disini termasuk kami bertiga makan KFC sebelum pulangnya, lagi-lagi
KFC disini unik, nasinya bukan nasi putih tapi nasi lemak. Hmm aku sudah
merindukan nasi padang di Indonesia deh. Tapi tetap harus ku makan meski sudah
bosan sekali ketemu nasi lemak. Setelah makan, kami langsung menyusuri jalan
keluar dari central market dan kembali naik MRT dan di lanjutkan naik bis warna
kuning menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Lagi-lagi cuaca buruk karena
hujan yang deras, kami bisa melihat di luar bandara sangat berkabut dan angin serta
hujan lebat. Penerbangan kami pun di delay sekitar 1 jam.
Perjalanan yang
sangat melelahkan Karena Non stop jalan terus di tambah hujan yang tidak pernah
berhenti, sampai di Jakarta kondisi badan mulai sedikit drop karena cuaca yang
tidak baik. Di Jakarta saat kami tiba sangat cerah sekali. Sampai di bandara
pun saya dan teman-teman mencari makanan khas Indonesia, saya lebih tepatnya
kangen sekali nasi padang hehe. Akhirnya tetep beli nasi padang di bandara
karena sudah kelaparan dan kangen bgt. Memang Indonesia untuk makanannya lebih
berasa bumbunya dan tidak bisa di pisahkan oleh saya. Menyenangkan jalan bersama ros dan kaniaJ sahabat saya sangat
luar biasa. Tidak ada matinya jalan sama mereka, semoga saya selalu bisa kuat
untuk backpack terus menikmati trip by trip.
Thanks to : Rosliani and Kania
Maulina my best friendJ
Majority Warga Malaysia adalah Melayu.....
BalasHapus