Minggu, 03 November 2013

PESONA BALI DALAM PERJALANANKU



DAY 1 :

Tanggal 16 Oktober sangat ku nanti-nanti sejak lama, karena tgl 16 dibulan oktober ini adalah perjalananan domestikku yg ke3 setelah batam, semarang dan waktunya sekarang bali. Banyak teman-teman bercerita tentang pulau dewata ini, ketika mereka berpergian kesana. Sehingga membuat rasa penasaranku muncul. Dengan tidak mau ikut kalah pada akhirnya aku mencari tiket murah pada bulan sebelumnya. Hingga akhirnya aku dan teman kantorku laksmi mendapat tiket murah seharga 450.000 rupiah PP untuk tanggal 16-18 Oktober kepergian kami ke Bali dengan menggunakan maskapai penerbangan AirAsia.
Seharusnya kami pesan tiket untuk Tanggal 16-19 oktober, namun apa daya saat itu tiket promo sistemnya rebutan, jadi salah sistem airasia yg mendetect kami di tgl 18 October  penerbangan pagi hari hrs kembali ke Jakarta, tapi ya sudahlah, meski hanya punya 1 hari disana utk travelling, tapi semoga kami dapat menjelajah ke semua tempat.
Tanggal 15nya aku bersiap-siap mulai packing baju dengan menggunakan tas backpack keberuntunganku yang disertai pin bros dari maskapai Qantas yg tertempel di tasku bertuliskan "There's a new spirit in the Air"pin tersebut adalah pin kesayanganku setiap trip aku tidak pernah lupa menggunakan pin ini, pin ini menunjukkan semangatku untuk terbang dan bepergian ke Negara atau daerah orang.
Tanggal 16 oktober keberangkatan ke bali flight kami pukul 19:55 PM, alias 7 malam, jadi paginya masih sempat untuk ke kantor dulu. Aku mengambil cuti selama 2 hari saja untuk pergi ke bali ini. Sayang kalau terlalu lama cuti juga, lagian sisa cuti masih bisa di manfaatkan dengan baik untuk kepergian lainnya. Yeayy akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu datang juga, aku dan laksmi teman kantorku yang juga bareng ke bali langsung bergegas keluar kantor pukul 17.00PM dan langsung naik taxi dari kantor untuk menuju ke Blok M naik bis DAMRI ke soekarno hatta.
Agak menyebalkan dengan supir taxinya, karena membawa kami berdua ugal-ugalan bawa mobilnya. Kami sangat kecewa naik Taxi ini. Tapi sudahlah..yang penting kami berdua sudah sampai di bis Damri, bis pun setelah mengetem 20 menit lalu langsung membawa kami berdua ke soekarno hatta. Tiket bis damri seharga Rp. 30.000 sekarang dari Blok M-Soekarno Hatta. Sampai di Bandara Soekarno Hatta waktu menunjukkan pukul 19:00 kami berdua tergopoh-gopoh lari karena takut ketinggalan pesawat. Karena kami berdua belum check in, masa waktu check in adalah setengah jam sebelum keberangkatan.
Sampai di Gate AirAsia, kami langsung kasih tiket ke petugas untuk segera check in, mbak-mbak petugasnya menyebalkan juga, karena kita berdua di marahin karena katanya telat. Orang masih ada 1 jam juga. Katanya dia bilang pesawat sudah mau berangkat karena katanya ada perubahan jam penerbangan. Walah….tidak ada pemberitahuan sebelumnya di email konfirmasi kalau ada perubahan jam flightL
Akhirnya kita berdua lari lagi menuju Gate 5 untuk menunggu Boarding, pas sudah sampai Gate 5 ternyata dapat kabar pesawat di delay 1 jam. Fiuhhh….akhirnya save by the bell. Masih selamat karena tidak ketinggalan pesawat. Selama menunggu boarding semua penumpang di kasih makanan roti dan air mineral karena keterlambatan. Yah mayanlah…Roti Seret dengan isi keju palsu wkwkwkwkw. Tapi mayan untuk nganjel perut.
Tiba juga akhirnya kita boarding, dan bersama semua penumpang kita masuk ke pesawat. Cuaca malam itu cerah agak berangin namun tidak hujan, intinya baiklah weathernya. Dan pesawat baru berangkat pukul 09.00 malam. Ini penerbangan malam pertama kalinya bagiku, karena sebelumnya penerbanganku pagi atau siang. Indah juga di atas pesawat malam hari itu selepas landas dari bandara soeta.
Di dalam pesawatpun semua pada tidur, sedangkan aku menikmati malamku dengan melihat pemandangan di luar…melihat cahaya-cahaya kecil dari bawah, terlihat sangat kecil sekali seperti urutan lampu yang di pasang rapih. Indahnya malam itu. Lalu akhirnya saya tertidur juga karena rasa lelah.
Sampai juga akhirnya tiba di bali pukul 12:00 malam, perbedaan waktu antara bali dan Jakarta adalah 1 jam, di bali waktunya lebih cepat daripada di Jakarta. Sampai di sana aku langsung menelpon temanku yang kebetulan itu istrinya yang bisa menemaniku untuk jalan-jalan di bali. Temanku namanya Chandra, dan istrinya adalah mbak Yuli, Chandra sedang tugas di Jakarta, jadi istrinya yang bisa menemani kami di bali. Dan aku akan tinggal di rumah Chandra di Jimbaran bersama dengan istrinya. Lumayan kalau punya banyak teman dari beberapa wilayah di Indonesia ataupun dari mancanegara. Karena bisa numpang tinggal hehe. Waktu di Malaysia saja saya di antar oleh teman dekat saya Yap wee seong yang kebetulan juga orang Malaysia. Enaknya ngetrip begitu, kita bisa kenal dengan orang-orang dan mereka dengan baik menawarkan tempat tinggal.
Setelah bertemu dengan mbak yuli, saya langsung di antar ke rumah mereka di jimbaran. Yah namanya juga numpang rumah orang harus di nikmati apapun kondisinya. Tempat tinggalnya sederhana, tapi lumayan lho..ada ACnya jd gak kepanasan siangnya kalau mau tidur. Kami berdua langsung istirahat untuk mempersiapkan diri esok harinya.

DAY 2
            Pagiii Baliiii……itulah yang aku katakan dalam diri, lolongan anjing pagi-pagi membuat saya bangun, maklum di bali bukan banyak ayam tapi banyak anjingnya hehe. Aku dan temanku bangun pukul 06.00 pagi, dan bersiap-siap untuk pergi ke tempat-tempat wisatanya. Driver pun akan datang menjemput pukul 08.00 pagi, driver kami namanya pak gede, dia sudah di persiapkan oleh mbak yuli, tariff driver 10-12 jam per day adalah Rp.450.000, di bali jarang ada angkutan umum, jadi bisanya sewa mobil atau motor, namun karena punya waktu 1 hari kalau naik motor kayanya tidak cukup apalagi aku belum kenal daerahnya. Jadinya harus sewa mobil.

            Setelah siap-siap langsung kami masuk ke mobil dan menuju tempat tujuan kami. Rute tempat wisata yang pertama adalah Tanah Lot. Rute yang di buat oleh Pak gede driver kami adalah : Tanah Lot-Khrisna (tempat beli oleh-oleh)-GWK-Pia Legong (tempat jualan pia bali terkenal)-Dreamland-Pantai padang-padang-uluwatu. Namun karena di uluwatu banyak monyet jadi saya tidak jadi kesana. Takut kacamata di ambil nanti gak bisa liat lagi. Tadinya pengen ke bedugul namun ternyata lokasinya tidak sejalan, waktunya belum tentu cukup. Sebelum ke tanah lot kami mampir di warung makan muslim jawa, kita sarapan pagi dulu. Lumayanlah masih bisa nemuin yang halal. Setelah makan baru kami lanjut perjalanan.
            Akhirnya tempat pertama adalah Tanah Lot, selama perjalanan ke tanah lot di pinggir-pinggir jalan saya menikmati pemandangan macam-macam. Dan pemandangan yang paling menarik adalah penjual Sate Babi, dan babi guling. Banyakkkk banget deh babi guling di restoran-restoran pinggir jalan, bahkan aku melihat babi yang di panggang masih utuh berjalan-jalan di bawa sama orang naik motor. Tapi sudah mati sih babinya, sepertinya pesanan kali tuh yah buat acara. Ughhh…menjijikan. Karena aku muslim jadi melihat hal tersebut bawaannya eneg. Ada juga penjual makanan namanya Lawar, kalau kata pak gede Lawar itu semacam sayur-sayuran pakai daging di cacah-cacah gtu. Gak tahu deh bentuknya kaya apa hihiiii.
            Akhirnya tiba juga di tanah lot…wow panase boo cuacanya. Padahal masih jam 10’an, kami bertiga beli tiket, harga 1 tiketnya masuk ke Tanah Lot adalah Rp.15.000 rupiah. Tanah Lot ini semacam tebing-tebing curam, dan bawahnya adalah laut. Di tengah-tengah tebing ada pura tempat sembahyang juga. Berikut ini foto aku di tanah Lot.

C360_2013-10-17-08-59-46-409.jpg

photo-13.JPG

Di tanah lot aku banyak mengambil foto, lumayan lama kita disana, karena memang luas sekali tempatnya. Dan air saat itu sedang pasang jadinya ombaknya besar sekali. Menakutkan sih saat ambil foto di antara tebing-tebing bawahnya, karena takut air ombaknya kena aku. Di tanah lot pun aku dan temanku laksmi belanja Tshirt murah-murah deh, di jual dengan harga 13.000-an s/d 25.000-an. Di sekitar tanah lot itu banyak yang menjajakan jualan juga. Seperti baju atau kain-kain bali. Jadi Aku beli T-shirt saja untuk keluargaku.
Setelah tanah lot kami langsung menuju pusat perbelanjaan Khrisna, takut tidak sempat belanja jadinya belanja dulu lebih baik. Khrisna atau Airlangga katanya menjual pernak-pernik khas bali yang murah meriah, sebelum ke khrisna kita makan siang dulu di KFC. Lalu baru lanjut lagi ke khrisna, saat perjalanan ternyata ada tempat jualan Pia leggong yang se arah, jadinya pak gede berhenti dulu, karena aku mau rasain pia legong yang terkenal itu. Belilah 2 kotak. 1 titipan temen, 1 lagi untuk keluargaku. Baru deh lanjut ke khrisna. Di khrisna itu aku benar-benar kalap.com. karena barang-barangnya murah-murah, lucu-lucu, semua ada disitu, mulai dari baju, kain, dompet, dastar, kaos, baju, baju bali, sendal, sepatu, aksesoris dll banyak.
Aku beli Daster buat mamah yang khas bali karena aku tahu mamah suka banget daster, terus kain bali, aksesoris, sendal buat aku, mamah dan cewe ade2ku, dll. Yah kurang lebih habis 300rbu’an lah untuk itu semua. Tapi lumayan dapat banyak. Hehe…seneng banget belanja. Setelah ke krisna, lanjut kami ke rute selanjutnya yaitu GWK (Garuda Wisnu Kencana).
Diperjalanan aku istirahat sebentar karena lumayan lelah dan panas…temanku laksmi sampai tertidur pulas. Kasihan dia, dia juga habis dari Hongkong pada trip kemarin sm temannya. Jadi minggu ini dia 2 trip, hongkong dan bali. Sampai akhirnya kami di GWK, di GWK ini cuaca lebih panas dan gersang di banding Tanah Lot. Tiket ke GWK Rp. 40.000 rupiah. Lumayan mahal, karena kata temanku sebelumnya 20.000 rupiah. Mungkin karena ada pemugaran dan perawatan wajar kalau biayanya naik. Yah tidak apa-apa, lagian tidak setiap hari ke GWK hehe. Akhirnya kami bertiga masuk ke GWK, untuk driver bisa masuk gratis. Jadi ber4 kami masuk. Di GWK, langsung seperti biasa, foto-foto, exis-exis. Kita foto-foto di patung wisnu dan lainnya, lalu juga menyempatkan diri menonton tarian-tarian khas balinya. Kalau sampai sore di GWK ini ada tarian kecaknya. Tapi sayang kita tidak sampai sore hari.

photo-19_resized.JPG   photo-8_resized.JPG

Tidak berapa lama di GWK kita langsung menuju ke rute selanjutnya yaitu Pantai Dreamland. Pantai yang masih perawan yang kata pak gede, pantai ini berlokasi di kawasan sekitar tanah Tommy Soeharto. Pantai ini sebenarnya tidak begitu luas kalau kata pak gede. Masih besar Kute dan padang-padang. Sampai akhirnya saya tiba di pantai Dreamland. Untuk menuju kesana mobil pribadi harus parker di tempat yang di tentukan, mobil parkir kena bayar Rp.15.000 permobil. Dan untuk ke pantainya kita harus naik mobil Shuttle.
Akhirnya sampai di dreamland juga, wah..pantainya bersih banget deh. Pasirnya masih bagus, beda sama Ancol wkwkwkw. Banyak bule-bule berjemur telanjang dada disini, atau hanya pakai bikini saja. Buat para lelaki disini adalah surge dunia haha, karena pemandangannya bikin menyegarkan mata hehe.
Di pantai ini kita duduk-duduk, memandang lautan dengan ombak yang bernari-nari, subhanallah sangat indah ciptaanmu ya allah, karena engkau menciptakan lautan yang indah seperti ini. Angin semilir bikin ngantuks…sampai sunsetpun kita di dreamland. Disana sempat beberapa turis minta pertolonganku untuk foto-foto, bahkan aku berkenalan dengan turis asal Arab bernama Abdul. Abdul liburan ke bali selama 1 minggu. Dan dia menyukai bali karena ombaknya bagus untuk surfing dan indah pemandangannya.
Di pantai Dreamland ini kita sampai matahari tenggelam (Sunset) subhanallah indahnya melihat matahri tenggelam, romantic sekali melihat pemandangan ini. Hingga akhirnya dreamland inilah yang menyudahi kami untuk berpetualang di bali. Karena hari mulai segera malam dan kami bertiga harus kembali pulang ke jimbaran. Badanpun terasa letih karena seharian kami jalan. Sampai di rumah jimbaran jam 8 malam. Aku dan teman-teman mulai membersihkan badan yang seharian tadi jalan keluar.
Setelah mandi rasanya badan sangat segar dan aku mulai istirahat sambil nonton tivi bersama teman-temanku. Namun tiba teringat aku punya kenalan teman pria yang tinggal di bali. Kami berdua belum pernah ketemuan. Saat itu di kenalkan oleh temannya mantanku. Meski sudah banyak bicara banyak di bbm tapi belum ketemuan sama sekali, karena dia sangat sibuk sekali dan dia memang tinggal di bali.
Hingga akhirnya temanku hafidz yang mulai menelponku untuk ajak ketemuan, dan dia datang ke rumah temanku yang di jimbaran ini. Banyak ngobrol akhirnya sama hafidz, dan rasanya masih belum cukup aku jalan-jalannya. Temanku udah tidur semua di kamarnya, dengan izin mbak yuli aku minta untuk keluar mencari angin segar sama hafidz. Meski aku yakin berat buat mbak yuli mengizinkan, karena mbak yuli di kasih amanah oleh temanku Chandra untuk jaga aku dan laksmi. Tapi aku yakinkan ke mbak yuli insyaallah temanku yg ini baik mbak. Akhirnya dia mengijinkan aku untuk pergi sama hafidz. Saat itu jam 11 malam. Akhirnya aku dan hafidz naik motor dan berkendara menuju kute (pantai bali yg terkenal) dan legian tempat monument bom bali. Hafidz juga nunjukkin Raja café yang di bom dulu sekarang sudah menjadi restoran bernama dulang resto.
Yang membuatku senang adalah naik motor menjelajahi bali di malam hari, itu seruuu abiiisss..apalagi si hafidz ini bw motornya ngebut hahaha. Kecepatannya 90 km/jam. Wow. Padahal gak pake helm, bener-bener aku bandel banget disini, tapi aku merasakan kebebasan yang selama ini tertahan saat itu. Terus yang paling ku suka adalah saat jalan-jalan ke legian itu seru banget…hafidz nyuruh aku turun dari motor meski dia yg naik motornya, aku disuruh jalan sepanjang jalan legian itu, di mana semua music di sepanjang jalan legian berdentum, music party lovers, DJ, kelap kelip lampu seperti clubbing diskotik, bule-bule berseleweran di jalan membawa botol minuman. Ada yang main band, ada yg nongkrong, ada yang mabuk, ada yang sambil bergoyang. Bisa ku katakana..ini benar-benar party….sampai-sampai kakiku pun tidak kuat untuk tidak “dugem” alias berjoget-joget. Hafidz aja ketawa liat aku yang berjalan sambil berjoget di sepanjang jalan. Dan aku merasakan sangattt hidup disini. Hafidz sampai tertawa terkekeh-kekeh di motornya yang dia sambil kendarai
Dan lucunya saat sudah menyusuri jalan legian hafidz mau mebawaku kembali ke rumah jimbaran malah ada polisi. Saat enak-enak naik motor ada warga bali yang teriak “police..police” aku inget aku gak pakai helm. Hafidz segera bilang “lo turun git…gue tunggu di belokkan” wkwkwkwkw itu seru banget… gue harus jalan kaki jauhnya untuk hindari polisi. Fiuhhh sangat menyenangkan. Aku juga sempat foto-foto dan di foto hafidz di depan hard rock café dan hard rock hotel dan di depan beachwalk kute. Seruuuuuuu….bahkan temanku hafidz sampai bilang “lo tuh asik yah git…coba lo di bali lamaan…lagian sih Cuma sehari eh bsknya pulang”. Aku Cuma senyum-senyum ajah…alhamdulilah masih ada yang bilang aku menyenangkan orangnya. Dan gak di anggap perfectionist saja hehe. Seneng deh hari ini….bisa punya temen cowo itu seneng rasanya. Sekarang niatku Cuma satu aku pengen berteman dengan siapapun dan pengen punya teman yang banyak. Karena banyak teman, banyak rezekiJ hehe….yah contohnya ini rejekinya, bisa dpt tempat tinggal gratis di bali, di anterin sm hafidz jalan-jalan gratis. HeheJ
Akhirnya si hafidz pamit pulang, saat itu jam 2 malam. Wuihhh…..gak nyangka jam 2 malam dan aku liat 2 temanku sudah tertidur pulas. Hmm…..selama pulang malam tp tetap melakukan hal yang positif aku rasa tdk masalah. Toh hafidz baik, cm anter jalan-jalan aja gak yang aneh-aneh. Hingga akhirnya aku pun harus tidur supaya bsk pulang dalam keadaan yg fit.


DAY 3
            Huhuhuuu berat rasanya meninggalkan bali. To be honest bali adalah tempat yang sangat indah. Pagi telah memanggil, aku dan laksmi harus beres-bereskan barang-barang kami dan bersiap-siap ke bandara. Flight kami jam 9 pagi. Bawaanku sangat banyak sekali. Oleh-oleh yang ku bawa untuk keluarga tercinta terlalu banyak dan sangat tidak memungkinkan harus ku taruh di kabin. jadi salah satu ada yang harus ku relakan ku taruh di bagasi pesawat. Setelah beres-beres. Taxi pun membawa kami ke bandara
            Dan aku pun berpamitan dengan mbak yuli dan sangat berterima kasih kepada suaminya Chandra yang juga teman dekatku telah memberikan tempat tinggal dan pengarahan trip kami berdua saat di bali. Sungguh perjalanan singkat namun luar biasa.
Bali is the paradise island….indah, menyenangkan, kebebasan, dan kebahagiaanJ thank you balii….
Pesawat air asia pun membawa kami berdua ke Jakarta, dan kami berdua tidur di pesawat meski tempat duduk aku dan Laxmi terpisah di pesawat tapi yah sudahlah. Akhirnya kami berdua sampai di Jakarta pada pukul 12 siang. Ada yang sangat mengecewakan sekali…yaitu aku kehilangan PIN bros Trip ku yang ku letakkan di tas backpack, yang tulisannya “ There’s a new spirit in the air” dari pesawat Qantas Air. Hikss hikss kecewa sekali masukkin tas ke dalam bagasi, rasanya tadi memang feeling gak baik saat mau masukkin tas ke dalam bagasiL. Semoga saja nanti aku bs dapat lagi pin itu yang baruJ

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar