DAY
1 :
Tanggal 16 Oktober sangat ku
nanti-nanti sejak lama, karena tgl 16 dibulan oktober ini adalah perjalananan
domestikku yg ke3 setelah batam, semarang dan waktunya sekarang bali. Banyak
teman-teman bercerita tentang pulau dewata ini, ketika mereka berpergian
kesana. Sehingga membuat rasa penasaranku muncul. Dengan tidak mau ikut kalah
pada akhirnya aku mencari tiket murah pada bulan sebelumnya. Hingga akhirnya
aku dan teman kantorku laksmi mendapat tiket murah seharga 450.000 rupiah PP
untuk tanggal 16-18 Oktober kepergian kami ke Bali dengan menggunakan maskapai
penerbangan AirAsia.
Seharusnya kami pesan tiket untuk
Tanggal 16-19 oktober, namun apa daya saat itu tiket promo sistemnya rebutan,
jadi salah sistem airasia yg mendetect kami di tgl 18 October penerbangan pagi hari hrs kembali ke Jakarta,
tapi ya sudahlah, meski hanya punya 1 hari disana utk travelling, tapi semoga
kami dapat menjelajah ke semua tempat.
Tanggal 15nya aku bersiap-siap mulai
packing baju dengan menggunakan tas backpack keberuntunganku yang disertai pin
bros dari maskapai Qantas yg tertempel di tasku bertuliskan "There's a new spirit in the Air"pin
tersebut adalah pin kesayanganku setiap trip aku tidak pernah lupa menggunakan
pin ini, pin ini menunjukkan semangatku untuk terbang dan bepergian ke Negara
atau daerah orang.
Tanggal 16 oktober keberangkatan ke
bali flight kami pukul 19:55 PM, alias 7 malam, jadi paginya masih sempat untuk
ke kantor dulu. Aku mengambil cuti selama 2 hari saja untuk pergi ke bali ini.
Sayang kalau terlalu lama cuti juga, lagian sisa cuti masih bisa di manfaatkan
dengan baik untuk kepergian lainnya. Yeayy akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu
datang juga, aku dan laksmi teman kantorku yang juga bareng ke bali langsung bergegas
keluar kantor pukul 17.00PM dan langsung naik taxi dari kantor untuk menuju ke
Blok M naik bis DAMRI ke soekarno hatta.
Agak menyebalkan dengan supir
taxinya, karena membawa kami berdua ugal-ugalan bawa mobilnya. Kami sangat
kecewa naik Taxi ini. Tapi sudahlah..yang penting kami berdua sudah sampai di
bis Damri, bis pun setelah mengetem 20 menit lalu langsung membawa kami berdua
ke soekarno hatta. Tiket bis damri seharga Rp. 30.000 sekarang dari Blok
M-Soekarno Hatta. Sampai di Bandara Soekarno Hatta waktu menunjukkan pukul
19:00 kami berdua tergopoh-gopoh lari karena takut ketinggalan pesawat. Karena
kami berdua belum check in, masa waktu check in adalah setengah jam sebelum
keberangkatan.
Sampai di Gate AirAsia, kami
langsung kasih tiket ke petugas untuk segera check in, mbak-mbak petugasnya
menyebalkan juga, karena kita berdua di marahin karena katanya telat. Orang
masih ada 1 jam juga. Katanya dia bilang pesawat sudah mau berangkat karena
katanya ada perubahan jam penerbangan. Walah….tidak ada pemberitahuan
sebelumnya di email konfirmasi kalau ada perubahan jam flightL
Akhirnya kita berdua lari lagi
menuju Gate 5 untuk menunggu Boarding, pas sudah sampai Gate 5 ternyata dapat
kabar pesawat di delay 1 jam. Fiuhhh….akhirnya save by the bell. Masih selamat
karena tidak ketinggalan pesawat. Selama menunggu boarding semua penumpang di
kasih makanan roti dan air mineral karena keterlambatan. Yah mayanlah…Roti
Seret dengan isi keju palsu wkwkwkwkw. Tapi mayan untuk nganjel perut.
Tiba juga akhirnya kita boarding,
dan bersama semua penumpang kita masuk ke pesawat. Cuaca malam itu cerah agak
berangin namun tidak hujan, intinya baiklah weathernya. Dan pesawat baru
berangkat pukul 09.00 malam. Ini penerbangan malam pertama kalinya bagiku,
karena sebelumnya penerbanganku pagi atau siang. Indah juga di atas pesawat
malam hari itu selepas landas dari bandara soeta.
Di dalam pesawatpun semua pada
tidur, sedangkan aku menikmati malamku dengan melihat pemandangan di
luar…melihat cahaya-cahaya kecil dari bawah, terlihat sangat kecil sekali
seperti urutan lampu yang di pasang rapih. Indahnya malam itu. Lalu akhirnya
saya tertidur juga karena rasa lelah.
Sampai juga akhirnya tiba di bali
pukul 12:00 malam, perbedaan waktu antara bali dan Jakarta adalah 1 jam, di
bali waktunya lebih cepat daripada di Jakarta. Sampai di sana aku langsung
menelpon temanku yang kebetulan itu istrinya yang bisa menemaniku untuk
jalan-jalan di bali. Temanku namanya Chandra, dan istrinya adalah mbak Yuli,
Chandra sedang tugas di Jakarta, jadi istrinya yang bisa menemani kami di bali.
Dan aku akan tinggal di rumah Chandra di Jimbaran bersama dengan istrinya.
Lumayan kalau punya banyak teman dari beberapa wilayah di Indonesia ataupun
dari mancanegara. Karena bisa numpang tinggal hehe. Waktu di Malaysia saja saya
di antar oleh teman dekat saya Yap wee seong yang kebetulan juga orang
Malaysia. Enaknya ngetrip begitu, kita bisa kenal dengan orang-orang dan mereka
dengan baik menawarkan tempat tinggal.
Setelah bertemu dengan mbak yuli,
saya langsung di antar ke rumah mereka di jimbaran. Yah namanya juga numpang
rumah orang harus di nikmati apapun kondisinya. Tempat tinggalnya sederhana,
tapi lumayan lho..ada ACnya jd gak kepanasan siangnya kalau mau tidur. Kami
berdua langsung istirahat untuk mempersiapkan diri esok harinya.
DAY 2
Pagiii
Baliiii……itulah yang aku katakan dalam diri, lolongan anjing pagi-pagi membuat
saya bangun, maklum di bali bukan banyak ayam tapi banyak anjingnya hehe. Aku
dan temanku bangun pukul 06.00 pagi, dan bersiap-siap untuk pergi ke
tempat-tempat wisatanya. Driver pun akan datang menjemput pukul 08.00 pagi,
driver kami namanya pak gede, dia sudah di persiapkan oleh mbak yuli, tariff
driver 10-12 jam per day adalah Rp.450.000, di bali jarang ada angkutan umum,
jadi bisanya sewa mobil atau motor, namun karena punya waktu 1 hari kalau naik
motor kayanya tidak cukup apalagi aku belum kenal daerahnya. Jadinya harus sewa
mobil.
Setelah
siap-siap langsung kami masuk ke mobil dan menuju tempat tujuan kami. Rute
tempat wisata yang pertama adalah Tanah Lot. Rute yang di buat oleh Pak gede
driver kami adalah : Tanah Lot-Khrisna (tempat beli oleh-oleh)-GWK-Pia Legong
(tempat jualan pia bali terkenal)-Dreamland-Pantai padang-padang-uluwatu. Namun
karena di uluwatu banyak monyet jadi saya tidak jadi kesana. Takut kacamata di
ambil nanti gak bisa liat lagi. Tadinya pengen ke bedugul namun ternyata
lokasinya tidak sejalan, waktunya belum tentu cukup. Sebelum ke tanah lot kami
mampir di warung makan muslim jawa, kita sarapan pagi dulu. Lumayanlah masih
bisa nemuin yang halal. Setelah makan baru kami lanjut perjalanan.
Akhirnya tempat pertama adalah Tanah
Lot, selama perjalanan ke tanah lot di pinggir-pinggir jalan saya menikmati
pemandangan macam-macam. Dan pemandangan yang paling menarik adalah penjual
Sate Babi, dan babi guling. Banyakkkk banget deh babi guling di
restoran-restoran pinggir jalan, bahkan aku melihat babi yang di panggang masih
utuh berjalan-jalan di bawa sama orang naik motor. Tapi sudah mati sih babinya,
sepertinya pesanan kali tuh yah buat acara. Ughhh…menjijikan. Karena aku muslim
jadi melihat hal tersebut bawaannya eneg. Ada juga penjual makanan namanya
Lawar, kalau kata pak gede Lawar itu semacam sayur-sayuran pakai daging di
cacah-cacah gtu. Gak tahu deh bentuknya kaya apa hihiiii.
Akhirnya
tiba juga di tanah lot…wow panase boo cuacanya. Padahal masih jam 10’an, kami
bertiga beli tiket, harga 1 tiketnya masuk ke Tanah Lot adalah Rp.15.000
rupiah. Tanah Lot ini semacam tebing-tebing curam, dan bawahnya adalah laut. Di
tengah-tengah tebing ada pura tempat sembahyang juga. Berikut ini foto aku di
tanah Lot.


Di tanah lot aku banyak mengambil foto, lumayan lama kita
disana, karena memang luas sekali tempatnya. Dan air saat itu sedang pasang
jadinya ombaknya besar sekali. Menakutkan sih saat ambil foto di antara
tebing-tebing bawahnya, karena takut air ombaknya kena aku. Di tanah lot pun
aku dan temanku laksmi belanja Tshirt murah-murah deh, di jual dengan harga
13.000-an s/d 25.000-an. Di sekitar tanah lot itu banyak yang menjajakan jualan
juga. Seperti baju atau kain-kain bali. Jadi Aku beli T-shirt saja untuk keluargaku.
Setelah tanah lot kami langsung menuju pusat perbelanjaan
Khrisna, takut tidak sempat belanja jadinya belanja dulu lebih baik. Khrisna
atau Airlangga katanya menjual pernak-pernik khas bali yang murah meriah,
sebelum ke khrisna kita makan siang dulu di KFC. Lalu baru lanjut lagi ke
khrisna, saat perjalanan ternyata ada tempat jualan Pia leggong yang se arah,
jadinya pak gede berhenti dulu, karena aku mau rasain pia legong yang terkenal
itu. Belilah 2 kotak. 1 titipan temen, 1 lagi untuk keluargaku. Baru deh lanjut
ke khrisna. Di khrisna itu aku benar-benar kalap.com. karena barang-barangnya
murah-murah, lucu-lucu, semua ada disitu, mulai dari baju, kain, dompet,
dastar, kaos, baju, baju bali, sendal, sepatu, aksesoris dll banyak.
Aku beli Daster buat mamah yang khas bali karena aku tahu
mamah suka banget daster, terus kain bali, aksesoris, sendal buat aku, mamah
dan cewe ade2ku, dll. Yah kurang lebih habis 300rbu’an lah untuk itu semua.
Tapi lumayan dapat banyak. Hehe…seneng banget belanja. Setelah ke krisna,
lanjut kami ke rute selanjutnya yaitu GWK (Garuda Wisnu Kencana).
Diperjalanan aku istirahat sebentar karena lumayan lelah dan
panas…temanku laksmi sampai tertidur pulas. Kasihan dia, dia juga habis dari
Hongkong pada trip kemarin sm temannya. Jadi minggu ini dia 2 trip, hongkong
dan bali. Sampai akhirnya kami di GWK, di GWK ini cuaca lebih panas dan gersang
di banding Tanah Lot. Tiket ke GWK Rp. 40.000 rupiah. Lumayan mahal, karena
kata temanku sebelumnya 20.000 rupiah. Mungkin karena ada pemugaran dan
perawatan wajar kalau biayanya naik. Yah tidak apa-apa, lagian tidak setiap
hari ke GWK hehe. Akhirnya kami bertiga masuk ke GWK, untuk driver bisa masuk
gratis. Jadi ber4 kami masuk. Di GWK, langsung seperti biasa, foto-foto,
exis-exis. Kita foto-foto di patung wisnu dan lainnya, lalu juga menyempatkan
diri menonton tarian-tarian khas balinya. Kalau sampai sore di GWK ini ada
tarian kecaknya. Tapi sayang kita tidak sampai sore hari.

Tidak berapa lama di GWK kita
langsung menuju ke rute selanjutnya yaitu Pantai Dreamland. Pantai yang masih
perawan yang kata pak gede, pantai ini berlokasi di kawasan sekitar tanah Tommy
Soeharto. Pantai ini sebenarnya tidak begitu luas kalau kata pak gede. Masih
besar Kute dan padang-padang. Sampai akhirnya saya tiba di pantai Dreamland.
Untuk menuju kesana mobil pribadi harus parker di tempat yang di tentukan,
mobil parkir kena bayar Rp.15.000 permobil. Dan untuk ke pantainya kita harus
naik mobil Shuttle.
Akhirnya sampai di dreamland juga,
wah..pantainya bersih banget deh. Pasirnya masih bagus, beda sama Ancol
wkwkwkw. Banyak bule-bule berjemur telanjang dada disini, atau hanya pakai
bikini saja. Buat para lelaki disini adalah surge dunia haha, karena
pemandangannya bikin menyegarkan mata hehe.
Di pantai ini kita duduk-duduk,
memandang lautan dengan ombak yang bernari-nari, subhanallah sangat indah
ciptaanmu ya allah, karena engkau menciptakan lautan yang indah seperti ini.
Angin semilir bikin ngantuks…sampai sunsetpun kita di dreamland. Disana sempat
beberapa turis minta pertolonganku untuk foto-foto, bahkan aku berkenalan
dengan turis asal Arab bernama Abdul. Abdul liburan ke bali selama 1 minggu.
Dan dia menyukai bali karena ombaknya bagus untuk surfing dan indah
pemandangannya.
Di pantai Dreamland ini kita sampai
matahari tenggelam (Sunset) subhanallah indahnya melihat matahri tenggelam, romantic
sekali melihat pemandangan ini. Hingga akhirnya dreamland inilah yang menyudahi
kami untuk berpetualang di bali. Karena hari mulai segera malam dan kami
bertiga harus kembali pulang ke jimbaran. Badanpun terasa letih karena seharian
kami jalan. Sampai di rumah jimbaran jam 8 malam. Aku dan teman-teman mulai
membersihkan badan yang seharian tadi jalan keluar.
Setelah mandi rasanya badan sangat
segar dan aku mulai istirahat sambil nonton tivi bersama teman-temanku. Namun tiba
teringat aku punya kenalan teman pria yang tinggal di bali. Kami berdua belum
pernah ketemuan. Saat itu di kenalkan oleh temannya mantanku. Meski sudah
banyak bicara banyak di bbm tapi belum ketemuan sama sekali, karena dia sangat
sibuk sekali dan dia memang tinggal di bali.
Hingga akhirnya temanku hafidz yang
mulai menelponku untuk ajak ketemuan, dan dia datang ke rumah temanku yang di
jimbaran ini. Banyak ngobrol akhirnya sama hafidz, dan rasanya masih belum
cukup aku jalan-jalannya. Temanku udah tidur semua di kamarnya, dengan izin
mbak yuli aku minta untuk keluar mencari angin segar sama hafidz. Meski aku
yakin berat buat mbak yuli mengizinkan, karena mbak yuli di kasih amanah oleh
temanku Chandra untuk jaga aku dan laksmi. Tapi aku yakinkan ke mbak yuli
insyaallah temanku yg ini baik mbak. Akhirnya dia mengijinkan aku untuk pergi
sama hafidz. Saat itu jam 11 malam. Akhirnya aku dan hafidz naik motor dan
berkendara menuju kute (pantai bali yg terkenal) dan legian tempat monument bom
bali. Hafidz juga nunjukkin Raja café yang di bom dulu sekarang sudah menjadi
restoran bernama dulang resto.
Yang membuatku senang adalah naik
motor menjelajahi bali di malam hari, itu seruuu abiiisss..apalagi si hafidz
ini bw motornya ngebut hahaha. Kecepatannya 90 km/jam. Wow. Padahal gak pake
helm, bener-bener aku bandel banget disini, tapi aku merasakan kebebasan yang
selama ini tertahan saat itu. Terus yang paling ku suka adalah saat jalan-jalan
ke legian itu seru banget…hafidz nyuruh aku turun dari motor meski dia yg naik
motornya, aku disuruh jalan sepanjang jalan legian itu, di mana semua music di
sepanjang jalan legian berdentum, music party lovers, DJ, kelap kelip lampu
seperti clubbing diskotik, bule-bule berseleweran di jalan membawa botol
minuman. Ada yang main band, ada yg nongkrong, ada yang mabuk, ada yang sambil
bergoyang. Bisa ku katakana..ini benar-benar party….sampai-sampai kakiku pun
tidak kuat untuk tidak “dugem” alias berjoget-joget. Hafidz aja ketawa liat aku
yang berjalan sambil berjoget di sepanjang jalan. Dan aku merasakan sangattt
hidup disini. Hafidz sampai tertawa terkekeh-kekeh di motornya yang dia sambil
kendarai
Dan lucunya saat sudah menyusuri
jalan legian hafidz mau mebawaku kembali ke rumah jimbaran malah ada polisi. Saat
enak-enak naik motor ada warga bali yang teriak “police..police” aku inget aku
gak pakai helm. Hafidz segera bilang “lo turun git…gue tunggu di belokkan”
wkwkwkwkw itu seru banget… gue harus jalan kaki jauhnya untuk hindari polisi. Fiuhhh
sangat menyenangkan. Aku juga sempat foto-foto dan di foto hafidz di depan hard
rock café dan hard rock hotel dan di depan beachwalk kute. Seruuuuuuu….bahkan
temanku hafidz sampai bilang “lo tuh asik yah git…coba lo di bali lamaan…lagian
sih Cuma sehari eh bsknya pulang”. Aku Cuma senyum-senyum ajah…alhamdulilah
masih ada yang bilang aku menyenangkan orangnya. Dan gak di anggap
perfectionist saja hehe. Seneng deh hari ini….bisa punya temen cowo itu seneng
rasanya. Sekarang niatku Cuma satu aku pengen berteman dengan siapapun dan
pengen punya teman yang banyak. Karena banyak teman, banyak rezekiJ hehe….yah contohnya ini rejekinya,
bisa dpt tempat tinggal gratis di bali, di anterin sm hafidz jalan-jalan
gratis. HeheJ
Akhirnya si hafidz pamit pulang,
saat itu jam 2 malam. Wuihhh…..gak nyangka jam 2 malam dan aku liat 2 temanku
sudah tertidur pulas. Hmm…..selama pulang malam tp tetap melakukan hal yang
positif aku rasa tdk masalah. Toh hafidz baik, cm anter jalan-jalan aja gak
yang aneh-aneh. Hingga akhirnya aku pun harus tidur supaya bsk pulang dalam
keadaan yg fit.
DAY 3
Huhuhuuu berat
rasanya meninggalkan bali. To be honest bali adalah tempat yang sangat indah. Pagi
telah memanggil, aku dan laksmi harus beres-bereskan barang-barang kami dan
bersiap-siap ke bandara. Flight kami jam 9 pagi. Bawaanku sangat banyak sekali.
Oleh-oleh yang ku bawa untuk keluarga tercinta terlalu banyak dan sangat tidak
memungkinkan harus ku taruh di kabin. jadi salah satu ada yang harus ku relakan
ku taruh di bagasi pesawat. Setelah beres-beres. Taxi pun membawa kami ke
bandara
Dan aku pun
berpamitan dengan mbak yuli dan sangat berterima kasih kepada suaminya Chandra yang
juga teman dekatku telah memberikan tempat tinggal dan pengarahan trip kami
berdua saat di bali. Sungguh perjalanan singkat namun luar biasa.
Bali is the paradise island….indah, menyenangkan, kebebasan,
dan kebahagiaanJ
thank you balii….
Pesawat air asia pun membawa kami
berdua ke Jakarta, dan kami berdua tidur di pesawat meski tempat duduk aku dan Laxmi
terpisah di pesawat tapi yah sudahlah. Akhirnya kami berdua sampai di Jakarta pada
pukul 12 siang. Ada yang sangat mengecewakan sekali…yaitu aku kehilangan PIN
bros Trip ku yang ku letakkan di tas backpack, yang tulisannya “ There’s a new
spirit in the air” dari pesawat Qantas Air. Hikss hikss kecewa sekali masukkin tas
ke dalam bagasi, rasanya tadi memang feeling gak baik saat mau masukkin tas ke dalam
bagasiL. Semoga saja nanti aku bs dapat
lagi pin itu yang baruJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar