Hari ini aku makan siang bersama-sama
dengan teman-teman kantor lamaku di kantin belakang kantor kami, ada sekitar 4
orang sudah termasuk aku, mereka adalah wanita-wanita tangguh, lagi enaknya
makan ada yang membuka forum pembicaraan.
Jodoh….itulah yang kita bicarakan. Awalnya pembicaraan yang umum, hingga
pada akhirnya sampai ke inti permasalahannya yang akhirnya ke pengalaman
pribadi
Lucu sekali tidak menyangka
bahwasannya ada yang pengalaman hubungan dengan pasangannya jauh lebih
menyedihkan di bandingkan aku. Sebut saja temanku ber inisial “E” dia
berpacaran dengan pacarnya selama 5 tahun, namun akhirnya kandas juga. Dan
mantannya itu sudah menikah dengan wanita lain. “E” Sudah banyak berkorban
banyak untuk pasangannya juga, dari waktu sampai materi, dia mengatakan karena
dia cinta saat itu. Namun orang tua laki-laki tidak pernah setuju dengan
hubungan mereka. Sungguh sangat menyedihkan.
Ada juga temanku taro inisialnya “K”
punya pacar long distance (Hubungan Jarak Jauh), tapi tidak seperti orang
pacaran umumnya, ngobrol di telpon tidak, di ajak jalan juga nggak, ketemuan
pun juga kadang-kadang, bahkan si cowonya kalau di ajak ketemuan angot-angotan.
Tapi sudah di janjikan menikah di tahun depan tapi sampai sekarang tidak ada
kepastian. Tidak ada pembicaraan serius selama 2 tahun belakangan ini. Namun
temanku ini aku salut sabarnya sampai menunggu tahun depan kepastiannya. Karena
kalau tidak ada kepastian juga maka lebih baik dia mencari yang lain meski galau.
Ada juga temanku inisialnya “R”
umurnya 2 tahun di atasku sudah kepala 3, namun dia sudah di langkahkan oleh
adiknya menikah. Dia sendiri pernah curhat padaku, ada pria yang dia suka,
namun dia tidak yakin pria tsb juga suka dengannya, jadi dia tidak mau
mengambil langkah duluan. Meski dia suka dengan pria tersebut. Yang inisial “R”
ini jauh lebih tangguh dan terlihat tidak punya masalah, meski aku tahu dalam
hatinya ada sebuah pengharapan. Namanya juga manusia pasti punya harapan.
Dan yang terakhir adalah aku sendiri,
aku juga sudah 2 kali di tinggal pria yang aku sayangi dalam tempo waktu yang
cepat hanya beberapa bulan hubunganku terjadi. Dan sekarangpun masih proses
pemulihan untuk bisa melupakan. Aku yakin waktu akan membawaku kembali ke titik
awal di mana hanya ku temukan diriku sendiri tanpa mereka. Aku yakin aku pasti
bisa lalui ini.
Dari semuanya aku menilai, suatu
hubungan tidak bisa di tentukan oleh jangka waktu yang lama atau yang pendek,
jika belum jodoh yah belum jodohnya, itu sudah jalan tuhan. Bahkan…sehelai
rambut jatuhpun merupakan kehendak dari yang kuasa. Aku bisa melihat muka-muka
kekhawatiran teman-temanku ini, aku mengerti mereka, di balik rasa tangguh itu
aku yakin mereka menyimpan harapan untuk bisa menikah dengan pasangan yang mereka
cintai. Umur mereka jauh lebih tua di bandingkan aku, kecuali “K” dia
sepantaran denganku. Namun aku juga bisa melihat kekhawatiran di wajah “K”.
kita wanita-wanita yang pernah mendapatkan janji-janji dari manisnya mulut pria
tapi akhirnya kandas juga. Kami menggangap itu semua adalah bagian dari proses
kehidupan, 1 paket kehidupan, karena hidup itu bukan sepenuhnya bahagia saja,
namun ada sedih, pahit, asem semua rasa jadi satu yahJ .
Dari semua kehilangan itu sudah
sepantasnya kita belajar untuk mengikhlaskan, meski memang sebagian diri belum
bisa mengikhlaskan. Ikhlas itu bukan berarti kalah, ikhlas itu bukan berarti
kita menyerah. Ikhlas adalah berpasrah terhadap apa yang bukan memang
seharusnya kita miliki. Meskipun sesuatu itu adalah hal yang sangat kita
sayangi, sesuatu yang kita dambakan, sesuatu yang buat kita bahagia. Karena di
dunia ini tidaklah abadi untuk semuanya, ada kaya ada juga miskin, hari ini
kaya besok mungkin bisa miskin, hari ini bahagia besok mungkin sedih, hari ini
beruntung, besok mungkin kecewa. Begitulah proses kehidupan ini.
papun yang terjadi sudah di atur
allah swt, yang penting…apa yang kita lakukan sudah kita lakukan dengan baik,
mengerahkan kemampuan sebaik-baiknya, berbuat sebaik-baiknya. Jadi jangan
salahkan diri sendiri ketika hasil yang kita dapat tidak seperti yang kita
inginkan. Percaya bahwa di balik itu semua allah sudah persiapkan diri untuk
dapat yang terbaik. Tetaplah berbaik sangka terhadap Allah SWT, Allah itu
sayang pada orang-orang yang di uji seperti kita.
Ada banyak ujian untuk tiap-tiap
manusia, sesuai dengan porsinya. Ada yang di uji dalam karirnya, ada yang di
uji di kehidupan rumah tangganya, ada yang di uji dalam mencari jodoh. Aku
mengerti memang rasanya di tolak oleh seseorang. Di tolak karena merasa di
anggap remeh, di anggap tidak mampu, di anggap tidak baik, di anggap tidak
layak dll. Namun harusnya kamu bersyukur kalau di tolak orang, karena penolakan
itu adalah pelajaran bagimu, karena dengan semakin di tolak orang berarti
banyak kesuksesan untukmu. Ingat tulisan saya yang “Betapa besar Arti Penolakan dalam hidup”? yang mana saya
dapat sebuah kutipan dari membaca buku “Pemulihan Jiwa” di katakana : “Saat
di tolak, ingatlah masih sangat banyak orang yang tahu betapa berharganya
dirimu itu”
Di katakan bahwasannya “orang-orang paling sukses di dunia ini adalah
orang-orang korban penolakan” banyak orang-orang yang korban di tolak, di hina,
di rendahkan bahkan tidak di anggap. Bahkan penulis sendiri bpk dedy susanto
penulis buku Pemulihan Jiwa adalah korban yang di tolak juga di lingkungannya.
Inti yang saya dapat adalah “semakin kita di tolak sebenarnya telah terjadi
proses pematangan diri, bila ingin segera matang maka izinkan diri anda
diproses dalam penolakan” saya berfikirnya seperti ini, ibarat sebuah
masakan yang sebelum di pajang baik di toko, bila belum melalui fase di olah,
di masak, diproses, maka belum menjadi sesuatu yang nanti akan di sukai oleh
banyak orang.
Dengan di tolak kita menjadi pribadi
yang jauh lebih matang, menjadi pribadi yang kuat di tengah badai yang
menerjang. Dan aku salut dengan teman-teman aku ini, bangga sekali aku karena
mereka bisa kembali bahagia menjalankan hidup merekaJ masa aku kalah sama mereka. Aku
pasti juga bisa lalui ini semua…insyaallah amiin
Yakin sekali allah sudah menentukan
rejeki, jodoh dan takdirku maupun mautku. Semua sudah di atur olehnya. Ingatlah
mengikhlaskan bukan berarti kalah, mengikhlaskan bukan berarti gagal, namun
kamu sudah berbuat yang terbaik dan semaksimal mungkin meski hasilnya mungkin
belum sesuaiJ
Jangan salahkan dirimu sendiri,
jangan remehkan dirimu sendiri, namun perbaikilah apa yang salah dari yang
sudah-sudah terjadi. Tidak perlu marah, tidak perlu sedih, tidak perlu
berlarut-larut dalam kesedihan. Jika itu rejekimu, takdirmu, jodohmu, maka itu
akan kembali. Amiinn ya rabbal alamin.
Jadilah seseorang yang tangguh, percaya pada sang pencipta,
dan teruslah bergerak melakukan yang terbaik di jalan yang baik
Message for
: Semua Makhluk Tuhan yang paling indah yang di ciptakan oleh Sang pencipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar