Selasa, 19 November 2013

MALAYSIA- TRIP INTERNATIONAL PERTAMAKU


Jalan-jalan adalah hal yang sangat menyenangkan, jalan –jalan merupakan cara menghabiskan waktu untuk bisa santai, ngobrol  bersama teman-teman atau keluarga. Tempat-tempat seperti Mall, café, restoran,tempat hiburan seperti arena permainan bahkan tempat wisata lainnya baik di Jakarta ataupun di luar kota sering di kunjungi  untuk bisa sekedar melepas aktivitas berat yang selama ini di jalankan. Jalan- jalan itu perlu lho guys, karena selama ini kita menjalankan aktivitas seperti bekerja, penuh dengan kesibukan di kantor dimana stress kadang melanda, jalan-jalan merupakan obat penyejuk untuk menyegarkan kembali diri kita setelah melakukan aktivitas tersebut.
Selain itu pula jalan-jalan juga bisa memberikan manfaat yang baik, menambah wawasan dan pengetahuan mengenai apapun. Karena ketika kita pergi jalan-jalan kita berkumpul dengan teman-teman atau keluarga, bercerita, sharing banyak hal yang belum pernah kita ketahui, bercanda gurau dengan teman ataupun keluarga. Jalan-jalan juga tempat kita bisa membangun komunikasi dan menjalin silaturrahmi karena terkadang jalan-jalan itu bisa menambah banyak kenalan teman juga lho.
saya suka juga lho jalan-jalan, selain ke mall, café, restoran atau tempat lainnya saya juga suka tuh jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri. Kalau keluar kota saya sudah pernah mengunjungi bogor, bandung, garut, lembang, semarang, solo, dan batam. Nah kalau keluar negeri jujur saya belum pernah, tapi trip pertama saya keluar negeri baru di mulai November 2012 tahun lalu. Lebih tepatnya tanggal 03 sampai dengan 05 November 2012
Gak disangka-sangka lho bisa liburan keluar negeri dengan biaya backpacker yang murah meriah dan gak abisin banyak uang. Trip pertama saya keluar negeri adalah ke Malaysia, saat itu dapat tiket murah dengan maskapai Air Asia hanya dengan tiket PP Rp. 400.000 rupiah. Bayangkann!!! Hehe saya aja gak percaya lho awalnya bisa pergi ngeTrip keluar negeri semurah itu. Saat itu saya pergi bertiga bersama teman saya Ros dan Kania teman kantor lama saya. Kenapa pilih Malaysia?? Kenapa gak pilih Negara lain sih…itu yang banyak diucapkan temen-temen. Saya Cuma bisa bilang…”yaa penasaran aja sama negeri jiran yang banyak di bicarakan orang ini” sebagus apa sih emang negaranya, apa emang negeri ini the truly Asia seperti slogannya.
Penerbangan kami saat itu siang hari pukul 11.30 WIB pada tanggal 03 Nov 2012 hari sabtu, temen-temen saya ros sama kania sudah menunggu di bandara. Dengan tas ransel (backpack) masing-masing kami let’s go to Malaysia…perdana niyh penerbangan internasional saya. Maklum deh ya..agak-agak norak naik pesawat mungkin karena terlalu kesenengan banget hehe. Secara ini jalan-jalan / trip pertama saya untuk kelas internasional bersama teman-teman saya. Seneng banget soalnya banyak bule-bule yang juga naik satu pesawat dengan kami. Jadi berasa gimanaaa gtu loh.
Sampai di bandara Malaysia LCCT saat itu sore hari pukul 2.30 PM, perut kami bertiga terasa lapar. Bingung mau cari makan apa karena restorannya tidak ada yang kami kenal. Takut salah makan tidak halal bahaya khan. Untungnya Malaysia tidak seperti Thailand (trip kedua saya, nanti saya akan ceritakan di tulisan selanjutnya) di Malaysia masih banyak restoran muslim. Tapi saat di bandara Malaysia saat itu kami memilih yang pasti saja yaitu Mcdonald. Ada yang berbeda Mcdonald Indonesia dengan Mcdonald Malaysia, tipe makanannya, menu paketnya dan pelayanannya. Saat itu kebanyakkan saya lihat banyak yang memesan cheese burger dan minumnya milkshake. Kebanyakkan semua orang ordernya milkshake. Jarang saya temui pesan minuman soda, menu paketnya pun juga tidak sama seperti di Indonesia. Selain itu burger yang mereka makan bentuknya besar-besar big Mac gtu deh. Yang lucunya adalah kemasan Salt dan peppernya..sumpah irit banget orang Malaysia ini. Kemasan salt and peppernya kecil. Saya dan teman-teman pesan menu Ala chart (menu bukan paket) cheese burger, Milkshake, mineral water dan kentang goreng. Kalau di total harganya Rp 13.75 RM, di rupiahkan kurang lebih sekitar lima puluh ribu rupiah.
Setelah makan, kami langsung mencari bis yang menuju ke penginapan kami. Kami menginap di Tunes Hotel, hotel milik Air Asia. Yang letaknya berada di jalan tuanku Abdul Rahman. Kami bertiga menaiki transport bus warna kuning (lupa namanya) hehe, yang mengantar kami untuk sampai ke tempat Monorail, karena jalan menuju hotel kami harus naik bis dan Monorail terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan di dalam bis kami melihat suasana jalan Malaysia. Luar biasa tidak macet seperti di Indonesia. Semua terasa cepat. Bahkan sepanjang jalan juga rapih tidak kami temui sampah-sampah berserakan di jalan. Di dalam bis kami berkenalan dengan warga Malaysia yang keturunan Chinese, kita ngobrol dan bertanya-tanya, orangnya sangat ramah dan ternyata bapak ini kerjanya di Indonesia lho, di Kalimantan. Dia bekerja di Project Mining, semacam perusahaan batu bara sepertinya. Bapaknya memberitahu kami stasiun Monorail untuk menuju jalan medan Tuanku. Setibanya di station bis, kami langsung menuju ke station Monorail (semacam kereta cepat tapi jalurnya di atas).
Kami membeli tiket Monorail, dan lucunya kami tidak mendapat tiket pas kami membayar tapi semacam pin magnet. Rupanya itu tiket untuk naik Monorailnya. Wow keren….Pin magnet ini nantinya sebagai bukti untuk masuk dan keluar dari monorail, jadinya tertib dan tidak ada pemalsuan tiket seperti di Indonesia hehe. Semuanya tertib dan disiplin. Bahkan pada masing-masing pintu masuk monorail ada petugas yang mengawasi. Memang hebat penduduk Malaysia ini, hebatnya orang luar seperti ini mereka rapih, tertib, antri, jika monorail sudah penuh mereka tidak memaksakan masuk. Namun  mereka  antri untuk menunggu monorail selanjutnya. Awesome!!!
Akhirnya kami masuk ke monorail setelah monorail kedua datang, pintu langsung tertutup otomatis jika sudah menunggu selama 15 menit. Monorail pun jalan dengan cepat….wusshhhh. sepanjang perjalanan di monorail saya dan teman-teman melihat pemandangan kota Negara tersebut, semuanya dari atas bisa terlihat. Benar-benar struktur yang rapih, tidak ada pemukiman kumuh dan semua gedung-gedung tinggi, masjid yang bagus, mall yang mewah. Monorial berhenti dari halte ke halte, nama haltenya lucu-lucu, ada halte raja chulam, bukit bintang, dll.
Akhirnya kami berhenti di pemberhentian kami di halte medan Tuanku. Keluar dari monorail langsung kami di guyur hujan. Hmm…penyambutan yang luar biasa mana saya lupa bawa payung. Akhirnya nebeng sama temen deh payungannya. Kami bertiga masih harus jalan sedikit, hotel kami sudah terlihat dari halte monorail kami tadi. Di sepanjang jalan, kami foto-foto, apalagi kalau ada tulisan bahasa melayu Malaysia yang lucu-lucu, kami menemukan tulisan seperti “laluan sehala” gedung dengan tulisan “ Jabatan Hal Enwal Veteran ATM (Kementrian Pertahanan)Ketibaan kereta” dll. Bahasa yang kami sulit mengerti sekali dan kadang buat kami bertiga tertawa dan senyum-senyum sendiri  hehe.
Setelah sampai di hotel kami check in dan istirahat sebentar, saat itu kami sampai sore hari.  Setelah istirahat, kami mandi dan siap-siap melancong lagi. Kami pergi ke pasar malam Malaysia, yang dimana banyak penjual menjajakan dagangan seperti pakaian, aksesoris, sepatu dll yang menurut kita sama seperti tanah abang blok F yang baru di gusur waktu itu hehe. Benar-benar kaki lima, selain pakaian, aksesoris dan sepatu ada juga penjual yang jual makanan, mulai dari sate-sate, gorengan, es, minuman-minuman, bahkan ada yang menjual nasi lemak dan nasi briyani. Karena jam sudah malam akhirnya kami memutuskan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan, cuaca saat itu masih hujan lho…jadi makan nasi lemak dan briyani nya agak basah-basahan haha…..tapi seruu karena ini pengalaman ngetrip luar negeri pertama kali dan di tambah cuaca yang tidak mendukung. Karena memang sudah masuk musim hujan.
Nasi lemak nya alias nasi uduk kayanya sama kaya di Indonesia, masih TOP BGT di Indonesia donks. Bumbu kita lebih wokeh di banding nasi lemak di Malaysia. Nasi lemak di jual dengan harga sekitar Rp. 20.000-an isinya nasi lemak,potongan telur setengah, ayam dan sambel. Untuk nasi briyani juga di jual dengan harga yang sama, namun isinya berbeda, isi nasi briyani, nasi kuning, acar dari wortel dan ketimun yang di gulai dengan ayam dan di beri kuah gulai. Agak eneg kalau nasi briyani karena jujur saya sendiri tidak suka, namun saya harus tetap makan supaya tidak sakit saat ngetrip. Setelah makan kami lanjutkan perjalanan lagi menuju ke dalam pasar, di dalamnya kami menemukan masjid india, trus mampir untuk foto-foto sebentar, dan langsung lanjut lagi ke dalam pasar.
Pedagang bersorak sorai menawarkan dagangannya dengan khas bahasa mereka, kalau di tanah abang ibaratnya “ mampir kakakk…boleh kakak kaosnya….murah murah kakakkk. Sepuluh ribu 3 kakakk” begitu kali tuh teriakan pedagangnya. Secara bahasa mereka saja bikin kita senyum pengen ketawa. Tapi kita tahan karena takut di anggap tidak sopan. Setelah berjalan menyusuri pasar malam tersebut akhirnya kami melihat mesjid jameek. Mesjid besar di Malaysia yang terkenal. Tapi sayang masjid dalam renovasi jadi kami tiba bisa solat disana. Akhirnya hanya bisa foto-foto saja di depan gerbang.
Tadinya kami ingin lanjut ke central market malam itu, tapi karena cuaca tidak mendukung akhirnya kami harus kembali ke hotel. FYI kalau ke Malaysia lebih baik gunakan transport bus umum saja, karena kalau taxi kata warga setempat agak rawan untuk turis apalagi kalau malam hari. Jadinya kami bertiga kembali ke tempat kami lewat jalur semula tadi, berjalan kaki. Karena tidak jauh dari hotel tempat yang kami jalanin tadi menuju hotel.
Esok pagi harinya hari kedua trip kami Minggu 04 November 2012, kami bertiga bersiap-siap kembali untuk pergi ke batu caves dan genting highland (tempat casino judi), hari itu sangat beruntung karena saya punya teman kantor yang orang Malaysia namanya Yap Wee seong, Wee Seong sangat baik, karena saya menggunakan blackberry saat itu akses internet agak sulit di Malaysia, jadi mengharuskan saya membayar untuk WIFI, karena supaya BBM saya tetap ON di hotel. Wee Seong menghubungi saya di hotel melalui Facebook chat, makanya Wee Seong datang pagi-pagi ke hotel saya untuk mengajak keliling Malaysia. Syukur alhamdulilah banget punya teman dari Negara luar, mereka baik sekali. Saya bertemu wee seong di lobby hotel dan sarapan dulu bersama dengan 2 org teman saya. Wee seong hari itu sebenarnya masuk kerja. Wee seong ini bekerja di kantor yang sama seperti saya namun beda cabang, dia di Malaysia Representative Office karena memang dia orang malaysia.
Dengan mobil pribadinya saya, wee seong, ros dan kania meluncur ke batu caves. Batu caves letaknya agak jauh dari hotel kami. Batu caves adalah kuil sembahyang orang-orang india, di dalamnya ada patung besar terbuat dari emas. Lalu di atasnya ada monyet-monyet penunggu gua tersebut. Malaysia adalah Negara yang mayoritas penduduknya keturunan india dan Chinese, untuk warga lokalnya sendiri kami jarang menemukan yang asli Malaysia.
Perjalanan kami menuju ke batu caves tidak sampai satu jam, akhirnya kami berempat tiba di batu caves. Di batu caves kami member makan burung dara yang beterbangan liar bebas, banyak juga turis yang memberi makan burung. Tadinya kami berempat mau naik ke atas bukitnya, namun melihat penuh orang dan tangganya banyak banget sedangkan waktu kami terbatas jadi kami tidak naik ke atas. Cukup di bawah saja berfoto-foto dengan patung emas tersebut. Saat sedang asyik foto-foto, seorang wanita india datang menghampiri kami menawarkan dagangannya yang berupa aksesoris india, seperti kalung, gelang, gelang kaki, cincin dll. Agak memaksa memang jualannya, harus hati-hati disini, kalau tidak pintar nawar bisa rugi deh. Karena si wanita ini agak memaksa sekali jualannya.
Saya tadinya tidak mau membeli namun tiba-tiba wanita india itu memakaikan gelang kaki warna biru ke kaki saya. Wow…sungguh kaget. Dan akhirnya saya harus membayar untuk gelang kaki sekitar 30 rbuanL. Tidak lama di batu caves, yap wee seong mau mengantar kami ke genting highland. Sebelum ke genting, kami di ajak makan oleh yap wee seong di Gombak, di sana ada restoran melayu, namanya “LEHA KELFOOD” restorannya. Nah, ini makanannya enak dan banyak pilihan. Mirip di Indonesia. Jadinya saya sama teman-teman bisa makan dengan lahapnya. Karena menu yang di sajikan seperti prasmanan dengan pilihan lauk yang macam-macam, hampir miriplah di Indonesia. Saat itu saya pilih nasi putih, sayur semacam sayur kimlo, daging yang di suwir2 pedas, udang balado dan sambal. Jadi curiga jangan-jangan restoran ini punya orang Indonesia. Karena pas saya cicipi rasanya mirip rasa Indonesia hehe. Minumannya saya pilih teh kosong (teh O) tapi tehnya pakai susu semacam the tarik. Enak juga.
Setelah makan di leha kelfood, kami melanjutkan perjalanan ke genting, wee seong antar kami ke Loket genting yang ada di Gombak. Kami bertiga beli tiket bis dan kereta gantung untuk ke genting. Dari Gombak kami harus naik bis dulu, karena lokasi genting naik ke perbukitan. Mirip seperti jalan di puncak deh. Wee seong anter kami hanya sampai Gombak dan dia pergi bekerja ke kantornya.  Akhirnya setelah menunggu cukup lama akhirnya bis kami datang, langsung kami naik ke bis dan berangkattt capcuss. Bisnya bagus lho…seperti bis eksekutif gtu. Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan. Mirip puncak lho. Seneng deh…
Akhirnya tidak berapa lama bis kami sampai juga, untuk menuju ke genting highlandnya kami harus naik kereta gantung, lalu kami ikutan antri bersama dengan yang lainnya. Satu per satu kereta gantung bermunculan dan mulai di naiki oleh penumpang yang sudah mengantri. Giliran kami bertiga naik ke kereta gantung selanjutnya. Sebelum pintu kereta gantung di tutup kami bertiga di foto dulu. Cheezz….jeprett!! lalu kereta gantung di tutup dan mulai naik ke atas perbukitan. Seperti naik kereta gantung di TMII loh tapi ini lebih panjang dan medan di bawahnya itu hutan belantara pegunungan yang di tutupi kabut..dinginnn.
Sampai di atas baru deh kita masuk ke wilayah genting highland nya. Di dalamnya itu ada toko-toko yang berjualan coklat, aksesoris, toko teh, dan ada juga KASINO (meja judi). Genting memang terkenal akan pusat judi nya. Kalau mau masuk ke kasino passport di periksa oleh petugas setempat. Di genting kita ada sekitar 3 jam, setelah itu kita kembali ke Gombak dan makan cemilan sebentar di Gombak dan kita mulai lagi perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Mallnya Kuala Lumpur yang terkenal yaitu mall Suria dan gedung petronas.
Cuaca masih hujan deras. Hugh menyebalkan. Karena kita takut drop saja kondisi badan. Jalan perjalanan menuju petronas kita harus naik Rapid KL atau kereta cepat subway. Semacam monorail tapi ini di bawah. Hingga akhirnya sampai ke petronas. Petronas adalah 2 menara kembar yang terkenal di KL-Malaysia. Untuk mengambil foto harus dari jauh. Meski hujan juga kita tetap jalani untuk berfoto ria. Di petronas ini kita agak lama juga bahkan sampai malam masih terlihat ramai. Karena memang bagusnya berfoto di petronas ini pada malam hari. Mall suria letaknya di samping mall petronas di sini kami mampir sebentar untuk makan dan membeli oleh-oleh berupa coklat.
Setelah dari Mall Suria dan petronas kami langsung menuju Rapid KL Station untuk kembali ke Hotel kami untuk istirahat serta packing-packing karena besok sorenya kami sudah harus kembali ke Jakarta. Di dalam hotel perut kami kembali lapar, karena cuaca KL saat itu benar-benar di guyur hujan deras sekali. Jadi saya, ros dan kania ke cafeteria bawah untuk sekedar ngopi-ngopi atau makan mie instan sambil menikmati pemandangan luar hotel saat itu.  Lumayan banyak juga turis asal Indonesia yang menginap di Hotel Air Asia ini, meski yaa…hotelnya cukup sederhana dan apa-apa bayar, termasuk untuk dapat akses WI fi saja saya harus mengocek beberapa ringgit saat itu untuk tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga di Jakarta. Setelah makan di cafeteria, akhirnya kami bertiga kembali ke atas untuk tidur supaya besok badan kembali fit saat pulang kembali ke Jakarta.
Pagi harinya di hari ketiga ini tanggal 05 Nov 2012 hari senin dan merupakan hari terakhir kami, kami berkemas-kemas, penerbangan kami sore hari pukul 17:10 PM, paginya kami sarapan dulu sebelum kami ke pemberhentian terakhir yaitu central market, dan mall bukit bintang. Saat itu kita bertiga check out dari hotel pukul 10 pagi, tas ransel dan carriel kami sudah penuh dengan beberapa belanjaan yang kami beli, namun masih belum cukup rasanya jika belum membeli beberapa souvenir seperti key chain dengan gambar-gambar Khas Malaysia. Souvenir tersebut di jual di central market atau lebih di kenal dengan nama pasar seni. Jadi kami menuju ke sana namun sebelum ke central market, kami penasaran dengan bukit bintang mall, mall yang menjual barang-barang branded.
Sehingga kami bertiga melangkahkan kaki ke bukit bintang mall dengan transport MRT. Ini hari senin, MRT cukup penuh karena bertepatan dengan karyawan-karyawan yang bekerja. Jadi kami harus menunggu extra sabar untuk kedatangan MRT Selanjutnya. Kami membiarkan warga Malaysia yang akan bekerja terlebih dahulu untuk naik. Selagi menunggu MRT kita seperti biasa foto-foto narsis nan alay haha, Sampai pada akhirnya datang MRT selanjutnya. Perjalanan membawa kami bertiga ke bukit bintang, tidak begitu lama untuk sampai ke bukit bintang, hanya 20 menit perjalanannya. Karena cukup dekat dan cepat dengan MRT.
Sampai di bukit bintang kami melihat-lihat sekitar, banyak restoran, tempat penjualan, mirip seperti ITC kalau menurut saya, tapi ini lebih kerennya. Tapi sayang toko-tokonya belum buka, jadinya kami bertiga tidak begitu lama disana.
Dari bukit bintang, kami lanjutkan perjalanan ke pasar seni (Central Market), MRT pun membawa kami bertiga kembali. Punggung saya sudah terasa nyeri, karena ini pertama kalinya saya berpetualang membawa beban berat dengan tas ransel saya yang super besar. Apalagi membawa carriel yah, tas untuk pendaki gunung. Maklum belum terbiasa. Tapi nanti pasti akan terbiasa deh kalau sering jalan membawa tas backpack. Inilah yang di sebut backpack seninya disitu, tapi menyenangkan. Sampai pada akhirnya MRT sampai di central market, kami harus berjalan sedikit menuju kesana. Disini lebih keren lagi pemandangannya, karena central market ternyata dekat dengan pecinan (Chinese Town). Di depan central market ada pohon besar sepertinya banyak burung gagak beterbangan, karena suara burung gagak tersebut terdengar banyak oleh saya dan kawan-kawan.
Sampai di depan central market kami harus menunggu karena ternyata mereka buka pukul 12:00 Siang. Jadi toko masih beres-beres dan di jaga satpam depannya. Di luarnya kami melihat banyak patung yangb terbuat dari karton, ternyata patung-patung tersebut untuk menyambut hari raya depavali, hari yara orang india sepertinya. Karena di Malaysia juga ada orang-orang india. Jadi kita bertiga foto-foto lagi hehe. Sampai-sampai ketika asik foto ada nenek tua yang melihat dengan kagum dan bertanya pada saya : “are u Indonesia??” saya jawab : yess…dan keliatannya nenek tua itu sudah tahu kali yah orang Indonesia itu narsis banget haha:p
Akhirnya central market di buka, seluruh pengunjung yang tadi menunggu di luar mulai masuk. Saya dan 2 teman sayapun juga ikut antri barisan untuk masuk. Ketika masuk ke dalamnya..woww..kerennnnn…seluruh kerajinan ala malaysia ada disini. Mulai yang terbuat dari besi, batu sampai kayu. Mulai dari penjual lukisan, kain-kain etnik, kerajinan tangan, aksesoris dll ada disini. Ada yang menarik buat kami bertiga, yaitu kalung batu yang bisa glow in the dark, nyala di malam hari. Di dalamnya ada bunga kecil Malaysia gtu. Akhirnya kita putuskan untuk membeli itu. Ros membeli warna hijau, aku memilih biru, kania juga biru, dan beberapa membelikan untuk adik-adiknya. Kalau aku mau belikan adik aku mereka tidak suka pakai kalung, jadinya ku belikan mereka key chain (Gantungan kunci) yang lucu-lucu saja.
Di sini murah murah, sampai kalap aku ingin borong banyak haha. Aku juga membeli beberapa cemilan disini seperti snack kue kelapa yg khas dari Malaysia, kacang dan beberapa makanan yang khas sana. Uangku habis disini hehe. Tapi senang bangettttJ setelah agak lama berputar disini termasuk kami bertiga makan KFC sebelum pulangnya, lagi-lagi KFC disini unik, nasinya bukan nasi putih tapi nasi lemak. Hmm aku sudah merindukan nasi padang di Indonesia deh. Tapi tetap harus ku makan meski sudah bosan sekali ketemu nasi lemak. Setelah makan, kami langsung menyusuri jalan keluar dari central market dan kembali naik MRT dan di lanjutkan naik bis warna kuning menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Lagi-lagi cuaca buruk karena hujan yang deras, kami bisa melihat di luar bandara sangat berkabut dan angin serta hujan lebat. Penerbangan kami pun di delay sekitar 1 jam.
Perjalanan yang sangat melelahkan Karena Non stop jalan terus di tambah hujan yang tidak pernah berhenti, sampai di Jakarta kondisi badan mulai sedikit drop karena cuaca yang tidak baik. Di Jakarta saat kami tiba sangat cerah sekali. Sampai di bandara pun saya dan teman-teman mencari makanan khas Indonesia, saya lebih tepatnya kangen sekali nasi padang hehe. Akhirnya tetep beli nasi padang di bandara karena sudah kelaparan dan kangen bgt. Memang Indonesia untuk makanannya lebih berasa bumbunya dan tidak bisa di pisahkan oleh saya.  Menyenangkan jalan bersama ros dan kaniaJ sahabat saya sangat luar biasa. Tidak ada matinya jalan sama mereka, semoga saya selalu bisa kuat untuk backpack terus menikmati trip by trip.

Thanks to : Rosliani and Kania Maulina my best friendJ

1 komentar: