Selasa, 12 November 2013

MENGIKHLASKAN SESUATU BUKAN BERARTI KEKALAHAN



Hari ini aku makan siang bersama-sama dengan teman-teman kantor lamaku di kantin belakang kantor kami, ada sekitar 4 orang sudah termasuk aku, mereka adalah wanita-wanita tangguh, lagi enaknya makan ada yang membuka forum pembicaraan.  Jodoh….itulah yang kita bicarakan. Awalnya pembicaraan yang umum, hingga pada akhirnya sampai ke inti permasalahannya yang akhirnya ke pengalaman pribadi
Lucu sekali tidak menyangka bahwasannya ada yang pengalaman hubungan dengan pasangannya jauh lebih menyedihkan di bandingkan aku. Sebut saja temanku ber inisial “E” dia berpacaran dengan pacarnya selama 5 tahun, namun akhirnya kandas juga. Dan mantannya itu sudah menikah dengan wanita lain. “E” Sudah banyak berkorban banyak untuk pasangannya juga, dari waktu sampai materi, dia mengatakan karena dia cinta saat itu. Namun orang tua laki-laki tidak pernah setuju dengan hubungan mereka. Sungguh sangat menyedihkan.
Ada juga temanku taro inisialnya “K” punya pacar long distance (Hubungan Jarak Jauh), tapi tidak seperti orang pacaran umumnya, ngobrol di telpon tidak, di ajak jalan juga nggak, ketemuan pun juga kadang-kadang, bahkan si cowonya kalau di ajak ketemuan angot-angotan. Tapi sudah di janjikan menikah di tahun depan tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Tidak ada pembicaraan serius selama 2 tahun belakangan ini. Namun temanku ini aku salut sabarnya sampai menunggu tahun depan kepastiannya. Karena kalau tidak ada kepastian juga maka lebih baik dia mencari yang lain meski galau.
Ada juga temanku inisialnya “R” umurnya 2 tahun di atasku sudah kepala 3, namun dia sudah di langkahkan oleh adiknya menikah. Dia sendiri pernah curhat padaku, ada pria yang dia suka, namun dia tidak yakin pria tsb juga suka dengannya, jadi dia tidak mau mengambil langkah duluan. Meski dia suka dengan pria tersebut. Yang inisial “R” ini jauh lebih tangguh dan terlihat tidak punya masalah, meski aku tahu dalam hatinya ada sebuah pengharapan. Namanya juga manusia pasti punya harapan.
Dan yang terakhir adalah aku sendiri, aku juga sudah 2 kali di tinggal pria yang aku sayangi dalam tempo waktu yang cepat hanya beberapa bulan hubunganku terjadi. Dan sekarangpun masih proses pemulihan untuk bisa melupakan. Aku yakin waktu akan membawaku kembali ke titik awal di mana hanya ku temukan diriku sendiri tanpa mereka. Aku yakin aku pasti bisa lalui ini.
Dari semuanya aku menilai, suatu hubungan tidak bisa di tentukan oleh jangka waktu yang lama atau yang pendek, jika belum jodoh yah belum jodohnya, itu sudah jalan tuhan. Bahkan…sehelai rambut jatuhpun merupakan kehendak dari yang kuasa. Aku bisa melihat muka-muka kekhawatiran teman-temanku ini, aku mengerti mereka, di balik rasa tangguh itu aku yakin mereka menyimpan harapan untuk bisa menikah dengan pasangan yang mereka cintai. Umur mereka jauh lebih tua di bandingkan aku, kecuali “K” dia sepantaran denganku. Namun aku juga bisa melihat kekhawatiran di wajah “K”. kita wanita-wanita yang pernah mendapatkan janji-janji dari manisnya mulut pria tapi akhirnya kandas juga. Kami menggangap itu semua adalah bagian dari proses kehidupan, 1 paket kehidupan, karena hidup itu bukan sepenuhnya bahagia saja, namun ada sedih, pahit, asem semua rasa jadi satu yahJ .
Dari semua kehilangan itu sudah sepantasnya kita belajar untuk mengikhlaskan, meski memang sebagian diri belum bisa mengikhlaskan. Ikhlas itu bukan berarti kalah, ikhlas itu bukan berarti kita menyerah. Ikhlas adalah berpasrah terhadap apa yang bukan memang seharusnya kita miliki. Meskipun sesuatu itu adalah hal yang sangat kita sayangi, sesuatu yang kita dambakan, sesuatu yang buat kita bahagia. Karena di dunia ini tidaklah abadi untuk semuanya, ada kaya ada juga miskin, hari ini kaya besok mungkin bisa miskin, hari ini bahagia besok mungkin sedih, hari ini beruntung, besok mungkin kecewa. Begitulah proses kehidupan ini.
papun yang terjadi sudah di atur allah swt, yang penting…apa yang kita lakukan sudah kita lakukan dengan baik, mengerahkan kemampuan sebaik-baiknya, berbuat sebaik-baiknya. Jadi jangan salahkan diri sendiri ketika hasil yang kita dapat tidak seperti yang kita inginkan. Percaya bahwa di balik itu semua allah sudah persiapkan diri untuk dapat yang terbaik. Tetaplah berbaik sangka terhadap Allah SWT, Allah itu sayang pada orang-orang yang di uji seperti kita.
Ada banyak ujian untuk tiap-tiap manusia, sesuai dengan porsinya. Ada yang di uji dalam karirnya, ada yang di uji di kehidupan rumah tangganya, ada yang di uji dalam mencari jodoh. Aku mengerti memang rasanya di tolak oleh seseorang. Di tolak karena merasa di anggap remeh, di anggap tidak mampu, di anggap tidak baik, di anggap tidak layak dll. Namun harusnya kamu bersyukur kalau di tolak orang, karena penolakan itu adalah pelajaran bagimu, karena dengan semakin di tolak orang berarti banyak kesuksesan untukmu. Ingat tulisan saya yang “Betapa besar Arti Penolakan dalam hidup”?  yang mana saya dapat sebuah kutipan dari membaca buku “Pemulihan Jiwa” di katakana : “Saat di tolak, ingatlah masih sangat banyak orang yang tahu betapa berharganya dirimu itu
Di katakan bahwasannya “orang-orang paling sukses di dunia ini adalah orang-orang korban penolakan” banyak orang-orang yang korban di tolak, di hina, di rendahkan bahkan tidak di anggap. Bahkan penulis sendiri bpk dedy susanto penulis buku Pemulihan Jiwa adalah korban yang di tolak juga di lingkungannya. Inti yang saya dapat adalah “semakin kita di tolak sebenarnya telah terjadi proses pematangan diri, bila ingin segera matang maka izinkan diri anda diproses dalam penolakan”  saya berfikirnya seperti ini, ibarat sebuah masakan yang sebelum di pajang baik di toko, bila belum melalui fase di olah, di masak, diproses, maka belum menjadi sesuatu yang nanti akan di sukai oleh banyak orang.
Dengan di tolak kita menjadi pribadi yang jauh lebih matang, menjadi pribadi yang kuat di tengah badai yang menerjang. Dan aku salut dengan teman-teman aku ini, bangga sekali aku karena mereka bisa kembali bahagia menjalankan hidup merekaJ masa aku kalah sama mereka. Aku pasti juga bisa lalui ini semua…insyaallah amiin
Yakin sekali allah sudah menentukan rejeki, jodoh dan takdirku maupun mautku. Semua sudah di atur olehnya. Ingatlah mengikhlaskan bukan berarti kalah, mengikhlaskan bukan berarti gagal, namun kamu sudah berbuat yang terbaik dan semaksimal mungkin meski hasilnya mungkin belum sesuaiJ
Jangan salahkan dirimu sendiri, jangan remehkan dirimu sendiri, namun perbaikilah apa yang salah dari yang sudah-sudah terjadi. Tidak perlu marah, tidak perlu sedih, tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Jika itu rejekimu, takdirmu, jodohmu, maka itu akan kembali. Amiinn ya rabbal alamin.
Jadilah seseorang yang tangguh, percaya pada sang pencipta, dan teruslah bergerak melakukan yang terbaik di jalan yang baik

Message for : Semua Makhluk Tuhan yang paling indah yang di ciptakan oleh Sang pencipta
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar